<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971</id><updated>2011-09-05T19:43:11.622+07:00</updated><category term='Kata-kata mutiara'/><category term='Puisi'/><category term='Islam'/><category term='Sport'/><category term='Kuliah'/><category term='Teknologi'/><category term='Power Plant'/><category term='Belajar Bahasa Inggris'/><category term='Electric'/><category term='Energi Surya'/><category term='Umum'/><category term='Sejarah Indonesia'/><category term='e'/><category term='Cinta'/><category term='Kincir Air'/><category term='Electricity'/><category term='Romantis'/><category term='Hiburan'/><category term='Energi Nuklir'/><category term='Energi Alternatif'/><category term='Bahasa Inggris'/><category term='Facebook'/><category term='Blog'/><category term='Energi Angin'/><category term='Bengkulu'/><title type='text'>Memanfaatkan Waktu Luang Untuk Belajar dan Berbagi...</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>130</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-119587995076980601</id><published>2010-08-06T21:16:00.001+07:00</published><updated>2010-08-06T22:28:50.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Sekilas Tentang Redenominasi Mata Uang Rupiah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Redenominasi &lt;/b&gt;dalam beberapa hari kini menjadi topic pembicaraan  hangat masyarakat Indonesia. Komentar bermunculan ketika rencana Bank  Indonesia (BI) melakukan redenominasi atau penyederhanaan nilai tukar  rupiah dikemukakan oleh &lt;b&gt;Pjs Gubernur BI Darmin Nasution &lt;/b&gt;hari  Selasa (3/8/2010) lalu. Bentuk redenominasi rupiah yang tengah digagas  BI adalah menghilangkan tiga angka nol terakhir. Jadi, pecahan Rp 1.000,  misalnya, akan jadi Rp 1. Darmin Nasution mengatakan bahwa redenominasi  dalam konsep BI sekarang ini benar-benar murni untuk menghilangkan nol  yang kini berentet sehingga memudahkan transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Latar Belakang Kebijakan Redenominasi&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Bank Indonesia sedang mengkaji kebijakan redenominasi atas mata uang  rupiah. Kebijakan ini diambil setelah hasil riset World Bank yang  menyebutkan, Indonesia termasuk negara pemilik pecahan mata uang  terbesar kedua di dunia setelah Vietnam. Uang pecahan terbesar di tanah  air Rp 100.000, hanya kalah oleh dong Vietnam (VND) 500.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dampak Positif Redenominasi&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Menurut BI uang dengan nominal besar kurang efisien serta merepotkan  pembayaran. Oleh karena kebijakan tersebut akan bermanfaat besar bagi  perekonomian yang akan membuat pencatatan dan pembukuan akan lebih  efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tiga Persyaratan Sebelum Kebijakan Redenominasi Berlaku&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Diakui BI sebelum menerapkan kebijakan tersebut dibutuhkan beberapa  persyaratan. Pertama, ekspektasi inflasi harus berada di kisaran rendah  dan pergerakannya stabil. Kedua, stabilitas perekonomian terjaga dan  jaminan stabilitas harga. Ketiga, kesiapan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Definisi dan Perbedaan Antara Redenominasi dan Sanering &lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Redenominasi merupakan penyederhanaan dengan mengurangi banyaknya angka  nol dalam mata uang rupiah. Rencana BI adalah melakukan redenominasi Rp  1.000 menjadi Rp 1, dan kelipatannya, namun nilainya tidak berkurang.  Redenominasi umum dilakukan negara dengan perekonomian yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanering merupakan pemotongan nominal mata uang yang disertai pula  dengan penurunan nilainya. Sanering umum terjadi pada negara yang  perekonomiannya tidak sehat dengan ancaman hiperinflasi. Sanering pernah  terjadi di Indonesia pada tahun 1965. Ketika itu, nilai rupiah  terpangkas habis seiring inflasi yang mencapai 650%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?s=a1b875d90171d3c9d8bd56937d54a1d4&amp;amp;attachmentid=1175&amp;amp;d=1280940544" id="attachment1175" rel="Lightbox_0"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="size_fullsize" src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?s=a1b875d90171d3c9d8bd56937d54a1d4&amp;amp;attachmentid=1175&amp;amp;d=1280940358" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Uang Rp 1 - Tahun 1953&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjauan Redenominasi di Negara Lain&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Sejumlah negara sudah sukses menerapkan redenominasi ini meski  memerlukan waktu bertahun-tahun. Sejumlah negara yang sudah berhasil  menerapkan redenominasi antara lain Israel, Turki, Jerman, Korsel,  China, Brazil. Konsep yang mirip dengan redenominasi juga adalah  penerapan euro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan redenominasi ini bakal terletak pada proses sosialisasi dan  transisi. Indonesia mungkin bisa mencontoh proses transisi ketika Uni  Eropa menerapkan kebijakan mata uang tunggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darmin Nasution menjelaskan, sosialisasi akan dilakukan hingga 2012, dan  tahun 2013 akan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi  digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil  redenominasi yang disebut rupiah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dalam masa transisi itu toko-toko yang menjual sebuah barang  akan tercatat 2 label harga. Yakni dengan rupiah lama dan dengan rupiah  baru. Jika nol-nya disederhanakan 3 digit, lanjut Darmin, kalau harga  barangnya Rp 10.000 maka akan dibuat dua label yakni Rp 10.000 untuk  rupiah lama dan Rp 10 untuk rupiah baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya rupiah lama akan hilang dan digunakan rupiah baru dengan  nominal yang lebih kecil dan diharapkan bisa tuntas pada tahun 2022.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini berjalan mulus, maka akan menjadi sejarah baru bagi mata uang  Indonesia. Seperti diketahui, rupiah ditetapkan sebagai mata uang  Indonesia pada 2 November 1949 atau 4 tahun setelah Indonesia merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejarah Singkat Mata Uang Rupiah&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Rupiah berasal dari kata 'Rupee' yang merupakan mata uang India.  Indonesia sempat menggunakan mata uang Belanda, Gulden pada periode 1610  hingga 1817. Setelah itu, Indonesia sempat menggunakan mata uang Gulden  Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama rupiah diperkenalkan pertama kali ketika Indonesia diduduki Jepang  dengan nama Rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa  atau kini bernama Bank Indonesia memperkenalkan rupiah Jawa sebagai  pengganti. Dan 4 tahun Indonesia merdeka, rupiah akhirnya ditetapkan  sebagai mata uang resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pergerakan rupiah memang tidak mulus. Rupiah sempat mengalami  sanering pada tahun 1965 akibat hiperinflasi. Rupiah juga sempat  mengalami kemerosotan besar atas dolar AS semasa krisis ekonomi Asia  pada tahun 1998. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara perlahan rupiah semakin membaik meski sempat terguncang lagi  semasa krisis finansial global menerpa pada 2008 lalu. Pada medio 2010  ini, rupiah sudah stabil pada kisaran 9.000 per dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecahan rupiah berada dalam berbagai nominal dengan nilai terbesar  adalah Rp 100.000. Dengan pecahan Rp 100.000 itu, maka Indonesia menjadi  negara dengan pecahan mata uang terbesar kedua setelah Vietnam yang  memiliki pecahan 500.000 dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Komentar Tentang Redenominasi&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wakil Presiden Boediono &lt;/b&gt;menghimbau semua pihak untuk menjaga  ketenangan dan kestabilan situasi ekonomi dan moneter. Menurut Wapres,  redenominasi bukan berarti menandakan perekonomian memburuk.  Redenominasi justru dilakukan pada saat perekonomian dalam kondisi yang  baik. &lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/08/04/0806120/Redenominasi.Cuma.Wacana" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;(Kompas)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menteri Keuangan Agus Martowardojo&lt;/b&gt; mengatakan bahwa meskipun  belum dikonsultasikan oleh pemerintah, namun kajian redenominasi rupiah  yang akan dilakukan Bank Indonesia (BI) diyakini tidak berdampak buruk  bagi perekonomian Indonesia. &lt;b&gt;(Detik)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wiryawan &lt;/b&gt;mendukung  ide redenominasi yang sedang digulirkan Bank Indonesia. Ide  simplifikasi nominal rupiah ini diyakini akan mempermudah hidupnya.  "Saya oke-oke saja dengan ide redenominasi," kata Gita. &lt;b&gt;(Tempo)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan &lt;/b&gt;mengatakan bahwa  kebijakan redenominasi mata uang rupiah yang direncanakan oleh Bank   Indonesia (BI) memang harus dilakukan karena kondisi perekonomian  Indonesia yang semakin membaik. Kebijakan ini bisa membuat perekonomian  makin praktis. &lt;b&gt;(Detik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analis PT Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih &lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;VP Research &amp;amp; Analys PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere &lt;/b&gt;mengatakan  bahwa redenominasi atau pengurangan nominal rupiah hanya memberikan  efek psikologis ke pasar saham. Jika rencana itu tersosialisasi dengan  baik, maka semestinya pasar saham tidak terpengaruh dan bisa bergerak  dengan normal lagi. &lt;b&gt;(Detik)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Referensi&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.wartaekonomi.co.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=4802:bi-siapkan-redenominasi-nilai-rupiah&amp;amp;catid=53:aumum" target="_blank"&gt;Warta Ekonomi : BI Siapkan Redenominasi Nilai Rupiah&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/08/04/0806120/Redenominasi.Cuma.Wacana" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Kompas : Redenominasi Cuma Wacana&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cguspan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cguspan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cguspan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}a:link, span.MsoHyperlink	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	color:blue;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	color:purple;	mso-themecolor:followedhyperlink;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Source : &lt;a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?282&amp;amp;s=29b82f5f614fddbfbfba2d72aa1f083c&amp;amp;"&gt;financeindonesia.org &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-119587995076980601?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/119587995076980601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/08/sekilas-tentang-redenominasi-mata-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/119587995076980601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/119587995076980601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/08/sekilas-tentang-redenominasi-mata-uang.html' title='Sekilas Tentang Redenominasi Mata Uang Rupiah'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-8142355314720778012</id><published>2010-07-30T20:21:00.002+07:00</published><updated>2010-07-30T23:24:05.821+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiburan'/><title type='text'>VIDEO SINTA AND JOJO "KEONG RACUN"</title><content type='html'>&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/kQTyj3I2WxE&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/kQTyj3I2WxE&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi dua gadis asal Bandung, Jawa Barat, Sinta dan &lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;Jovita Adityasari alias &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jojo  tiba-tiba menghebohkan dunia maya. Video yang diunggah di youtube sejak  23 juni 2010 ini sedikitnya sudah disaksikan lebih dari satu juta  pengguna internet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kurang, situs berita Inggris, &lt;i&gt;The Independent&lt;/i&gt;, memberitakan fenomena 'Keong Racun' yang Kamis kemarin kembali menjadi &lt;i&gt;trending topic &lt;/i&gt;nomor  satu sejagat di situs mikroblog Twitter. Foto Sinta-Jojo yang sedang  melenggak-lenggok genit di Youtube, juga dipajang di laman &lt;i&gt;Independent&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengguna Twitter tergila-gila pada video &lt;i&gt;lipsync&lt;/i&gt; 'Keong Racun' diYoutube, demikian ditulis &lt;i&gt;Independent&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini keduanya telah mendunia, meski awalnya kedua gadis asal Bandung  itu mengaku hanya ingin sekedar membuat sensasi belaka. Tidak hanya lagu  Keong Racun, Sinta dan Jojo juga melakukan lipsynch lagu-lagu seperti  Dokter Cinta, Telephone, dan Cinta Satu Malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Keong Racun pertama kali dinyanyikan oleh seorang penyanyi  bernama Lissa dalam album berjudul Dangdut Techno yang dirilis Air  Studio. Namun, saat ini justru Sinta dan Jojo yang lebih mendunia  dibandingkan penyanyi aslinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-8142355314720778012?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/8142355314720778012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/keong-racun-mendunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/8142355314720778012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/8142355314720778012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/keong-racun-mendunia.html' title='VIDEO SINTA AND JOJO &quot;KEONG RACUN&quot;'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-3041810164002252733</id><published>2010-07-29T20:37:00.002+07:00</published><updated>2010-07-30T19:44:50.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Inilah Rencana SBY Tentang Pemindahan Ibukota</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2008/02/kotamerdeka.jpg" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;SBY tengah memikirkan lokasi baru pusat pemerintahan. Kalau seperti  Malaysia itu tanggung dan tidak sepenuh hati. Cuma 40 km. Sehingga  sebagian tidak pindah rumah dan akhirnya jadi jauh dan macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya  seperti Brazil yang memindahkan ibukotanya begitu jauh dari Rio de  Janeiro ke Brasilia, atau Amerika Serikat dari New York ke Washington  DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra,  Jerman dari Bonn ke Berlin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jauh akhirnya pada pindah  rumah. Kalau dekat, misalnya di Jonggol atau Sentul, niscaya orang  Tangerang, Bogor, Jakarta, Bekasi, Depok tetap tinggal di rumahnya dan  berkantor di ibukota baru. Jalan jauh dan kemacetan pun terus  berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama  kita harus sadar bahwa pemindahan ibukota dari satu kota ke kota lain  adalah hal yang biasa dan pernah dilakukan. Sebagai contoh, Amerika  Serikat pernah memindahkan ibukota mereka dari New York ke Washington  DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra,  Jerman dari Bonn ke Berlin, sementara Brazil memindahkan ibukotanya dari  Rio de Janeiro ke Brasilia. Indonesia sendiri pernah memindahkan  ibukotanya dari Jakarta ke Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Over Populasi (Jumlah  penduduk melebihi daya tampung) merupakan penyebab utama kenapa banyak  negara memindahkan ibukotanya. Sebagai contoh saat ini Jepang dan Korea  Selatan tengah merencanakan pemindahan ibukota negara mereka. Jepang  ingin memindahkan ibukotanya karena wilayah Tokyo Megapolitan jumlah  penduduknya sudah terlampau besar yaitu: 33 juta jiwa. Korsel pun begitu  karena wilayah kota Seoul dan sekitarnya jumlah penduduknya sudah  mencapai 22 juta. Bekas ibukota AS, New York dan sekitarnya total  penduduknya mencapai 22 juta jiwa. Jakarta sendiri menurut mantan  Gubernur DKI, Ali Sadikin, dirancang Belanda untuk menampung 800.000  penduduk. Namun ternyata di saat Ali menjabat Gubernur jumlahnya  membengkak jadi 3,5 juta dan sekarang membengkak lagi hingga daerah  Metropolitan Jakarta yang meliputi Jabodetabek mencapai total 23 juta  jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2008/02/pembangunan.jpg" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;Jadi pemindahan ibukota bukanlah hal yang tabu dan sulit. Soeharto  sendiri sebelum lengser sempat merencanakan pemindahan ibukota Jakarta  ke Jonggol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita harus memindahkan ibukota dari Jakarta?  Apa tidak repot? Apa biayanya tidak terlalu besar? Jawaban dari  pertanyaan ini harus benar-benar tepat dan beralasan. Jika tidak, hanya  buang-buang waktu, tenaga, dan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kita harus sadar  bahwa ibukota Jakarta di mana lebih dari 80% uang yang ada di Indonesia  beredar di sini merupakan magnet yang menarik penduduk seluruh dari  Indonesia untuk mencari uang di Jakarta. Arus urbanisasi dari daerah ke  Jakarta begitu tinggi. Akibatnya jika penduduk Jakarta pada zaman Ali  Sadikin tahun 1975-an hanya sekitar 3,5 juta jiwa, saat ini jumlahnya  sekitar 10 juta jiwa. Pada hari kerja dengan pekerja dari wilayah  Jabotabek, penduduk Jakarta menjadi 12 juta jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah penduduk  Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diperkirakan sekitar 23  juta jiwa. Padahal tahun 1986 jumlahnya hanya sekitar 14,6 juta jiwa (MS  Encarta). Jika Jakarta terus dibiarkan jadi ibukota, maka jumlah ini  akan terus membengkak dan membengkak. Akibatnya kemacetan semakin  merajalela. Jumlah kendaraan bertambah. Asap kendaraan dan polusi  meningkat sehingga udara Jakarta sudah tidak layak hirup lagi.  Pohon-pohon, lapangan rumput, dan tanah serapan akan semakin berkurang  diganti oleh aspal dan lantai beton perumahan, gedung perkantoran dan  pabrik. Sebagai contoh berbagai hutan kota atau tanah lapang di kawasan  Senayan, Kelapa Gading, Pulomas, dan sebagainya saat ini sudah  menghilang diganti dengan Mall, gedung perkantoran dan perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hal-hal di atas akan mengakibatkan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="list-style-type: decimal;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cguspan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cguspan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cguspan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:677343963;	mso-list-template-ids:761185542;}@list l0:level1	{mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;}ol	{margin-bottom:0in;}ul	{margin-bottom:0in;}--&gt;&lt;/style&gt;   &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jakarta akan jadi kota yang sangat macet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dengan banyaknya orang bekerja di Jakarta padahal rumah      mereka ada di pinggiran Jabotabek, akan mengakibatkan pemborosan BBM.      Paling tidak ada sekitar 6,5 milyar liter BBM dengan nilai sekitar Rp 30      trilyun yang dihabiskan oleh 2 juta pelaju ke Jakarta setiap tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dengan kemacetan dan jauhnya jarak perjalanan, orang      menghabiskan waktu 3 hingga 5 jam per hari hanya untuk perjalanan kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Stress meningkat akibat kemacetan di jalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) juga      meningkat karena orang berada lama di jalan dan menghisap asap knalpot      kendaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Banjir dan kekeringan akan semakin meningkat karena      daerah resapan air terus berkurang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jumlah penduduk Indonesia akan terpusat di wilayah      Jabodetabek. Saat ini saja sekitar 30 juta dari 200 juta penduduk      Indonesia menempati area 1500 km2 di Jabodetabek. Atau 15% penduduk      menempati kurang dari 1% wilayah Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pembangunan akan semakin tidak merata karena kegiatan      pemerintahan, bisnis, seni, budaya, industri semua terpusat di Jakarta dan      sekitarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tingkat Kejahatan/Kriminalitas akan meningkat karena      luas wilayah tidak mampu menampung penduduk yang terlampau padat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Timbul bahaya kelaparan karena over populasi dan sawah      berubah jadi rumah, kantor, dan pabrik. Saat ini pulau Jawa yang merupakan      pulau terpadat di dunia 7 x lipat lebih padat daripada RRC. Kepadatan      penduduk di Jawa 1.007 orang/km2 sementara di RRC hanya 138 orang/km2. Tak      heran di pulau Jawa banyak orang yang kelaparan dan makan nasi aking.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Untuk  itu diperlukan penyebaran pusat kegiatan di berbagai kota di Indonesia.  Sebagai contoh, di AS pusat pemerintahan ada di Washington DC yang  jumlah penduduknya hanya 563 ribu jiwa. Sementara pusat bisnis ada di  New York dengan populasi 8,1 juta. Pusat kebudayaan ada di Los Angeles  dengan populasi 3,9 juta. Pusat Industri otomotif ada di Detroit dengan  jumlah penduduk 911.000 jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di AS kegiatan tersebar di beberapa kota. Tidak tertumpuk di satu kota. Sehingga pembangunan bisa lebih merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia  juga harus begitu. Semua kegiatan jangan terpusat di Jakarta. Jika  tidak, maka jumlah penduduk kota Jakarta akan terus membengkak. Dalam  10-20 tahun, Jakarta akan jadi kota yang mati/semrawut karena jumlah  penduduk yang terlampau banyak (saat ini saja kemacetan sudah luar  biasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah Jakarta cukup menjadi pusat bisnis. Untuk pusat pemerintahan, sebaiknya dipindahkan ke Kalimantan Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Kalimantan Tengah? Kenapa tidak di Jawa, Sulawesi, atau Sumatra?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2008/02/kotamerdeka21.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pertama Jawa adalah pulau kecil yang sudah terlampau padat penduduknya.  Luas pulau Jawa hanya 134.000 km2 sementara jumlah penduduknya sekitar  135 juta jiwa. Kepadatannya sudah mencapai lebih dari 1.000 jiwa per  km2. Apalagi pulau Jawa yang subur dengan persawahan yang sudah mapan  seharusnya dipertahankan tetap jadi lahan pertanian untuk mencukupi  kebutuhan pangan di Indonesia. Kalau dipaksakan di Jawa, maka luas sawah  akan berkurang sebanyak 50.000 hektar! Produksi beras/pangan lain akan  berkurang sekitar 200 ribu ton per tahun! Indonesia akan semakin  kekurangan pangan karenanya. Selama ibukota tetap di Jawa, pulau Jawa  akan semakin padat dan pembangunan tidak tersebar ke seluruh Indonesia.  Jawa sudah kebanyakan penduduk/over-crowded!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pun pulau  Sumatera letaknya relatif agak di Barat. Dengan jumlah penduduk lebih  dari 42 juta, pembangunan di Sumatera sudah cukup lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulawesi  dengan luas 189.000 km2 dan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa masih  terlalu kecil wilayahnya. Sumatera dan Sulawesi adalah pulau yang subur  dan cocok untuk pertanian. Jadi sayang jika pertumbuhan jumlah penduduk  dipusatkan di situ. Belum lagi kedua wilayah ini rawan dengan gempa bumi  dan tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pun Kalimantan luasnya 540.000 km2 dengan  jumlah penduduk hanya 12 juta jiwa. Pulau Kalimantan jauh lebih luas  dibanding pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dan jumlah penduduknya  justru paling sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2008/02/petagempa.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pulau Kalimantan juga tidak ada gunung berapi dan merupakan pulau  yang teraman dari gempa. Sementara di pesisir Kalimantan Tengah yang  berbatasan dengan Laut Jawa juga ombak relatif tenang dan aman dari  Tsunami. Ini cocok untuk jadi tempat ibukota Indonesia yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya  Jakarta begitu dekat dengan gunung Krakatau yang ledakkannya 30 ribu x  bom atom Hiroshima dengan tsunami setinggi 40 meter. Efek ledakan  Krakatau terasa sampai Afrika dan Australia. Sekarang gunung Krakatau  yang dulu rata dengan laut telah “tumbuh” setinggi 800 meter lebih  dengan kecepatan “tumbuh” sekitar 7 meter/tahun. Sebagian ahli geologi  memperkirakan letusan kembali terulang antara 2015-2083. Jadi Jakarta  tinggal “menunggu waktu” saja…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2923706"&gt;http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2923706&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-3041810164002252733?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/3041810164002252733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/ibu-kota-negara-indonesia-mau-pindah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/3041810164002252733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/3041810164002252733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/ibu-kota-negara-indonesia-mau-pindah.html' title='Inilah Rencana SBY Tentang Pemindahan Ibukota'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-6299872119259763454</id><published>2010-07-22T16:35:00.000+07:00</published><updated>2010-07-22T16:44:42.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Electricity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Surya'/><title type='text'>Pembangkit Listrik Tenaga Surya</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;1.  PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Kondisi bumi kita kian lama kian  mengenaskan karena tercemarnya lingkungan dari efek rumah kaca  (greenhouse effect) yang menyebabkan global warming, hujan asam,  rusaknya lapisan ozon hingga hilangnya hutan tropis. Semua jenis polusi  itu rata-rata akibat dari penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak  bumi, uranium, plutonium, batu bara dan lainnya yang tiada hentinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Padahal kita tahu bahwa bahan  bakar dari fosil tidak dapat diperbaharui, tidak seperti bahan bakar  non-fosil.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Dengan kondisi yang sudah  sedemikian memprihatinkan, gerakan hemat energi sudah merupakan  keharusan di seluruh dunia. Salah satunya dengan hemat bahan bakar dan  menggunakan bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui seperti  tenaga angin, tenaga air, energi panas bumi, tenaga matahari, dan  lainnya. Duniapun sudah mulai merubah tren produksi dan penggunaan bahan  bakarnya, dari bahan bakar fosil beralih ke bahan bakar non-fosil,  terutama tenaga surya yang tidak terbatas&lt;span&gt;.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan lebih  diminati karena dapat digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana  saja : bangunan besar, pabrik, perumahan, dan lainnya. Selain persediaannya tanpa  batas, tenaga surya nyaris tanpa dampak buruk terhadap lingkungan  dibandingkan bahan bakar lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Di negara-negara industri maju  seperti Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa dengan  bantuan subsidi dari pemerintah telah diluncurkan program-program untuk  memasyarakatkan listrik tenaga surya ini. Tidak itu saja di  negara-negara sedang berkembang seperti India, Mongol promosi pemakaian  sumber energi yang dapat diperbaharui ini terus dilakukan. Untuk lebih  mengetahui apa itu pembangkit listrik tenaga surya atau kami singkat  dengan PLTS maka dalam tulisan ini akan dijelaskan secara singkat  komponen-komponen yang membentuk PLTS, sistim kelistrikan tenaga surya  dan trend teknologi yang ada.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;2. KONSEP KERJA SISTEM PLTS&lt;span id="more-598"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Pembangkit listrik tenaga surya itu konsepnya sederhana.  Yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari  merupakan salah satu bentuk energi dari sumber daya alam. Sumber daya  alam matahari ini sudah banyak digunakan untuk memasok daya listrik di  satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan  energi listrik dalam jumlah yang tidak terbatas langsung diambil dari  matahari, tanpa ada bagian yang berputar dan tidak memerlukan bahan  bakar. Sehingga sistem sel surya sering dikatakan bersih dan ramah  lingkungan.&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;Badingkan  dengan sebuah generator listrik, ada bagian yang berputar dan  memerlukan bahan bakar untuk dapat menghasilkan listrik. Suaranya  bising. Selain itu gas buang yang dihasilkan dapat menimbulkan efek gas  rumah kaca (green house gas) yang pengaruhnya dapat merusak ekosistem  planet bumi kita.&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Sistem sel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri  dari panel sel surya, rangkaian kontroler pengisian (charge  controller), dan aki (batere) 12 volt yang maintenance free. Panel sel  surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung  dalam hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang  diperlukan. Yang sering digunakan adalah modul sel surya 20 watt atau 30  watt. Modul sel surya itu menghasilkan energi listrik yang proporsional  dengan luas permukaan panel yang terkena sinar matahari.&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Rangkaian kontroler pengisian aki dalam sistem sel surya  itu merupakan rangkaian elektronik yang mengatur proses pengisian  akinya. Kontroler ini dapat mengatur tegangan aki dalam selang tegangan  12 volt plus minus 10 persen. Bila tegangan turun sampai 10,8 volt, maka  kontroler akan mengisi aki dengan panel surya sebagai sumber dayanya.  Tentu saja proses pengisian itu akan terjadi bila berlangsung pada saat  ada cahaya matahari. Jika penurunan tegangan itu terjadi pada malam  hari, maka kontroler akan memutus pemasokan energi listrik. Setelah  proses pengisian itu berlangsung selama beberapa jam, tegangan aki itu  akan naik. Bila tegangan aki itu mencapai 13,2 volt, maka kontroler akan  menghentikan proses pengisian aki itu.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Rangkaian kontroler pengisian itu sebenarnya mudah untuk  dirakit sendiri. Tapi, biasanya rangkaian kontroler ini sudah tersedia  dalam keadaan jadi di pasaran. Memang harga kontroler itu cukup mahal  kalau dibeli sebagai unit tersendiri. Kebanyakan sistem sel surya itu  hanya dijual dalam bentuk paket lengkap yang siap pakai. Jadi, sistem  sel surya dalam bentuk paket lengkap itu jelas lebih murah dibandingkan  dengan bila merakit  sendiri.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Biasanya panel surya itu letakkan dengan posisi statis  menghadap matahari. Padahal bumi itu bergerak mengelilingi matahari.  Orbit yang ditempuh bumi berbentuk elip dengan matahari berada di salah  satu titik fokusnya. Karena matahari bergerak membentuk sudut selalu  berubah, maka dengan posisi panel surya itu yang statis itu tidak akan  diperoleh energi listrik yang optimal. Agar dapat terserap secara  maksimum, maka sinar matahari itu harus diusahakan selalu jatuh tegak  lurus pada permukaan panel surya. &lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jadi, untuk  mendapatkan energi listrik yang optimal, sistem sel surya itu masih  harus dilengkapi pula dengan rangkaian kontroler optional untuk mengatur  arah permukaan panel surya agar selalu menghadap matahari sedemikian  rupa sehingga sinar mahatari jatuh hampir tegak lurus pada panel  suryanya. Kontroler seperti ini dapat dibangun, misalnya, dengan  menggunakan mikrokontroler 8031. Kontroler ini tidak sederhana, karena  terdiri dari bagian perangkat keras dan bagian perangkat lunak.  Biasanya, paket sistem sel surya yang lengkap belum termasuk kontroler  untuk menggerakkan panel surya secara otomatis supaya sinar matahari  jatuh tegak lurus. &lt;/span&gt;Karena itu, kontroler macam ini cukup mahal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry1.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry1.jpg"&gt;&lt;img alt="sry1.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry1.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Contoh PLTS Aplikasi Mandiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;2.1. PHOTOVOLTAIC&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;Cara kerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga  Surya dengan menggunakan Grid-Connected panel sel surya Photovoltaic  untuk perumahan :&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Modul sel surya Photovoltaic merubah energi surya menjadi arus listrik  DC. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Arus listrik DC yang dihasilkan ini akan dialirkan  melalui suatu inverter (pengatur tenaga) yang merubahnya menjadi arus  listrik AC, dan juga dengan otomatis akan mengatur seluruh sistem.  Listrik AC akan didistribusikan melalui suatu panel distribusi indoor  yang akan mengalirkan listrik sesuai yang dibutuhkan peralatan listrik.  Besar dan biaya konsumsi listrik yang dipakai di rumah akan diukur oleh  suatu Watt-Hour Meters.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Komponen utama sistem surya fotovoltaik adalah  modul yang merupakan unit rakitan beberapa sel surya fotovoltaik. Untuk  membuat modul fotovoltaik secara pabrikasi bisa menggunakan teknologi  kristal dan thin film. Modul fotovoltaik kristal dapat dibuat dengan  teknologi yang relatif sederhana, sedangkan untuk membuat sel  fotovoltaik diperlukan teknologi tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Modul fotovoltaik tersusun dari  beberapa sel fotovoltaik yang dihubungkan secara seri dan paralel. Biaya  yang dikeluarkan untuk membuat modul sel surya yaitu sebesar 60% dari  biaya total. Jadi, jika modul sel surya itu bisa diproduksi di dalam  negeri berarti akan bisa menghemat biaya pembangunan PLTS. Untuk itulah,  modul pembuatan sel surya di Indonesia tahap pertama adalah membuat  bingkai (frame), kemudian membuat laminasi dengan sel-sel yang masih  diimpor. Jika permintaan pasar banyak maka pembuatan sel dilakukan di  dalam negeri. Hal ini karena teknologi pembuatan sel surya dengan bahan  silikon single dan poly cristal secara teoritis sudah dikuasai. Dalam  bidang fotovoltaik yang digunakan pada PLTS, Indonesia ternyata telah  melewati tahapan penelitian dan pengembangan dan sekarang menuju tahapan  pelaksanaan dan instalasi untuk elektrifikasi untuk pedesaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Teknologi ini cukup canggih dan  keuntungannya adalah harganya murah, bersih, mudah dipasang dan  dioperasikan dan mudah dirawat. Sedangkan kendala utama yang dihadapi  dalam pengembangan energi surya fotovoltaik adalah investasi awal yang  besar dan harga per kWh listrik yang dibangkitkan relatif tinggi, karena  memerlukan subsistem yang terdiri atas baterai, unit pengatur dan  inverter sesuai dengan kebutuhannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry2.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry2.jpg"&gt;&lt;img alt="sry2.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry2.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bahan sel surya sendiri terdiri kaca pelindung dan material  adhesive transparan yang melindungi bahan sel surya dari keadaan  lingkungan, material anti-refleksi untuk menyerap lebih banyak cahaya  dan mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan, semi-konduktor P-type dan  N-type (terbuat dari campuran Silikon) untuk menghasilkan medan  listrik, saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari logam tipis) untuk  mengirim elektron ke perabot listrik.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya  identik dengan piranti semikonduktor dioda. Ketika cahaya bersentuhan  dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-konduktor, terjadi  pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan  menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan  sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor,  menyebabkan aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat  disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot  listrik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry3.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry3.jpg"&gt;&lt;img alt="sry3.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry3.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;Fabrikasi Photovoltaic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;2.2. Pemasangan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;PLTS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry4.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry4.jpg"&gt;&lt;img alt="sry4.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry4.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &amp;nbsp;&amp;nbsp; Gb.1&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;PLTS di Rancho Seco&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; PV  adalah singkatan dari Photo Voltaic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &amp;nbsp;PLTS di Hedge Substation&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry5.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry5.jpg"&gt;&lt;img alt="sry5.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry5.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry5.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry5.jpg"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;PLTS di Mongol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;2.2.1. Pemasangan PLTS di  Tempat Umum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;Selain di tempat-tempat  yang pemasangannya terpusat seperti di dua tempat diatas ada ada juga  sistem PLTS yang dipasang di tempat-tempat umum seperti gambar dibawah  ini. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Selain itu ada juga pemasangan di parkir bandara dan  lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry6.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry6.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry6.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry6.jpg"&gt;&lt;img alt="sry6.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry6.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Gb.3&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;.  Sistem PLTS di parkir umum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry7.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry7.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry7.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry7.jpg"&gt;&lt;img alt="sry7.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry7.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry7.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry7.jpg"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Gb.4&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;.  Sistem PLTS di Parkir (sumber : SMUD)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry7.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry7.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3. KOMPONEN – KOMPONEN DARI PLTS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;1. Solar Module&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Dalam bagian ini akan dijelaskan  secara singkat komponen utama PLTS yaitu solar module. Setelah  menjelaskannya, maka dilanjutkan dengan trend kedepan teknologi yang  berkaitan dengan solar module.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;3.2 Apa itu solar cell?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Sebelum membahas sistim  pembangkit listrik tenaga surya, pertama-tama akan dijelaskan secara  singkat komponen penting dalam sistim ini yang berfungsi sebagai perubah  energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Listrik tenaga matahari  dibangkitkan oleh komponen yang disebut solar cell yang besarnya sekitar  10 ~ 15 cm persegi. Komponen ini mengkonversikan energi dari cahaya  matahari menjadi energi listrik. Solar cell merupakan komponen vital  yang umumnya terbuat dari bahan semikonduktor. multicrystalline silicon  adalah bahan yang paling banyak dipakai dalam industri solar cell.  Multicrystalline dan monocrystalline silicon menghasilkan efisiensi yang  relativ lebih tinggi daripada amorphous silicon. Sedangkan amorphus  silicon dipakai karena biaya yang relativ lebih rendah. Selain dari  bahan nonorganik diatas dipakai pula molekul-molekul organik walaupun  masih dalam tahap penelitian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Sebagai salah satu ukuran  performansi solar cell adalah efisiensi. Yaitu prosentasi perubahan  energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Efisiensi dari solar cell  yang sekarang diproduksi sangat bervariasi. Monocrystalline silicon  mempunyai efisiensi 12~15 %. Multicrystalline silicon mempunyai  efisiensi 10~13 %. Amorphous silicon mempunyai efisiensi 6~9 %. Tetapi  dengan penemuan metode-metode baru sekarang efisiensi dari  multicrystalline silicon dapat mencapai 16.0 % sedangkan monocrystalline  dapat mencapai lebih dari 17 %. Bahkan dalam satu konferensi pada  September 2000, perusahaan Sanyo mengumumkan bahwa mereka akan  memproduksi solar cell yang mempunyai efisiensi sebesar 20.7 %. Ini  merupakan efisiensi yang terbesar yang pernah dicapai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Tenaga listrik yang dihasilkan  oleh satu solar cell sangat kecil maka beberapa solar cell harus  digabungkan sehingga terbentuklah satuan komponen yang disebut module.  Produk yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dikeluarkan oleh industri-industri solar cell  adalah dalam bentuk module ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Pada applikasinya, karena tenaga  listrik yang dihasilkan oleh satu module masih cukup kecil (rata-rata  maksimum tenaga listrik yang dihasilkan 130 W) maka dalam pemanfaatannya  beberapa module digabungkan dan terbentuklah apa yang disebut array.  Sebagai contoh untuk menghasilkan listrik sebesar 3 kW dibutuhkan array  seluas kira-kira 20 ~ 30 meter persegi. Secara lebih jelas lagi, dengan  memakai module produksi Sharp yang bernomor seri NE-J130A yang mempunyai  efisiensi 15.3% diperlukan luas 23.1m2 untuk menghasilkan listrik  sebesar 3.00 kW. Besarnya kapasitas PLTS yang ingin dipasang menambah  luas area pemasangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Untuk lebih jelasnya, hirarki module dapat dilihat  pada Gb. 3.1. Hirarki module (cell-module-array) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry8.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry8.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry8.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry8.jpg"&gt;&lt;img alt="sry8.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry8.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry8.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry8.jpg"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.3 Teknologi Module&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Pada bagian ini akan dijelaskan  beberapa trend berhubungan dengan teknologi module.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;3.3.1. Building-integrated  module&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Selain dari pencarian  bahan-bahan baru untuk meningkatkan efisiensi module yang nantinya akan  meningkatkan tenaga listrik dengan luas yang sama, maka trend sekarang  adalah memberikan nilai tambah module itu dengan menjadikan module  sebagai bagian dari bangunan yang menambah keindahan bangunan tersebut  dan menambah kenyamanan orang-orang yang tinggal di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Disamping akan mengurangi biaya  karena tidak diperlukan lagi biaya untuk pemasangan atap. Dari segi  module sebagai komponen pembangkit listrik tidak ada perubahan dalam  performansi yang dituntut. Tetapi dari segi module sebagai bahan  bangunan maka diperlukan syarat-syarat tambahan, seperti syarat  kekuatan, daya tahan terhadap hujan, angin, petir dan gangguan luar  lainnya. Selain itu bagi para arsitektur syarat keindahan arsitektur  juga diperlukan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Gambar di bawah ini memperlihatkan contoh module yang  dipakai juga sebagai bahan atap bangunan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry9.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry9.jpg"&gt;&lt;img alt="sry9.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry9.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry10.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry10.jpg"&gt;&lt;img alt="sry10.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry10.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Gb. 3.2.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Housing  roof-integrated module (sumber : JPEA)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;3.3.2. AC module&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Seperti yang telah diterangkan  diatas module adalah komponen yang merubah energi cahaya matahari  menjadi energi listrik. Listrik yang dihasilkan adalah DC. Untuk dapat  dimanfaatkan lebih banyak lagi biasanya listrik DC ini dirubah menjadi  AC. Untuk diubah maka listrik DC dari beberapa module digabungkan dan  dikonversikan menjadi AC dengan alat yang &lt;strong&gt;disebut power  conditioner&lt;/strong&gt;. Karena menggabungkan listrik dari beberapa module  maka sistim pengkabelannnya menjadi rumit dan kapasitas yang dibutuhkan  dari power conditionernya pun menjadi besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Untuk mengatasi persoalan ini,  maka sekarang dikembangkan apa yang disebut AC module. Yaitu module yang  langsung menghasilkan listrik AC. Secara prinsip tidak ada perubahaan  yang terjadi, tetapi secara teknologi diperlukan power conditioner  berskala kecil yang dapat dipasang di belakang module.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Contoh power conditioner yang  sekarang banyak dipasarkan .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry11.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry11.jpg"&gt;&lt;img alt="sry11.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry11.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Gb. 3.3.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Power  Conditioner JH40EK&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Gb. 3.3. adalah produk dari Sharp yang dapat dihubungkan  dengan 8~9 lembar module. Berat dari alat ini adalah sebesar 25 kg.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Dua trend diatas adalah lebih  pada pemberian nilai tambah module agar pemanfaatannya lebih luas lagi.  Disamping dua hal tadi untuk mendukung perkembangan agar makin  memasyarakatnya Pembangkit listrik tenaga surya maka dicari  metode-metode baru untuk menurunkan biaya per watt listrik yang  dihasilkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Gb. 3.4.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Contoh biaya  produksi (sumber : PVTEC)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;img alt="sry12.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry12.jpg?w=500" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Seperti terlihat dalam Gb. 3.4. bahwa biaya material tidak  megalami penurunan yang berarti walaupun jumlah produksinya makin  bertambah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.4. Macam-macam Komponen Modul Surya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;3.4.1. Macam-macam Modul&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Macam – macam Modul ini ada  beberapa, diantaranya ada yang dipasang secara Individual ataupun secara  umum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Dipasang secara individual  (Desentralisasi= Satu rumah satu paket pembangkit). Karenanya cocok  untuk program listrik rumah pedesaan (terpencil), dimana rumah satu  dengan lainnya berjauhan (akan sangat mahal jika listrik disalurkan  melalui jaringan kabel).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="text-align: justify; width: 628px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry13.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry13.jpg"&gt;&lt;img alt="sry13.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry13.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: small;"&gt;Ekonomis: 2 modul 5 lampu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: small;"&gt;Sedikit Pemeliharaan: 1 modul 3  lampu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: small;"&gt;Sedikit Pemeliharaan: 2 modul 5  lampu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Manfaat:&lt;br /&gt;- Tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM), hanya menggunakan sinar  matahari yang gratis, sehingga dapat dimanfaatkan didaerah terpencil.&lt;br /&gt;- Dipasang secara individual (satu rumah satu system) sehingga jika  rumah berjauhan sekalipun tidak memerlukan jaringan kabel distribusi,  dan gangguan pada satu system tidak mengganggu system lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Berikut salah satu jenis modul yang sudah ada dipasaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry14.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry14.jpg"&gt;&lt;img alt="sry14.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry14.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;Penggunaan:&lt;br /&gt;Catu daya Telekomunikasi, telemetry, system instrumentasi &amp;amp; signals,  lampu bidan desa/camping light dll.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;3.4.2. CONTROLLER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Controller/Charge Regulator  adalah alat elektronik pada system Pembangkit Listrik Tenaga Surya  (PLTS).&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Berfungsi mengatur lalu lintas listrik dari  modul surya ke battery/accu (apabila battery/accu sdh penuh maka listrik  dari modul surya tidak akan dimasukkan ke battery/accu dan sebaliknya),  dan dari battery/accu ke beban (apabila listrik dalam battery/accu  tinggal 20-30%, maka listrik ke beban otomatis dimatikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry15.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry15.jpg"&gt;&lt;img alt="sry15.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry15.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Versi standard umumnya  dilengkapi dengan fungsi-fungsi untuk melindungi battery/accu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;dengan proteksi-proteksi  berikut:&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;a.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;LVD, Low  voltage disconnect, apabila tegangan dalam battery rendah, ~11.2 V, maka  &lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;untuk sementara beban tidak dapat dinyalakan. Apabila  tegangan battery sudah melewati 12V, setelah di charge oleh modul surya,  maka beban akan otomatis dapat dinyalakan lagi (reconnect).&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;b.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;HVD, High Voltage disconnect, memutus  listrik dari modul surya jika battery/accu sudah penuh. Listrik dari  modul surya akan dimasukkan kembali ke battery jika voltage battery  kembali turun.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;c. Short circuit protection, menggunakan  electronic fuse(sikring) sehingga tidak memerlukan fuse pengganti.  Berfungsi untuk melindungi system PLTS apabila terjadi arus hubung  singkat baik di modul surya maupun pada beban. Apabila terjadi short  circuit maka jalur ke beban akan dimatikan sementara, dalam beberapa  detik akan otomatis menyambung kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;d. Reverse Polarity, melindungi dari kesalahan  pemasangan kutub (+) atau (-).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;e.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Reverse Current, melindungi agar  listrik dari battery/accu tidak mengalir ke modul surya pada malam hari.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;f. &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;PV Voltage Spike, melindungi  tegangan tinggi dari modul pada saat battery tidak disambungkan ke  controller.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;g. &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Lightning Protection, melindungi terhadap sambaran  petir (s/d 20,000 volt).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;4. SISTIM KELISTRIKAN PLTS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Dalam bagian ini akan dibahas  tentang sistim kelistrikan tenaga surya. Sebelumnya akan dijelaskan  beberapa istilah yang muncul disini. Pertama adalah power conditioner.  Power conditioner telah dijelaskan secara sangat singkat diatas, disini  akan diterangkan sedikit lebih detail.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Inti dari alat ini adalah  inverter. Yaitu komponen listrik yang berfungsi sebagai perubah listrik  DC menjadi listrik AC. Power conditioner selain berfungsi untuk  menghasilkan listrik AC yang bersih juga mengkontrol agar tegangan  keluarannya berada dalam batas tegangan yang diperbolehkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Beberapa fungsi lain power  conditioner dapat disimpulkan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;“sebagai switch yang mengontrol  dimulainya dan dihentikannya kerja sistim.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;4.4.1. Mendeteksi islanding&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Islanding &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;adalah  kondisi ketika terjadi pemutusan aliran listrik pada jaringan  distribusi yang dimiliki oleh perusahaan listrik sedangkan PLTS tetap  bekerja. Hal ini terjadi misalnya apabila timbul kerusakan pada jaringan  distribusi listrik. Bila ini terjadi akan membahayakan pekerja yang  akan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ada. Disini power conditioner  berfungsi untuk mendeteksi terjadinya &lt;em&gt;islanding &lt;/em&gt;dan dengan  segera menghentikan kerja PLTS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;4.4.2. Pengontrol maksimum tenaga listrik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Tenaga listrik yang dihasilkan  oleh solar panel tergantung pada suhu udara dan kuatnya cahaya. Pada  suatu nilai suhu dan kuatnya cahaya, hubungan antara tenaga, tegangan  dan arus listrik yang dihasilkan oleh solar panel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;Disini fungsi dari power  conditioner adalah bagaimana mengontrol agar tenaga listrik yang  diproduksi menjadi maksimum. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Hal ini disebut dengan istilah  &lt;em&gt;MPPT (Maximum Power Point Tracking).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt; &lt;strong&gt;Pembagian sistem  PLTS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Secara garis besar sistim kelistrikan tenaga surya dapat dibagi  menjadi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;5.1.Sistim Terintegrasi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Sistim ini dapat diterangkan  secara visual pada Gb.3.5. Seperti terlihat pada gambar ini, listrik  yang dihasilkan oleh array dirubah menjadi listrik AC melalui power  conditioner, lalu dialirkan ke AC load. AC load disini dapat berupa  listrik yang diperlukan di perumahan atau kantor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Yang menjadi ciri utama dari  sistim ini adalah dihubungkannya AC load ke jaringan distribusi listrik  yang dimiliki oleh perusahaan listrik. Jadi apabila listrik yang  dihasilkan oleh solar panel cukup banyak -melebihi yang dibutuhkan oleh  AC load- maka listrik tersebut dapat dialirkan ke jaringan distribusi  yang ada. Sebaliknya apabila listrik yang dihasilkan solar panel sedikit  –kurang dari kebutuhan ac load- maka kekurangan itu dapat diambil dari  listrik yang dihasilkan perusahaan listrik. Hal ini di banyak  negara-negara industri maju secara peraturan telah memungkinkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry18.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry18.jpg"&gt;&lt;img alt="sry18.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry18.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Gb. 3.6&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Contoh Sistim di  Rumah (sumber : Sharp Co.Ltd)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Keterangan : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;adalah solar panel; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;2 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;adalah  power conditioner ;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;3 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;adalah alat pendistribusi  listrik ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;4  &lt;/span&gt;&lt;span&gt;adalah alat pengukur banyaknya listrik yang dijual atau  dibeli.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Keuntungan dari sistim ini adalah tidak diperlukan lagi  battery. Biaya battery dapat dikurangi. Selain dari itu bagi rumah atau  kantor yang memasang solar panel, mereka akan mendapatkan keuntungan  dengan penjualan listrik. Persoalan yang dihadapi sekarang adalah soal  teknis. Karena terhubungi dengan sistim distribusi, maka masalah  keselamatan menjadi perhatian yang utama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Dan salah satu dari pemecahannya  adalah membuat power conditioner yang mampu mendeteksi apabila terjadi  kecelakaan dan mampu mengkontrol tegangan apabila terjadi perubahan  tegangan di AC load dan beberapa soal teknis yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;5.2&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;.  &lt;strong&gt;Sistim Independensi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Selain sistim terintegrasi yang diterangkan diatas terdapat  pula sistim independensi yang merupakan sistim yang selama ini banyak  dipakai. Seperti terlihat dalam gambar di bawah ini sistim independensi  dapat dibagi lagi yaitu yang dihubungkan dengan DC load dan yang  dihubungkan dengan AC load. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Contoh dari sistim yang dihubungkan dengan dc load adalah  pembangkit listrik untuk peralatan komunikasi. Misalnya peralatan  komunikasi yang dipasang di pegunungan. Sedangkan yang dihubungakan  dengan AC load adalah sistim pembangkit listrik untuk pulau-pulau yang  terpencil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Dalam sistim ini, battery memainkan peranan yang sangat vital.  Bila ada kelebihan listrik yang dihasilkan, misalnya pada siang hari,  listrik ini disimpan di battery. Dan pada malam hari listrik yang  disimpan ini dialirkan ke load.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Sistim seperti ini banyak  dipakai di negara-negara berkembang seperti contoh pada Gb. 3.8., Gb.  3.8 adalah sebuah contoh proyek di Mongol. Yaitu proyek pemasangan  pembangkit listrik untuk keperluan rumah sakit dan lampu penerangan.  Dalam gambar ini terlihat PLTS dikombinasikan dengan pembangkit listrik  tenaga angin. Kapasitas terpasang PLTS adalah 3.4 kW sedangkan dari  tenaga angin 1.8 kW&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry19.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry19.jpg"&gt;&lt;img alt="sry19.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry19.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry5.jpg" rel="lightbox[roadtrip]" title="sry5.jpg"&gt;&lt;img alt="sry5.jpg" src="http://rhazio.files.wordpress.com/2007/09/sry5.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Gb. 3.8&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;5.3. PLTS dilihat dari Perspektif Gender&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Target  Konsumen PLTS: Masyarakat didaerah yang belum Dilayani Listrik PLN.  Umumnya rumah terpencil, pendapatan rendah, kondisi infrastruktur minim,  penerangan dengan Lampu minyak tanah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Target dari PLTS :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Meningkatkan Kualitas hidup masyarakat: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Memberikan penerangan (lampu), dg kualitas lebih baik,  sehingga&amp;nbsp; jam belajar dan beraktifitas lebih panjang; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Membukakan akses pada informasi (radio, TV, internet); &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Memberikan akses pada sumber air minum dan pertanian (surya  untuk pompa air); &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Menciptakan bisnis baru didesa (jadi distributor/service center  yang mampu dilakukan oleh Koperasi Wanita/Nelayan/Tani/Desa), LSM; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Menciptakan Lapangan Kerja&amp;nbsp; di desa (penjualan dan service  center memerlukan banyak tenaga lokal); &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Menciptakan Tenaga Teknisi di desa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;6. Penutup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Di atas telah dijelaskan secara  singkat pembangkit listrik tenaga surya. Yang diawali dengan penjelasan  konsekomponen-kompp kerja PLTS dan komponen-komponen yang mendukung  dihasilkannya tenaga listrik. Kemudian dijelaskan juga sistim  kelistrikan tenaga surya. Dan terakhir target yang dapat dicapai dengan  adanya PLTS. Selain dari BIPV yaitu module yang dipasang di perumahan  atau bangunan-bangunan, sekarang juga telah dibahas kemungkinan  pemasangan PLTS berkapasitas sangat besar di satu wilayah tertentu. Hal  ini dimungkinkan misalnya pemasangan di negara-negara yang memiliki  padang pasir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;Selain itu yang menarik adalah  beberapa hasil karya pemanfaatan tenaga listrik dari cahaya matahari di  negara-negara berkembang seperti India, Mongol, negara-negara Eropa  timur. Seperti hasil karya dari Mongol tentang pemasangan PLTS bersekala  kecil di rumah-rumah suku-suku yang tinggal di padang rumput yang jauh  dari jaringan listrik utama.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;em&gt;Sumber  &amp;nbsp;http://rhazio.wordpress.com/2007/09/12/pembangkit-listrik-tenaga-surya/&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-6299872119259763454?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/6299872119259763454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/pembangkit-listrik-tenaga-surya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/6299872119259763454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/6299872119259763454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/pembangkit-listrik-tenaga-surya.html' title='Pembangkit Listrik Tenaga Surya'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-3284719257988693959</id><published>2010-07-22T00:37:00.002+07:00</published><updated>2010-07-22T00:37:22.481+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Electricity'/><title type='text'>[ Listrik ] Perbedaan arus AC dan DC</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Atas  permintaan si Gunyuugunyuu,  saya hendak menjelaskan UPS. Tapi, sebelumnya saya ingin menjelaskan  dahulu perbedaan &lt;strong&gt;arus AC&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;arus DC&lt;/strong&gt; pada listrik. Saya harap penjelasan saya (menggunakan papan tulis mini)  bisa dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt; &lt;li&gt;&lt;a href="http://ravimalekinth.wordpress.com/2010/06/02/listrik-perbedaan-arus-ac-dan-dc/#1"&gt;&lt;strong&gt;Arus  AC&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;li&gt;&lt;a href="http://ravimalekinth.wordpress.com/2010/06/02/listrik-perbedaan-arus-ac-dan-dc/#2" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Arus DC&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;li&gt;&lt;a href="http://ravimalekinth.wordpress.com/2010/06/02/listrik-perbedaan-arus-ac-dan-dc/#3"&gt;&lt;strong&gt;Penggunaan  Arus AC &amp;amp; Arus DC&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;li&gt;&lt;a href="http://ravimalekinth.wordpress.com/2010/06/02/listrik-perbedaan-arus-ac-dan-dc/#4" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Pengubahan AC → DC, maupun DC → AC&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;strong&gt;(Jangan lupa, klik pada  masing-masing gambar untuk memperbesar)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;strong&gt;1. Arus AC&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ravimalekinth.files.wordpress.com/2010/06/100_5911.jpg"&gt;&lt;img title="100_5911" src="http://ravimalekinth.files.wordpress.com/2010/06/100_5911.jpg?w=480&amp;amp;h=640" alt="" width="480" height="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;strong&gt;2. Arus DC&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://ravimalekinth.files.wordpress.com/2010/06/100_5915.jpg"&gt;&lt;img title="100_5915" src="http://ravimalekinth.files.wordpress.com/2010/06/100_5915.jpg?w=480&amp;amp;h=640" alt="" width="480" height="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;strong&gt;3.  Penggunaan Arus AC &amp;amp; DC&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Arus  AC&lt;/strong&gt;, pada umumnya digunakan oleh peralatan &lt;strong&gt;elektronik&lt;/strong&gt; (bukan  &lt;strong&gt;elektronika&lt;/strong&gt;).  Seperti:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt; &lt;li&gt;kipas angin,&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Air Conditioner (pendingin ruangan),&lt;/li&gt; &lt;li&gt;kulkas,&lt;/li&gt; &lt;li&gt;kompor listrik,&lt;/li&gt; &lt;li&gt;mesin cuci/pengering,&lt;/li&gt; &lt;li&gt;televisi CRT,&lt;/li&gt; &lt;li&gt;dan sejenisnya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sedangkan &lt;strong&gt;arus DC&lt;/strong&gt;, pada umunya digunakan oleh  peralatan &lt;strong&gt;elektronika&lt;/strong&gt;,  dan contohnya sangat banyak. Karena, sesuai penjelasan di atas, &lt;strong&gt;semua yang pakai baterai, umumnya arusnya DC&lt;/strong&gt;.  Contoh: Mainan anak-anak, jam tangan, kalkulator, laptop, keyboard,  telepon genggam, MP3 player, dll.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Teka-teki: Sebutkan alat elektronik yang  bisa diberi arus &lt;strong&gt;DC&lt;/strong&gt; maupun &lt;strong&gt;AC&lt;/strong&gt;!  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /&gt;&lt;/blockquote&gt;Bahkan sebenarnya, komputer, printer,  scanner, juga memerlukan &lt;strong&gt;arus  DC&lt;/strong&gt;! Lho, tapi mereka kan dicolok ke &lt;strong&gt;s&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;top kontak&lt;/strong&gt;. Seharusnya, mereka dapat &lt;strong&gt;arus AC&lt;/strong&gt; dong?  Nah, ini akan kita bicarakan selanjutnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;strong&gt;4.  Pengubahan AC ke DC, maupun DC ke AC&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengubahan arus AC ke DC, teman-teman pasti sudah familiar  dengan nama alatnya, yaitu: &lt;strong&gt;ADAPTER&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ravimalekinth.files.wordpress.com/2010/06/100_5917.jpg"&gt;&lt;img title="100_5917" src="http://ravimalekinth.files.wordpress.com/2010/06/100_5917.jpg?w=480&amp;amp;h=360" alt="" width="480" height="360" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pada adapter juga ada transformer  tegangan, tapi tidak saya gambarkan, karena saya ingin menjelaskan  konsepnya secara sederhana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, untuk pengubahan &lt;strong&gt;arus DC&lt;/strong&gt; ke &lt;strong&gt;arus AC&lt;/strong&gt;,  digunakan alat yang bernama &lt;strong&gt;INVERTER&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ravimalekinth.files.wordpress.com/2010/06/100_5921.jpg"&gt;&lt;img title="100_5921" src="http://ravimalekinth.files.wordpress.com/2010/06/100_5921.jpg?w=480&amp;amp;h=360" alt="" width="480" height="360" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;Yapp..sekian penjelasan saya. Mohon maaf  kalau tidak terlalu teknis, karena saya mencoba supaya bisa dimengerti  orang awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://ravimalekinth.wordpress.com/2010/06/02/listrik-perbedaan-arus-ac-dan-dc/" target="_blank"&gt;mikha Valerint&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 id="blogname"&gt;&lt;a href="http://ravimalekinth.wordpress.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-3284719257988693959?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/3284719257988693959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/listrik-perbedaan-arus-ac-dan-dc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/3284719257988693959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/3284719257988693959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/listrik-perbedaan-arus-ac-dan-dc.html' title='[ Listrik ] Perbedaan arus AC dan DC'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-3048221056644571004</id><published>2010-07-21T03:57:00.002+07:00</published><updated>2010-07-21T05:08:25.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>10 Keajaiban Dunia | Foto Keajaiban Dunia</title><content type='html'>Keajaiban-keajaiban yang ada di dunia ini sangatlah banyak, baik yang  berupa tempat-tempat bersejarah, benda-benda peninggalan sejarah  ataupun segala sesuatu yang dianggap unik. Sehingga muncul beberapa  istilah &lt;span style="color: #ff9900;"&gt;“7 Keajaiban Dunia”&lt;/span&gt;  atau bahkan sekarang sudah mencapai “&lt;a href="http://www.isdaryanto.com/10-keajaiban-di-dunia" style="color: #b45f06;" title="10 keajaiban di dunia"&gt;&lt;b&gt;10 Keajaiban Dunia&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;“.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa &lt;a href="http://www.isdaryanto.com/10-keajaiban-di-dunia" style="color: #b45f06;" title="10 keajaiban di dunia"&gt;&lt;b&gt;10 Keajaiban di Dunia&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  yang ada di bawah ini bukanlah merupakan “&lt;span style="color: #33cccc;"&gt;kepastian&lt;/span&gt;” bahwa hanya ini sajalah yang merupakan 10  Keajaiban Dunia, tapi beberapa tempat di bawah ini merupakan bagian dari  beberapa keajaiban yang ada di dunia.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;1.Chichen  Itza&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-3432" height="180" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/09/chichen-itza.jpg" style="border: 0pt none;" title="chichen-itza" width="240" /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan peninggalan arkeologi suku  Maya di Meksiko yang paling lengkap serta masih terawat dengan baik.  Menurut buku budaya suku Maya dari Chilam Balam, kompleks candi ini  dibangun antara tahun 502-522 Masehi. Suku Maya hanya menempatinya  selama 200 tahun, kemudian mereka berpindah ke daerah pantai di  Campeche. Itza merupakan titik sentral kompleks bangunan lainnya seperti  Piramida Kukulcan, Candi Chac Mool, dan bangunan Seribu Tiang.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;2.  Christ The Redeemer&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-3433" height="270" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/09/christ-the-redeemer.jpg" style="border: 0pt none;" title="christ-the-redeemer" width="177" /&gt;&lt;br /&gt;Atau Patung Kristus Penebus (bahasa  Portugis: Cristo Redentor) adalah patung Yesus Kristus dengan gaya  arsitektur Art Deco terbesar dan terdapat di Rio de Janeiro, Brasil.  Patung memiliki tinggi 38 meter dan terletak di puncak dari Gunung  Corcovado yang tingginya 710 m di Taman Nasional Hutan Tijuca, yang  menghadap ke kota.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;3.  Colosseum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-3435" height="141" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/09/colosseum.jpg" style="border: 0pt none;" title="colosseum" width="240" /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah gedung pertunjukan yang  besar/amphitheatre, terletak di Ibukota Negara Italia, Roma, bernama  asli “Flavian Amphitheatre”, didirikan oleh Raja Vespasian dan  terselesaikan oleh anaknya Titus. Ada yang berpendapat bahwa Colosseum  dibuat pada tahun 79 SM. Asal nama Colosseum berasal dari sebuah patung  setinggi 130 kaki atau 40 m yang bernama Colossus. Tempat ini di set  untuk menampung 50.000 orang penonton.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;4.  Great Wall of China&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-3436" height="152" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/09/great-wall-of-china.jpg" style="border: 0pt none;" title="great-wall-of-china" width="240" /&gt;&lt;br /&gt;Tembok Raksasa Cina atau Tembok Besar  merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia, terletak  di Republik Rakyat Cina. Panjangnya adalah 6.400 kilometer (dari kawasan  Sanhai Pass di timur hingga Lop Nur di sebelah barat) dan tingginya 8  meter dengan tujuan untuk mencegah serbuan bangsa Mongol dari Utara pada  masa itu. Lebar bagian atasnya 5 m, sedangkan lebar bagian bawahnya 8  m. Setiap 180-270 m dibuat semacam menara pengintai. Tinggi menara  pengintai tersebut 11-12 m. Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan  waktu ratusan tahun di zaman berbagai kaisar.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;5.  Machu Picchu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-3437" height="229" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/09/machu-picchu.jpg" style="border: 0pt none;" title="machu-picchu" width="240" /&gt;&lt;br /&gt;Machu Picchu (”Gunung Tua” dalam bahasa  Quechua; sering juga disebut “Kota Inca yang hilang”) adalah sebuah  lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan  pada ketinggian sekitar 2.350 m. diatas permukaan laut. Berada di atas  lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco. Merupakan  simbol Kerajaan Inka yang paling terkenal. Dibangun pada sekitar tahun  1450, tetapi ditinggalkan seratus tahun kemudian, ketika bangsa Spanyol  berhasil menaklukan Kerajaan Inka.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;6.  Petra&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-3438" height="179" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/09/petra.jpg" style="border: 0pt none;" title="petra" width="240" /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah situs arkeologikal di  Yordania, terletak di dataran rendah di antara gunung-gunung yang  membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar yang berawal dari Laut  Mati sampai Teluk Aqaba. Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat  dinding-dinding batu di Yordania. Simbol teknik dan perlindungan. Kota  ini didirikan dengan mengali dan mengukir cadas setinggi 40 meter. Petra  merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9SM-40M oleh Raja  Aretas IV sebagai kita yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari  bencana alam seperti badai pasir. Nabatean membangun Petra dengan  sisitem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan  bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah  banjirmedadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat  air.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;7.  Taj Mahal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-3439" height="198" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/09/taj-mahal.jpg" style="border: 0pt none;" title="taj-mahal" width="240" /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah monumen yang terletak di  Agra, India. Dibangun atas keinginan Kaisar Mughal Shah Jahan, anak  Jahangir, sebagai sebuah musoleum untuk istri Persianya, Arjumand Banu  Begum, juga dikenal sebagai Mumtaz-ul-Zamani atau Mumtaz Mahal.  Pembangunan menghabiskan waktu 23 tahun (1630-1653) dan merupakan sebuah  adi karya dari arsitektur Mughal. Shah Jahan memerintahkan Ustad Ahmad  membuat bangunan ini. Ustaz Ahmad mengumpulkan 20.000 orang pekerja yang  terdiri dari tukang batu, tukang emas, dan pengukir yang termasyhur  dari seluruh dunia. Dengan bumbung, kubah dan menara yang buat dari  marmer putih, serta seni mozak yang indah. Sebanyak 43 jenis batu  permata, termasuknya yaitu berlian, jed, kristal, topaz, dan nilam telah  digunakan untuk memper indah Taj Mahal.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;8.  Giza Pyramid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-3440" height="147" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/09/giza-pyramid.jpg" style="border: 0pt none;" title="giza-pyramid" width="240" /&gt;&lt;br /&gt;Adalah piramida tertua dan terbesar  dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza. Dibangun sebagai makam  untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu. Dibangun selama lebih dari 20  tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 SM. Tiga  piramida yang lebih kecil untuk istri Khufu, dan sebuah piramida  “satelit” yang lebih kecil lagi, berupa lintasan yang ditinggikan, dan  makam-makam mastaba berukuran kecil di sekeliling piramida para  bangsawan.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;9.  Acropolis of Athens&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-3441" height="180" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/09/acropolis-of-athens.jpg" style="border: 0pt none;" title="acropolis-of-athens" width="240" /&gt;&lt;br /&gt;Acropolis adalah dataran tinggi berbatu  setinggi 156 m, dan ada beberapa reruntuhan bangunan kuno yang dulunya  adalah kuil yg menjadi pusat sejarah Athena. Mulai dibangun 1.300 tahun  SM. Acropolis sebenarnya sebuah kota kecil yang permai, sampai kerajaan  Persia menghancurkannya di tahun 480 SM. Setahun kemudian tentara Yunani  mengalahkan Persia dan membangun ulang kuil-kuil itu. Antara tahun 467  sampai 404 SM, bangunan tersebut selesai dibangun. Pada tahun 1834  Athena menjadi ibukota Yunani, raja Otto menetapkan Acropolis sebagai  bangunan arkeologi yang dilindungi. Tahun 1975 Acropolis direstorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;10.  Alhambra&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-3442" height="151" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/09/alhambra.jpg" style="border: 0pt none;" title="alhambra" width="240" /&gt;&lt;br /&gt;Adalah nama sebuah kompleks istana  sekaligus benteng yang megah dari kekhalifahan bani ummayyah di Granada,  Spanyol bagian selatan (dikenal dengan sebutan Al-Andalus ketika  benteng ini didirikan), yang mencakup wilayah perbukitan di batas kota  Granada. Istana ini dibangun sebagai tempat tinggal khalifah beserta  para pembesarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source http://www.isdaryanto.com/10-keajaiban-di-dunia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-3048221056644571004?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/3048221056644571004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/10-keajaiban-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/3048221056644571004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/3048221056644571004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/10-keajaiban-di-dunia.html' title='10 Keajaiban Dunia | Foto Keajaiban Dunia'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-9175115125684628594</id><published>2010-07-21T03:56:00.001+07:00</published><updated>2010-07-21T04:18:49.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Keluarnya Dajjal Tanda Hari Kiamat</title><content type='html'>&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;Pengertian Dajjal&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #ff9900;"&gt; &lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Secara bahasa:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan oleh Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu dalam kitab beliau  At-Tadzkirah bahwa lafadz Dajjal dipakai untuk sepuluh makna. Di  antaranya: Kadzdzab (tukang dusta), Mumawwih (yang menipu manusia).  Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Dikatakan demikian  karena dia adalah manusia yang paling besar penipuannya.”&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff9900;"&gt; &lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Dalam istilah syar’i:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Seorang laki-laki  pendusta (penipu) yang keluar di akhir zaman mengaku sebagai Rabb.”  (Syarah Lum’atul I’tiqad)&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;Peringatan akan Keluarnya  Dajjal&lt;/h3&gt;Para nabi telah memperingatkan akan keluarnya Dajjal. Diriwayatkan  dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia, menyanjung  Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sanjungan yang merupakan hak-Nya,  kemudian menyebut Dajjal dan berkata: “Aku memperingatkan kalian  darinya. Tidaklah ada seorang nabi kecuali pasti akan memperingatkan  kaumnya tentang Dajjal. Nuh ‘alaihissalam telah memperingatkan kaumnya.  Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian satu ucapan yang belum  disampaikan para nabi kepada kaumnya: Ketahuilah dia itu buta sebelah  matanya, adapun Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah demikian.” (HR.  Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, 2930/169)&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  wa sallam berkata: “Maukah aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal  yang telah disampaikan oleh para nabi kepada kaumnya? Dia buta sebelah  matanya, membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Yang dia katakan  surga pada hakikatnya adalah neraka. Aku peringatkan kepada kalian  sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihissalam memperingatkan kaumnya.” (HR.  Al-Bukhari dan Muslim no. 2936)&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu  ‘alaihi wa sallam berkata: “Tidak ada seorang nabi pun kecuali  memperingatkan umatnya dari Dajjal. Buta satu matanya, pendusta.  Ketahuilah dia buta. Adapun Rabb kalian tidaklah demikian. Tertulis di  antara dua mata Dajjal: ك ف ر -yakni kafir.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim  no. 2933)&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;Dalam riwayat lain:&lt;/div&gt;“Bisa dibaca oleh semua mukmin yang bisa baca tulis ataupun tidak.” (HR.  Muslim 2934/105)&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="color: #33cccc;"&gt;Kejadian-Kejadian Sebelum  Keluarnya Dajjal&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Banyak kejadian telah dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  wa sallam menjelang keluarnya Dajjal. Di antara kejadian-kejadian  tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;1. Banyaknya  yang tewas ketika kaum muslimin melawan Romawi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Yusai bin Jabir: Bertiup angin di Kufah, datanglah  seorang pria yang ucapannya hanyalah: “Ya Abdullah bin Mas’ud, kiamat  telah datang.” Maka beliau duduk dan bersandar kemudian berkata:  “Sesungguhnya kiamat tak akan terjadi hingga tidak dibagikan lagi  warisan dan tidak bergembira dengan ghanimah.” Beliau berisyarat dengan  tangannya ke arah Syam seraya berujar: “Akan ada musuh yang berkumpul  untuk menyerang kaum muslimin maka kaum muslimin pun berkumpul untuk  melawan mereka.” Aku katakan: “Romawi yang anda maksud?” Beliau  menjawab: “Ya. Ketika itu akan terjadi peperangan yang dahsyat.”&lt;br /&gt;Majulah kaum muslimin siap untuk mati (membela agama), tak akan  kembali kecuali dalam keadaan menang. Bertempurlah kedua pasukan  tersebut hingga terhalangi waktu malam. Maka kembalilah dua kelompok  tersebut tanpa ada pemenang dan pasukan yang siap mati telah tiada.  Kemudian maju sekelompok kaum muslimin yang siap untuk mati, tidak  pulang kecuali dalam keadaan menang. Mereka bertempur hingga sore  kemudian kembalilah dua kelompok tersebut tanpa ada pemenang dan pasukan  yang siap mati pun habis.&lt;br /&gt;Di hari keempat majulah sisa pasukan kaum muslimin. Allah Subhanahu  wa Ta’ala berikan kemenangan kepada mereka. Mereka membunuh musuh dalam  jumlah yang tak pernah terlihat sebelumnya. Hingga ada seekor burung  yang terbang ke arah mereka mati sebelum bisa melintasi semuanya.&lt;br /&gt;Ketika itu ada orang-orang yang mencari keluarga bapaknya hanya  mendapatkan seorang saja padahal sebelumnya mereka berjumlah seratus  orang. (Kalau begini keadaannya) dengan ghanimah seperti apa dia akan  gembira? Atau warisan seperti apa dibagikan? Ketika dalam keadaan  demikian, mereka mendengar sesuatu yang lebih besar dari itu. Datang  seseorang yang berteriak (bahwa) Dajjal telah mendatangi keluarga  mereka. Maka mereka pun membuang ghanimah dari tangan-tangan mereka, dan  mengirim sepuluh pasukan berkuda sebagai mata-mata.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Sungguh aku tahu  nama-nama mereka dan nama-nama ayah mereka serta warna kuda-kuda mereka.  Mereka adalah pasukan berkuda yang terbaik di muka bumi ketika itu atau  di antara pasukan berkuda yang terbaik di muka bumi ketika itu’.” (HR.  Muslim no. 2899)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;2. Banyaknya  kemenangan diraih kaum muslimin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Nafi’ bin ‘Utbah radhiyallahu ‘anhu: Kami bersama Rasulullah  dalam satu peperangan. Datang kepada Nabi satu kaum dari Maghrib memakai  pakaian dari wol (bulu domba). Mereka bertemu Rasulullah di sebuah  bukit dalam keadaan berdiri sedangkan Rasulullah duduk. Batinku berkata:  ‘Datangilah mereka dan berdirilah antara mereka dengan Rasulullah agar  jangan sampai mereka menculik Rasulullah’. Kemudian aku berkata (dalam  hati, -pen.): ‘Mungkin beliau ingin berbicara khusus bersama mereka.’  Aku pun mendatangi mereka dan duduk di antara Rasulullah dan mereka. Aku  hafal dari beliau empat kalimat, aku hitung dengan jariku. Beliau  berkata: ‘Kalian akan berperang melawan jazirah Arab dan Allah berikan  kemenangan kepada kalian. Kemudian memerangi Persia dan kalian pun  menang. Kalian memerangi Romawi kalian pun diberikan kemenangan oleh  Allah. Dan kemudian kalian berperang melawan Dajjal, Allah juga  memberikan kemenangan untuk kalian.” (HR. Muslim no. 2900)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;3. Kaum Muslimin  menguasai Konstantinopel (Istanbul)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  wa sallam berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga orang Romawi  datang di A’maq atau Dabiq (dua tempat di Syam). Keluarlah pasukan dari  Madinah untuk menghadapi mereka. Mereka adalah di antara penduduk bumi  yang terbaik ketika itu. Ketika mereka telah berhadapan, orang Romawi  berkata: ‘Biarkanlah kami memerangi orang-orang yang telah ditawan dari  kaum kami.’ Kaum muslimin berkata: ‘Tidak, kami tak akan membiarkan  kalian memerangi saudara kami.’ Akhirnya mereka pun bertempur. Larilah  sepertiga pasukan yang Allah tak akan memberi taubat kepada mereka,  sepertiga pasukan muslimin terbunuh dan mereka adalah syuhada yang  paling afdhal di sisi Allah, sepertiga pasukan lagi yang tersisa  mendapat kemenangan dan mereka tak akan terkena fitnah (ujian)  selamanya. Mereka menguasai Konsthantiniyah (Konstantinopel, dahulu  merupakan ibukota Romawi Timur, red.). Ketika mereka tengah membagi  rampasan perang dan telah menggantungkan pedang mereka di pohon zaitun,  berteriaklah setan: ‘Masihid (Dajjal) telah mendatangi keluarga kalian.’  Mereka pun keluar, padahal itu adalah berita batil. Ketika mereka  sampai di Syam, keluarlah Dajjal….” (HR. Muslim no. 2897)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;4. Dajjal keluar  ketika telah sedikitnya orang Arab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Syarik radhiyallahu ‘anha, beliau mendengar Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Sungguh manusia akan melarikan  diri dari Dajjal ke gunung-gunung.” Ummu Syarik berkata: “Ya Rasulullah,  di mana orang-orang Arab ketika itu?” Beliau menjawab: “Mereka  sedikit.” (HR. Muslim no. 2945)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;5. Sebelum  keluarnya Dajjal, manusia tertimpa tiga paceklik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum keluarnya Dajjal, manusia tertimpa tiga paceklik yang dahsyat  sehingga mereka mengalami kelaparan. Allah Subhanahu wa Ta’ala  memerintahkan langit di tahun pertama untuk menahan sepertiga hujan,  memerintahkan bumi untuk menahan sepertiga tumbuhannya. Kemudian Allah  Subhanahu wa Ta’ala perintahkan langit di tahun kedua untuk menahan dua  pertiga hujannya dan memerintahkan tanah untuk menahan dua pertiga  tanamannya. Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan langit di  tahun ketiga menahan semua hujannya, tak ada yang turun satu tetespun  dan memerintahkan tanah untuk menahan semua tumbuh-tumbuhan.  (Sebagaimana dalam hadits Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu dan Asma` bintu  Yazid Al-Anshariyah radhiyallahu ‘anha. Lihat kitab Qishshatu Masihid  Dajjal wa Nuzul ‘Isa wa Qatlihi Iyyahu karya Asy-Syaikh Al-Albani  rahimahullahu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;Sebab Keluarnya Dajjal&lt;/h3&gt;Sebabnya adalah karena satu amarah. Ummul Mukminin Hafshah bintu  ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata kepada Abdullah bin ‘Umar  radhiyallahu ‘anhuma: “Tidakkah kau tahu bahwasanya Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ”Dia keluar hanyalah karena satu  amarah yang ia rasakan.” (HR. Muslim no. 2932)&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;Tempat keluarnya Dajjal&lt;/h3&gt;Diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebutkan perkara Dajjal pada  satu hari. Beliau merendahkan dan kadang mengeraskan suaranya hingga  kami menyangka dia ada di pojok kebun korma. Beliau Shallallahu ‘alaihi  wa sallam berkata: “Selain Dajjal lebih aku takutkan (menimpa) kalian.  Karena jika Dajjal keluar dan aku masih ada di antara kalian niscaya aku  akan menjadi pelindung kalian. Jika dia keluar ketika aku telah tiada  maka setiap muslim akan menjadi pembela dirinya sendiri. Allah yang akan  menjaminku membela setiap muslim. Dia adalah seorang pemuda yang sangat  keriting, matanya tidak ada cahayanya, aku mengira dia mirip dengan  Abdul ‘Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kalian mendapatinya  bacalah awal surat Al-Kahfi. Dia akan keluar dari jalan antara Syam dan  Irak, berjalan ke kiri dan ke kanan. Wahai hamba-hamba Allah,  istiqamahlah.” (HR. Muslim no. 2937)&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;Dajjal adalah Cobaan yang  Terbesar&lt;/h3&gt;Dajjal merupakan cobaan paling besar yang menimpa manusia di dunia.  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai manusia,  sesungguhnya tidak ada makhluk di muka bumi ini sejak Allah menciptakan  Adam sampai hari kiamat yang fitnahnya lebih besar daripada Dajjal.”  (HR. Muslim no. 2946)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tidak ada antara  penciptaan Adam dan hari kiamat makhluk yang lebih besar dari Dajjal  (dalam satu riwayat: fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal).” (HR.  Muslim no. 2946)&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;Negeri yang Tidak Dimasuki  Dajjal&lt;/h3&gt;Tidak ada satu negeri pun di bumi ini kecuali akan didatangi dan  dikuasai Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Anas bin Malik radhiyallahu  ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  berkata: “Tidak ada satu negeri pun kecuali akan didatangi (dikuasai)  Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Tidak ada satu celah pun di negeri  tersebut kecuali ada malaikat yang menjaganya. Kemudian Dajjal datang ke  suatu daerah -di luar Madinah- yang tanahnya bergaram. Bergoyanglah  Madinah tiga kali, Allah keluarkan dengan sebabnya semua orang kafir dan  munafiq dari Madinah.” (HR. Muslim no. 2943)&lt;br /&gt;Di antara negeri yang tidak didatangi (tidak dikuasai) Dajjal adalah  Baitul Maqdis dan bukit Tursina. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa  sallam berkata: “Dia akan tinggal selama 40 hari mendatangi semua tempat  kecuali empat masjid: Masjidil Haram, Masjid Madinah, Bukit Tursina  (Palestina), dan Masjidil Aqsha (Palestina).” (HR. Ahmad dan lainnya.  Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata sanadnya shahih. Lihat  Qishshatu Al-Masihid Dajjal wa Nuzul ‘Isa)&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;Lama Tinggalnya Dajjal di  Bumi&lt;/h3&gt;Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu disebutkan:  “…Kami berkata: ‘Ya Rasulullah, berapa lama Dajjal tinggal di bumi?’  Rasulullah berkata: ‘40 hari. Satu harinya seperti satu tahun, kemudian  seperti sebulan, kemudian seperti sepekan, kemudian hari-hari lainnya  seperti hari kalian sekarang…’.” (HR. Muslim no. 2937)&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;Yang membunuh Dajjal&lt;/h3&gt;Setelah Dajjal tinggal di bumi 40 hari, Allah Subhanahu wa Ta’ala pun  menurunkan Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa  sallam berkata: “Dajjal keluar di antara umatku selama 40 hari, kemudian  Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Isa bin Maryam ‘alaihissalam yang  mirip dengan ‘Urwah bin Mas’ud. ‘Isa ‘alaihissalam mencarinya dan  membunuhnya….” (HR. Muslim no. 2940)&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;Dalam riwayat lain:&lt;/div&gt;“Dajjal dikejar oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam hingga mendapatkannya di  Bab Ludd (satu negeri dekat Baitul Maqdis –Palestina, red.). Beliau pun  membunuhnya.” (HR. Muslim no. 2937)&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;Dalam hadits lain:&lt;/div&gt;“Ketika musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala (yakni Dajjal, -pen.) melihat  Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, melelehlah (tubuhnya) sebagaimana garam meleleh  di air. Seandainya dibiarkan niscaya akan meleleh hingga binasa, akan  tetapi Allah membunuhnya melalui tangan ‘Isa ‘alaihissalam,  memperlihatkan darahnya kepada mereka di tombak Nabi ‘Isa  ‘alaihissalam.” (HR. Muslim 2897)&lt;br /&gt;Inilah sekelumit permasalahan Dajjal yang perlu kita ketahui dan  imani. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kita dari fitnah  Dajjal dan menambah keimanan kita.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;Wa akhiru da’wana  anilhamdulillahi Rabbbil ‘alamin&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff99cc;"&gt;***Sumber : Al-Ustadz Abu  Abdillah Abdurrahman Mubarak (www.asysyariah.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff99cc;"&gt;Source http://www.isdaryanto.com/&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-9175115125684628594?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/9175115125684628594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/keluarnya-dajjal-tanda-hari-kiamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/9175115125684628594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/9175115125684628594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/keluarnya-dajjal-tanda-hari-kiamat.html' title='Keluarnya Dajjal Tanda Hari Kiamat'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-5775531672139161855</id><published>2010-07-21T03:53:00.001+07:00</published><updated>2010-07-21T04:24:12.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Orang Terkaya di Dunia 2010</title><content type='html'>&lt;h3 style="color: magenta; text-align: center;"&gt;Orang  Terkaya di Dunia 2010&lt;/h3&gt;Steve Forbes, direktur, CEO dan Kepala Redaksi Majalah Forbes telah  mengadakan konferensi pers di New York, Amerika Serikat, 10 Maret 2010  lalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2010 inipun majalah  bisnis Amerika tersebut merilis &lt;b style="color: #b45f06;"&gt;daftar orang terkaya di dunia terbaru&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daftar yang disusun tahun ini menunjukkan kenaikan jumlah orang kaya,  yakni 1.011 orang, naik dibandingkan 793 tahun lalu meski tak sebanyak  tahun 2008 yang mencapai 1.125. Dalam daftar tampak pula bahwa  orang-orang terkaya di dunia masih didominasi warga AS, yakni sebesar 40  persen. Meski begitu, angka ini turun dibandingkan persentase tahun  lalu yang besarnya 45 persen.&lt;br /&gt;Dari deretan atas daftar 10 orang terkaya di dunia tersebut masih  didominasi wajah-wajah lama seperti Bill Gates, Warren Buffet, Laskmi  Mittal dan beberapa yang lain. Dan untuk urutan pertama &lt;b style="color: #b45f06;"&gt;orang terkaya di dunia 2010&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt; &lt;/span&gt; ini dipegang oleh Carlos Slim dari Meksiko dengan total kekayaan  mencapai  USD 53,5 Miliar terpaut lebih banyak USD 500 juta dari runner  up yang dipegang oleh Bill gates bos dari Microsoft.&lt;br /&gt;Tahun inipun jumlah &lt;b style="color: #b45f06;"&gt;orang terkaya di dunia&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;.&lt;/span&gt;  yang berhasil didata meningkat dari 793 orang terkaya menjadi  1,011  orang. Sebagian besar masih didominasi oleh warga Amerika Serikat (40%)  dan terbesar dari kota New York. Negara kedua penghasil orang terkaya di  dunia dipegang Cina yang menggeser Russia yang pada tahun lalu menjadi  runner up. Jumlah orang terkaya dari Cina meningkat cukup tajam diikuti  peningkatan jumlah orang terkaya dari Asia lainnya yang cukup naik tahun  ini.&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta; text-align: center;"&gt;Daftar  10 Orang Terkaya di Dunia 2010&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.isdaryanto.com/10-orang-terkaya-di-dunia"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-3614" height="162" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/10/carlos_slim_helu.jpg" title="carlos_slim_helu" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;1. CARLOS SLIM HELU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Net Worth : &lt;b&gt;&lt;span style="color: #33cccc;"&gt;$53.5  Billion&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fortune : Self made&lt;br /&gt;Source : Telecom&lt;br /&gt;Age : 69&lt;br /&gt;Country Of Citizenship : Mexico&lt;br /&gt;Residence : Mexico City&lt;br /&gt;Industry : Telecommunications&lt;br /&gt;Education : NA&lt;br /&gt;Marital Status : Widowed, 6 children&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.isdaryanto.com/10-orang-terkaya-di-dunia"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-3608" height="162" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/10/william_gates-iii.jpg" title="william_gates-iii" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;2. BILL GATES&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Net Worth : &lt;b&gt;&lt;span style="color: #33cccc;"&gt;$53.0  Billion&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fortune : Self Made&lt;br /&gt;Source : Microsoft&lt;br /&gt;Age : 54&lt;br /&gt;Country Of Citizenship : United States&lt;br /&gt;Residence : Medina, Washington&lt;br /&gt;Industry : Software&lt;br /&gt;Education : Harvard University, Drop Out,&lt;br /&gt;Marital Status : Married, 3 children&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.isdaryanto.com/10-orang-terkaya-di-dunia"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-3612" height="162" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/10/warren_buffett.jpg" title="warren_buffett" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;3. WARREN BUFFETT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Net Worth : &lt;b&gt;&lt;span style="color: #33cccc;"&gt;$47.0  Billion&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fortune : Self Made&lt;br /&gt;Source : Berkshire Hathaway&lt;br /&gt;Age : 79&lt;br /&gt;Country Of Citizenship : United States&lt;br /&gt;Residence : Omaha, Nebraska&lt;br /&gt;Industry : Investments&lt;br /&gt;Education : Columbia University, Master of Science&lt;br /&gt;Marital Status : Widowed, remarried, 3 children&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.isdaryanto.com/10-orang-terkaya-di-dunia"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-3618" height="162" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/10/mukesh_ambani.jpg" title="mukesh_ambani" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;4. MUKESH AMBANI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Net Worth : &lt;b&gt;&lt;span style="color: #33cccc;"&gt;$29.0  Billion&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fortune : Inherited and Growing&lt;br /&gt;Source : Petrochemicals&lt;br /&gt;Age : 52&lt;br /&gt;Country Of Citizenship : India&lt;br /&gt;Residence : Mumbai&lt;br /&gt;Industry : Manufacturing&lt;br /&gt;Education : University of Bombay, Bachelor of Arts/Science&lt;br /&gt;Marital Status : Married, 3 children&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.isdaryanto.com/10-orang-terkaya-di-dunia"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-3619" height="162" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/10/lakshmi_mittal.jpg" title="lakshmi_mittal" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;5. LAKSHMI MITTAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Net Worth : &lt;b&gt;&lt;span style="color: #33cccc;"&gt;$28.7  Billion&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fortune : Inherited and Growing&lt;br /&gt;Source : Steel&lt;br /&gt;Age : 59&lt;br /&gt;Country Of Citizenship : India&lt;br /&gt;Residence : London&lt;br /&gt;Industry : Steel&lt;br /&gt;Education : St Xavier’s College Calcutta, Bachelor of Arts/Science&lt;br /&gt;Marital Status : Married, 2 children&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.isdaryanto.com/10-orang-terkaya-di-dunia"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-3615" height="162" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/10/lawrence_ellison.jpg" title="lawrence_ellison" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;6. LAWRENCE ELLISON&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Net Worth : &lt;b&gt;&lt;span style="color: #33cccc;"&gt;$28.0  Billion&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fortune : Self made&lt;br /&gt;Source : Oracle&lt;br /&gt;Age : 65&lt;br /&gt;Country Of Citizenship : United States&lt;br /&gt;Residence : Redwood City, California&lt;br /&gt;Industry : Software&lt;br /&gt;Education : University of Illinois, Drop Out&lt;br /&gt;Marital Status : Married, 2 children&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.isdaryanto.com/10-orang-terkaya-di-dunia"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-3616" height="162" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/10/bernard-arnault.jpg" title="bernard_arnault" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;7. BERNARD ARNAULT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Net Worth : &lt;b&gt;&lt;span style="color: #33cccc;"&gt;$27.5  Billion&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fortune : Inherited and Growing&lt;br /&gt;Source : LVMH&lt;br /&gt;Age : 61&lt;br /&gt;Country Of Citizenship : France&lt;br /&gt;Residence : Paris&lt;br /&gt;Industry : Retail&lt;br /&gt;Education : Ecole Polytechnique, Bachelor of Arts / Science&lt;br /&gt;Marital Status : Married, 5 children&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.isdaryanto.com/10-orang-terkaya-di-dunia"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-3620" height="162" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/10/eike-batista.jpg" title="eike_batista" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;8. EIKE BATISTA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Net Worth : &lt;b&gt;&lt;span style="color: #33cccc;"&gt;$27.0  Billion&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fortune : Self Made&lt;br /&gt;Source : Mining, Oil&lt;br /&gt;Age : 53&lt;br /&gt;Country Of Citizenship : Brazil&lt;br /&gt;Residence : Rio de Janeiro&lt;br /&gt;Industry : Retail&lt;br /&gt;Education : RWTH Aachen University, Drop Out&lt;br /&gt;Marital Status : Divorced, 2 children&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.isdaryanto.com/10-orang-terkaya-di-dunia"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-3621" height="162" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/10/amancio_ortega.jpg" title="amancio_ortega" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;9. AMANCIO ORTEGA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Net Worth : &lt;b&gt;&lt;span style="color: #33cccc;"&gt;$25.0  Billion&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fortune : Self Made&lt;br /&gt;Source : Zara&lt;br /&gt;Age : 74&lt;br /&gt;Country Of Citizenship : Spain&lt;br /&gt;Residence : La Coruna&lt;br /&gt;Industry : Retail&lt;br /&gt;Education : NA&lt;br /&gt;Marital Status : Married, 3 children&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.isdaryanto.com/10-orang-terkaya-di-dunia"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-3617" height="162" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/10/karl_albrecht.jpg" title="karl_albrecht" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;10. KARL ALBRECHT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Net Worth : &lt;b&gt;&lt;span style="color: #33cccc;"&gt;$23.5  Billion&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fortune : Self Made&lt;br /&gt;Source : Aldi&lt;br /&gt;Age : 90&lt;br /&gt;Country Of Citizenship : Germany&lt;br /&gt;Residence : Mulheim an der Ruhr&lt;br /&gt;Industry : Retail&lt;br /&gt;Education : NA&lt;br /&gt;Marital Status : Married, 2 children&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source http://www.isdaryanto.com/10-orang-terkaya-di-dunia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-5775531672139161855?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/5775531672139161855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/orang-terkaya-di-dunia-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/5775531672139161855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/5775531672139161855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/orang-terkaya-di-dunia-2010.html' title='Orang Terkaya di Dunia 2010'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-8249730671338402900</id><published>2010-07-21T03:52:00.001+07:00</published><updated>2010-07-21T04:25:37.006+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Facebook'/><title type='text'>Update Status Facebook Jadi Keren</title><content type='html'>&lt;b style="color: magenta;"&gt;Update status facebook&lt;/b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt; &lt;/span&gt; sudah menjadi kegiatan rutin sehari-hari bagi pemilik akun facebook.  Mulai dari status yang berupa dakwah, pesan bijak sampai cuma sekedar  iseng aja biar mendapat komen dari teman-temannya atau bahkan jadi ajang  nampang dengan meng-upload foto-foto pribadi. Update status akan  menjadi lebih keren apabila di bawahnya ada tulisan “via Mobile Web”  atau “via Facebook for BlackBerry”. Hal ini menunjukkan bahwa si empunya  facebook lagi berada di mobil (OTW) sambil meng-update status melalui  ponsel atau yang lebih keren lagi melalui &lt;span style="color: #ff9900;"&gt;BlackBerry&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi Anda yang tidak memiliki handphone dengan fitur facebook  atau bahkan tidak memiliki BlackBerry, jangan berkecil hati. Anda bisa  nampang juga dengan update status facebook layaknya Anda memiliki  BlackBerry padahal anda update melalui laptop, komputer di rumah atau  dari warnet. Berikut ini adalah cara &lt;b style="color: #b45f06;"&gt;update status facebook&lt;/b&gt;  Anda agar lebih keren :&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;Membuat Aplikasi Facebook  Developer&lt;/h3&gt;1. Anda harus &lt;a href="http://www.isdaryanto.com/cara-login-facebook" style="color: #b45f06;" title="cara login facebook"&gt;Login ke Facebook&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. Ketikkan dalam browser internet Anda (atau klik ini) &lt;span style="color: magenta;"&gt; http://www.facebook.com/developers/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. Maka akan muncul dialog box seperti di bawah ini, klik &lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff9900;"&gt;Allow&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; untuk  melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;img alt="Allow" class="aligncenter size-full wp-image-4898" height="229" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2010/03/Allow.jpg" style="border: 0px none;" title="Allow" width="525" /&gt;&lt;br /&gt;4. Setelah mucul halaman Developer, klik &lt;b style="color: #b45f06;"&gt;+ Set Up New Application&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="Set-Up" class="aligncenter size-full wp-image-4899" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2010/03/Set-Up.jpg" style="border: 0px none;" title="Set-Up" width="600" /&gt;&lt;br /&gt;5. Tuliskan aplikasi yang Anda inginkan, misalkan status anda ingin  tertulis &lt;span style="color: magenta;"&gt;“via BlackBerry Javelin  Curve”&lt;/span&gt; maka dalam kotak Application Name, isilah : &lt;span style="color: #ff9900;"&gt;BlackBerry Javelin Curve&lt;/span&gt;. Klik &lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Agree&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Create Application&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;img alt="Create" class="aligncenter size-full wp-image-4900" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2010/03/Create.jpg" style="border: 0px none;" title="Create" width="600" /&gt;&lt;br /&gt;6. Download file gambar hp ini&amp;nbsp;&lt;img alt="hp" class="alignnone size-full wp-image-4901" height="18" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2010/03/hp.jpg" style="border: 0px none;" title="hp" width="12" /&gt; untuk “via Mobile Web” atau ini &lt;a href="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2010/03/BB.jpg"&gt;&lt;img alt="BB" class="alignnone size-full wp-image-5101" height="21" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2010/03/BB.jpg" style="border: 0px none;" title="BB" width="26" /&gt;&lt;/a&gt; untuk “via Blackberry (klik kanan mouse anda dan &lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Save Image As..&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;7. Pada dialog box ini, klik &lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Change  your icon&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;img alt="edit" class="aligncenter size-full wp-image-4902" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2010/03/edit.jpg" style="border: 0px none;" title="edit" width="600" /&gt;&lt;br /&gt;8.  Klik &lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Browse&lt;/span&gt; dan  carilah gambar hp yang baru saja anda download pada langkah 6. Centang  kotak kecil dan klik &lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Upload Image&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;img alt="upload" class="aligncenter size-full wp-image-4903" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2010/03/upload.jpg" style="border: 0px none;" title="upload" width="600" /&gt;&lt;br /&gt;9. Maka hasilnya akan seperti ini. Gambar hp kecil sudah muncul.&lt;br /&gt;&lt;img alt="logo-hp" class="aligncenter size-full wp-image-4904" height="99" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2010/03/logo-hp.jpg" style="border: 0px none;" title="logo-hp" width="341" /&gt;&lt;br /&gt;10. Klik &lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Save Changes&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  untuk menyimpan hasil aplikasi. &lt;br /&gt;11. CATAT 3 informasi penting, yaitu KODE &lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;Application ID, API Key dan Secret&lt;/span&gt; karena akan  dipakai pada langkah selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source http://www.isdaryanto.com/update-status-facebook-jadi-keren&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-8249730671338402900?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/8249730671338402900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/update-status-facebook-jadi-keren.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/8249730671338402900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/8249730671338402900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/update-status-facebook-jadi-keren.html' title='Update Status Facebook Jadi Keren'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-7798638862832355696</id><published>2010-07-21T03:50:00.001+07:00</published><updated>2010-07-21T04:30:45.547+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romantis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata-kata mutiara'/><title type='text'>Kata-kata Hikmah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-879" height="225" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/01/loveheart.jpg" style="border: 0px none;" width="175" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;&amp;nbsp;Pernahkan kamu merasakan, bahwa kamu mencintai seseorang &lt;/h3&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;HEBATNYA CINTA&lt;/h3&gt;meski kamu tahu ia tak sendiri lagi?&lt;br /&gt;Dan meski kamu tahu cintamu takkan berbalas,&lt;br /&gt;tapi kamu tetap mencintainya?&lt;br /&gt;Pernahkan kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja&lt;br /&gt;demi seseorang yang kamu cintai meski kamu tahu, ia takkan pernah  peduli? Ataupun ia peduli dan mengerti tapi ia tetap pergi?&lt;br /&gt;Pernahkan kamu merasakan &lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;Hebatnya  Cinta&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia,&lt;br /&gt;bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah?&lt;br /&gt;Aku pernah tersenyum meski kuterluka,&lt;br /&gt;karena kuyakin Allah tak menjadikannya untukku&lt;br /&gt;Dan aku pernah menangis kala bahagia,&lt;br /&gt;karena ku takut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja&lt;br /&gt;Aku pernah bersedih kala bersamanya,&lt;br /&gt;karena ku takut aku akan kehilangan dia suatu saat nanti&lt;br /&gt;Dan aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,&lt;br /&gt;karena sekali lagi &lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;“cinta tak  harus memiliki”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dan aku yakin Allah telah menyiapkan cinta yang lain untukku&lt;br /&gt;Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam  pelukanku,&lt;br /&gt;karena memang &lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;cinta ada dalam  jiwa, bukan dalam raga&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;***&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;TAHUKAH ANDA ?&lt;/h3&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-880" height="224" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/01/question_mark.jpg" style="border: 0px none;" width="175" /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;Tahukah  anda&lt;/span&gt; kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya,&lt;br /&gt;adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;Tahukah anda&lt;/span&gt; kalau  orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain,&lt;br /&gt;adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;Tahukah anda&lt;/span&gt; kalau tiga  hal yang paling sulit untuk diungkapkan&lt;br /&gt;adalah “aku cinta kamu”, “maafkan aku” dan “tolong aku” ?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;Tahukah anda&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt; &lt;/span&gt;kalau  orang yang suka berpakaian warna merah,&lt;br /&gt;adalah orang yang lebih yakin kepada dirinya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;Tahukah anda&lt;/span&gt; kalau  orang yang suka berpakaian kuning,&lt;br /&gt;adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Tahukah anda&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;kalau  orang yang suka berpakaian hitam,&lt;br /&gt;adalah orang yang ingin tidak diperhatikan, butuh bantuan dan pengertian  anda?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;Tahukah anda&lt;/span&gt; kalau anda  menolong seseorang,&lt;br /&gt;pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;Tahukah anda&lt;/span&gt; bahwa  lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan&lt;br /&gt;dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung?&lt;br /&gt;Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat anda  mengatakannya dihadapan orang tersebut?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;Tahukah anda&lt;/span&gt; kalau anda  memohon sesuatu dengan keyakinan,&lt;br /&gt;keinginan anda tersebut pasti akan dikabulkan?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;Tahukah anda&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt; &lt;/span&gt;bahwa anda  bisa mewujudkan impian anda,&lt;br /&gt;seperti jatuh cinta, menjadi kaya, selalu sehat?&lt;br /&gt;Jika anda memintanya dengan keyakinan, dan jika anda benar-benar tahu,&lt;br /&gt;anda akan terkejut dengan apa yang bisa anda lakukan.&lt;br /&gt;Tapi jangan percaya semua yang saya katakan, sebelum anda mencobanya  sendiri.&lt;br /&gt;Jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu yg saya sebutkan  diatas,&lt;br /&gt;dan anda tahu anda bisa menolongnya, anda akan melihat bahwa pertolongan  tersebut akan dikembalikan dua kali lipat.&lt;br /&gt;Hari ini,&lt;span style="color: #b45f06;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;bola persahabatan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;ada  dilapangan anda, sampaikan ini kepada orang yang benar-benar menjadi  sahabat anda (termasuk saya jika saya juga sahabat). Jangan merasa  kecewa jika tidak ada seseorang yang mengirimkannya kembali kepada anda,  anda akan mengetahui bahwa anda akan tetap menjaga bola persahabatan  ini untuk yang lainnya.***&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;LUANGKANLAH WAKTU&lt;/h3&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-881" height="210" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/01/time.jpg" style="border: 0px none;" width="175" /&gt;&lt;br /&gt;Luangkanlah waktu untuk &lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;berpikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;karena berpikir adalah sumber kekuatan&lt;br /&gt;Luangkanlah waktu untuk &lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;membaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;karena membaca adalah landasan sikap bijaksana&lt;br /&gt;Luangkanlah waktu untuk &lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;bermain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;karena bermain merupakan rahasia awet muda&lt;br /&gt;Luangkanlah waktu untuk &lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;karena diam adalah kesempatan menuju Yang Maha Esa&lt;br /&gt;Luangkanlah waktu untuk&lt;span style="color: #b45f06;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;peduli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;karena peduli adalah kesempatan untuk membantu sesama&lt;br /&gt;Luangkanlah waktu untuk &lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;mencintai  dan dicintai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;karena cinta adalah anugrah yang besar dari Tuhan&lt;br /&gt;Luangkanlah waktu untuk &lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;tertawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;karena tertawa adalah musik jiwa&lt;br /&gt;Luangkanlah waktu untuk &lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;bersikap  santun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;karena sikap santun adalah jalan menuju kebahagiaan&lt;br /&gt;Luangkanlah waktu untuk&lt;span style="color: #b45f06;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;mengkhayal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;karena khayalan melahirkan masa depan&lt;br /&gt;Luangkanlah waktu untuk &lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;berdo’a&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;karena do’a adalah kekuatan terbesar di muka bumi.***&lt;br /&gt;&lt;h3 style="color: magenta;"&gt;BILA ANDA JATUH CINTA&lt;/h3&gt;&lt;a href="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/07/cinta.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-2831" height="210" src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2009/07/cinta.jpg" style="border: 0pt none;" title="cinta" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ingin tahu bahwa anda  telah jatuh cinta dengan seseorang adalah :&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;• Anda tidak akan marah  terlalu lama dan akan berusaha untuk mengawal kemarahan anda  terhadapnya.&lt;/div&gt;• Anda akan sentiasa merindukan dia.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;• Apabila berjalan dengan dia,  anda akan berjalan dengan perlahan.&lt;/div&gt;• Anda akan tersipu-sipu malu apabila bersama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;• Apabila anda berpikir  tentang dirinya, jantung anda akan berdegup keras.&lt;/div&gt;• Hanya dengan mendengar suaranya, anda akan tersenyum tanpa sebab.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;• Apabila anda melihat dia,  anda tidak akan peduli orang di sekeliling anda. Anda cuma melihat dia  seorang.&lt;/div&gt;• Anda akan mulai mendengar lagu yang berirama balada.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;• Dia sentiasa di pikiran  anda.&lt;/div&gt;• Anda akan sentiasa terhirup baunya.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;• Anda menyadari bahwa anda  akan tersenyum apabila memikirkan tentang diri dia.&lt;/div&gt;• Anda akan lakukan apa saja untuk dirinya.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;• Apabila anda membaca ini,  pada masa yg sama, ada seseorang di dalam pikiran anda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;Source http://www.isdaryanto.com/kata-kata-hikmah &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-7798638862832355696?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/7798638862832355696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/kata-kata-hikmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/7798638862832355696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/7798638862832355696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/kata-kata-hikmah.html' title='Kata-kata Hikmah'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-5009598811434228273</id><published>2010-07-21T00:42:00.001+07:00</published><updated>2010-07-21T00:42:15.459+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Electricity'/><title type='text'>ENERGI LISTRIK DAN PENGHEMATANYA</title><content type='html'>Mungkin kalian pernah melihat gambar trafo yang ada pada bagian awal  bab ini. Trafo berfungsi menurunkan tegangan listrik yang berasal dari  pusat listrik, misalnya dari PLTA (pembangkit listrik tenaga air).  Karena tegangan yang masih sangat tinggi yaitu sekitar 10.000 – 20.000  volt), maka perlu diturunkan dengan trafo atau transformator kemudian  baru disalurkan ke rumah-rumah yang hanya memerlukan tegangan sekitar  110 V – 220 V. Pada bab ini kita akan belajar lebih banyak lagi tentang  listrik yang sudah sangat kita kenal dan sangat membantu kehidupan kita  sehari-hari.  &lt;br /&gt;&lt;table class="toc" id="toc" summary="Daftar isi"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt; if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); } &lt;/script&gt; &lt;a href="" name="A._Arus_Listrik"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; A. Arus  Listrik  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Perhatikan gambar di samping! Kita dapat memanfaatkan peralatan  tersebut jika ada arus listrik yang mengalir. Bagaimana arus listrik  dapat terjadi? Dalam setiap sumber listrik terdapat kutub positif dan  kutub negatif. Jika kedua kutub dihubungkan dengan kabel, maka akan  menghasilkan arus listrik. Arus listrik adalah aliran muatan listrik  pada rangkaian tertutup yang mengalir dari tempat yang berpotensial  tinggi ke tempat yang berpotensial rendah. Tempat yang berpotensial  tinggi disebut kutub positif dan tempat berpotensial rendah disebut  kutub negatif.  &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Arus_lisstrik.jpg" title="Image:arus lisstrik.jpg"&gt;&lt;img alt="Image:arus lisstrik.jpg" border="0" height="169" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/9/91/Arus_lisstrik.jpg" width="152" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Perbedaan potensial antara kutub negatif dan kutub positif  disebut tegangan listrik atau potensial listrik. Satuan tegangan listrik  adalah volt yang diukur menggunakan alat voltmeter. Alat pengukur yang  merupakan penggabungan dari amperemeter, voltmeter, dan ohmmeter disebut  avometer atau multimeter. Perhatikan satuan listrik lain di bawah ini!  &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Avometer.jpg" title="Image:avometer.jpg"&gt;&lt;img alt="Image:avometer.jpg" border="0" height="109" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/6/61/Avometer.jpg" width="239" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="B._Rangkaian_Listrik"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; B.  Rangkaian Listrik  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Rangkaian listrik adalah suatu hubungan sumber listrik dengan  alat-alat listrik lainnya yang mempunyai fungsi-fungsi tertentu. Contoh  alat-alat listrik yang sering digunakan dalam rangkaian listrik  sederhana adalah sakelar dan lampu. Sakelar adalah alat listrik yang  berfungsi menghubungkan dan memutuskan arus listrik. Berdasarkan susunan  hubungan alat-alat listrik maka rangkaian listrik tersusun dengan tiga  cara, yaitu rangkaian seri, rangkaian paralel, dan rangkaian campuran.  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="1._Rangkaian_Seri"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; 1.  Rangkaian Seri  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;a class="image" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Disusun_seri.jpg" title="Image:disusun seri.jpg"&gt;&lt;img alt="Image:disusun seri.jpg" border="0" height="168" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/1/18/Disusun_seri.jpg" width="152" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;Rangkaian seri adalah rangkaian alat-alat listrik yang disusun  berurutan tanpa cabang. Perhatikan gambar rangkaian seri di samping!  Berdasarkan contoh rangkaian seri di atas, maka ciri-ciri rangkaian seri  adalah sebagai berikut. a. Arus listrik mengalir tanpa melalui cabang.  Arus listrik yang mengalir melalui lampu 1 melalui lampu 2, demikian  pula yang melalui baterai 1 dan baterai 2. b. Jika salah satu alat  listrik dilepas atau rusak maka arus listrik akan putus.  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="2._Rangkaian_Paralel"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; 2.  Rangkaian Paralel  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Rangkaian paralel adalah rangkaian alat-alat listrik yang dihubungkan  secara berjajar dengan satu atau beberapa cabang. Alat listrik yang  dapat dirangkai secara paralel adalah lampu dan baterainya. Perhatikan  gambar rangkaian paralel di bawah ini! a Lampu disusun paralel  &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Lampu_disusun_paralel.jpg" title="Image:Lampu disusun paralel.jpg"&gt;&lt;img alt="Image:Lampu disusun paralel.jpg" border="0" height="132" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/7/76/Lampu_disusun_paralel.jpg" width="235" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;b Baterai disusun paralel  &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Baterai_disusun_paralel.jpg" title="Image:Baterai disusun paralel.jpg"&gt;&lt;img alt="Image:Baterai disusun paralel.jpg" border="0" height="165" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/c/ce/Baterai_disusun_paralel.jpg" width="247" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;Berdasarkan contoh di atas maka ciri-ciri rangkaian paralel  sebagai berikut. a. Arus mengalir melalui satu cabang atau lebih. Arus  listrik yang melalui lampu 1 atau baterai 1 tidak melalui lampu 2 atau  baterai 2. b. Jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak arus  listrtik akan tetap mengalir melalui cabang yang lain. Rangkaian listrik  di rumah kita dipasang secara paralel, sehingga jika salah satu lampu  dipadamkan lampu yang lainnya tetap menyala.  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="3._Rangkaian_Campuran"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; 3.  Rangkaian Campuran  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Rangkaian campuran adalah rangkaian perpaduan antara rangkaian seri  dan parallel. Perhatikan contoh rangkaian campuran berikut!  &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Rangkaian_listrik_campuran.jpg" title="Image:Rangkaian listrik campuran.jpg"&gt;&lt;img alt="Image:Rangkaian listrik campuran.jpg" border="0" height="159" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/f/f6/Rangkaian_listrik_campuran.jpg" width="262" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="C._Konduktor_dan_Isolator"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;  C. Konduktor dan Isolator  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Pada rangkaian tertutup bola lampu dapat menyala jika dihubungkan  dengan kutub-kutub sumber listrik oleh kawat/benda penghantar listrik  yang baik .Bendabenda yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik  disebut konduktor, umumnya terbuat dari logam seperti tembaga, besi,  alumunium, seng dan sebagainya. Sedangkan benda-benda penghantar arus  listrik yang buruk disebut isolator, umumnya terbuat dari bahan bukan  logam seperti plastik, kayu, udara, kertas, air dan sebagainya.  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="D._Sumber-Sumber_Listrik"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;  D. Sumber-Sumber Listrik  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Sumber listrik adalah alat listrik yang dapat menghasilkan arus  listrik atau energi listrik. Beberapa sumber listrik yang sering  digunakan di antaranya batu baterai, accumulator, dinamo dan generator.  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="1._Batu_baterai"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; 1. Batu  baterai  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Batu baterai atau baterai kering terdiri atas wadah seng yang berisi  campuran selmiak, serbuk arang, batu kiwi serta batang karbon. Zat -zat  kimia tersebut bereaksi sehingga wadah seng menjadi kutub negatif dan  batang karbon menjadi kutub positif. Perbedaan tegangan antara kutub  positif dan kutub negatif sebanyak 1,5 volt. Jika baterai kering  dipakai, kekuatan listriknya akan semakin melemah yang akhirnya akan  habis. Baterai ini tidak dapat digunakan lagi. Pada saat baterai kering  digunakan terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik.  &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Energi_dan_bagian-bagianya.jpg" title="Image:Energi dan bagian-bagianya.jpg"&gt;&lt;img alt="Image:Energi dan bagian-bagianya.jpg" border="0" height="179" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/5/54/Energi_dan_bagian-bagianya.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="2._Accumulator"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; 2.  Accumulator  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Accumulator (aki) atau baterai basah terdiri atas lempengan logam  timbal dan timbal peroksida yang dicelupkan ke dalam larutan asam  sulfat. Di dalam accumulator, logam timbal dan timbal peroksida bereaksi  dengan asam sulfat, sehingga hasil dari reaksi kimia itu lempengan  logam timbal menjadi kutub negatif dan lempengan logam peroksida menjadi  kutub positif. Perbedaan potensial antara kutub positif dan kutub  negatif accu, di antaranya 2 volt, 4 volt, 6 volt, 8 volt, 10, volt, 12  volt, dan sebagainya.  &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Akumulator_dan_bagian-bagiannya.jpg" title="Image:Akumulator dan bagian-bagiannya.jpg"&gt;&lt;img alt="Image:Akumulator dan bagian-bagiannya.jpg" border="0" height="128" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/6/61/Akumulator_dan_bagian-bagiannya.jpg" width="293" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;Setelah accumulator digunakan beberapa lama, kemampuannya  menghasilkan energi listrik semakin berkurang dan akhirnya habis.  Kemampuannya dapat diperbaharui kembali dengan cara melakukan  penyetruman. Caranya, kutub positif accu dihubungkan dengan kutub  positif dan kutub negatif accu dihubungkan dengan kutub negatif sumber  listrik searah lainnya. Pada saat accu digunakan terjadi perubahan  energi kimia menjadi energi listrik, sedangkan pada saat penyetruman  terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia.  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="3._Dinamo_dan_generator"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; 3.  Dinamo dan generator  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Dinamo sepeda terdiri atas kumparan yang ditempatkan di tengah medan  magnet U. ketika kepala dinamo berputar, kumparan akan turut berputar.  Perputaran kumparan di dalam medan magnet menghasilkan energi listrik.  Jadi, dinamo mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Sumber  listrik lainnya yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik adalah  generator. Untuk menghasilkan energi listrik yang lebih besar digunakan  generator yang besar. Generator besar digerakkan oleh kincir besar atau  turbin. Turbin diputar dengan memanfaatkan tenaga air dari  bendungan/dam. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh PLTA sangat tinggi,  yaitu sekitar 10.000 – 20.000 volt. Ketika dialirkan ke rumah-rumah  tegangannya diturunkan menggunakan transformator atau trafo menjadi 110 –  220 volt. Tranformator atau trafo adalah alat listrik yang dapat  menaikkan dan menurunkan tegangan listrik. Trafo yang dapat menaikkan  tegangan listrik disebut trafo step up. Sedangkan trafo yang dapat  menurunkan tegangan listrik disebut trafo step down.  &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Salah_satu_pembangkit_listrik.jpg" title="Image:salah satu pembangkit listrik.jpg"&gt;&lt;img alt="Image:salah satu pembangkit listrik.jpg" border="0" height="209" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/d/d3/Salah_satu_pembangkit_listrik.jpg" width="332" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="E._Manfaat_dan_Bahaya_Energi_Listrik"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; E. Manfaat dan Bahaya Energi Listrik  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;a href="" name="1._Manfaat_Energi_Listrik"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;  1. Manfaat Energi Listrik  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Pada era modern ini, energi listrik merupakan bentuk energi yang  paling banyak dimanfaatkan daripada bentuk-bentuk energi lainnya. Hal  ini disebabkan dua alasan yaitu:  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="a_Energi_listrik_mudah_diangkut"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; a Energi listrik mudah diangkut  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Energi listrik yang digunakkan di rumah kita berasal dari PLTA, PLTD,  atau PLTU. Dari pembangkit listrik, energi diangkut oleh konduktor  menempuh jarak berpuluh-puluh, beratus-ratus, bahkan beribu-ribu  kilometer hingga mencapai rumah kita. Pengangkutan dengan cara ini  mudah, cepat, dan terus-menerus tanpa putus.  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="b._Energi_listrik_mudah_dimanfaatkan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; b. Energi listrik mudah dimanfaatkan  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Memanfaatkan energi listrik berarti mengubah energi listrik menjadi  bentuk-bentuk energi lainnya. Dengan menggunakan energi listrik, kita  banyak mendapatkan kemudahan, misalnya: 1) Energi listrik berubah  menjadi energi kalor/panas, contohnya setrika listrik. Setrika listrik  lebih mudah dipakai dibandingkan dengan setrika konvensional yang  menggunakan arang yang dibakar. 2) Energi listrik berubah menjadi energi  cahaya, contohnya bola lampu atau lampu neon. Bandingkan betapa  rumitnya jika kita menggunakan lampu petromak atau lampu minyak yang  menggunakan bahan bakar minyak tanah. Pada lampu petromak terjadi  perubahan energi kimia menjadi energi cahaya. 3) Energi listrik menjadi  energi gerak, contohnya kipas angin. Bandingkan jika kita menggunakan  kipas, maka tenaga yang dibutuhkan lebih banyak dan terjadi perubahan  energi kimia dari makanan menjadi energi gerak.  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="2._Bahaya_Energi_Listrik"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;  2. Bahaya Energi Listrik  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Selain banyak manfaatnya, energi listrik dapat pula menimbulkan  kerugian. Di antara kerugian yang paling besar adalah hubungan singkat  atau korsluiting (dibaca: konsleting) yang dapat mengakibatkan  kebakaran. Pada saat kortsluiting, arus listrtik tidak mengalir melalui  alat-alat listrik sehingga energi listrik diubah menjadi energi panas  oleh kawat penghantar. Jika energi panas itu sangat besar maka  kabel/kawat akan berpijar yang akhirnya menimbulkan kebakaran. Untuk  mencegah bahaya kebakaran atau kerusakan karena korsluiting maka  digunakan sekering. Sekering terdiri atas seutas kawat logam timah hitam  yang dibungkus dengan porselen atau kaca sebagai isolator. Perhatikan  gambar sekering di bawah ini!  &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Sekering_dan_bagian-bagiannya.jpg" title="Image:Sekering dan bagian-bagiannya.jpg"&gt;&lt;img alt="Image:Sekering dan bagian-bagiannya.jpg" border="0" height="110" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/b/bf/Sekering_dan_bagian-bagiannya.jpg" width="209" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="F._Penghematan_Energi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; F.  Penghematan Energi  &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Energi yang kita pakai setiap hari lama-kelamaan akan habis. Energi  listrik dan energi minyak bumi merupakan energi yang dapat cepat habis  jika dipergunakan terus-menerus. Penggunaan energi listrtik dan energi  minyak bumi haruslah dipergunakan sehemat mungkin, dengan cara  memakainya seperlunya sesuai dengan keperluan atau mencari alternatif  lain sebagai pengganti energi listrik dan energi minyak bumi. Apa yang  harus kita lakukan untuk menghemat energi listrik? Cara untuk menghemat  energi listrik di antaranya adalah: 1. Menggunakan listrik seperlunya,  misalnya pada saat menghidupkan televisi atau radio, kita tidak  membiarkannya tetap hidup sementara kita sudah tidak menonton atau  mendengarkan siaran radio. 2. Menggunakan lampu dengan daya yang rendah  sesuai dengan kebutuhan. 3. Tidak terlalu sering menghidupkan dan  mematikan alat listrik dengan daya tinggi, misalnya setrika. 4. Tidak  lupa mematikan lampu pada saat bangun pagi. Cobalah diskusikan dengan  teman kalian, hal apalagi yang bisa dilakukan untuk menghemat energi  listrik!  &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="G._Membuat_Suatu_Model_Menggunakan_Energi_Listrik"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; G. Membuat Suatu Model Menggunakan Energi Listrik   &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Alat listrik terdiri dari bebrbagai macam jenis dan kegunaannya.  Beberapa alat listrik tersebut dapat kita buat sendiri dengan  bahan-bahan sederhana. Berikut ini, kita akan membuat bel listrik.  Adapun alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat bel listrik adalah  sebagai berikut. 1. Kawat email kecil sebesar rambut (0,01 mili) antara 5  - 10 meter. 2. Bekas gulungan/kelos benang satu buah; 3. Mur baud  ukuran 5 - 8 mili atau paku besar satu buah; 4. Sepotong triplek; 5. Dua  meter kabel dua warna; 6. Empat buah batu baterai berikut tempatnya; 7.  Satu lempeng kecil seng yang agak keras bekas plat atau kaleng makanan/  kue; 8. Sakelar; dan 9. Paku kecil 2 - 4 buah. Untuk membuat bel  listrik, perhatikan skema bel listrik di bawah ini!  &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Beel_listrik.jpg" title="Image:Beel listrik.jpg"&gt;&lt;img alt="Image:Beel listrik.jpg" border="0" height="143" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/b/b6/Beel_listrik.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;Langkah yang harus dilakukan adalah mengumpulkan sebuah alat dan  bahan yang diperlukan, kemudian susun alat dan bahan tesebut seperti  contoh skema tersebut. Tanyakan kepada Bapak dan Ibu Guru tentang  hal-hal yang belum dimengerti. Hati-hati menggunakan alat-alat listrik.  &lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Rannngkumann.jpg" title="Image:Rannngkumann.jpg"&gt;&lt;img alt="Image:Rannngkumann.jpg" border="0" height="236" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/b/b5/Rannngkumann.jpg" width="354" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.crayonpedia.org/mw/ENERGI_LISTRIK_DAN_PENGHEMATANYA_6.2_HERI_SULISTYANTO&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-5009598811434228273?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/5009598811434228273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/energi-listrik-dan-penghematanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/5009598811434228273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/5009598811434228273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/energi-listrik-dan-penghematanya.html' title='ENERGI LISTRIK DAN PENGHEMATANYA'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-4448294951673153965</id><published>2010-07-20T22:29:00.000+07:00</published><updated>2010-07-20T22:29:41.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Angin'/><title type='text'>KINCIR ANGIN</title><content type='html'>&lt;table border="0" height="557"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="3" height="28" width="71%"&gt;&lt;div style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Masalah                  : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bagaimana Membuat Model Kincir  Angin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="28" width="37%"&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="3" height="28" width="71%"&gt;                 &lt;div style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: medium;"&gt;Alat                 dan Bahan yang Digunakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="28" width="37%"&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="1" width="3%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td colspan="2" height="1" width="101%"&gt;                 &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;::                 Gunting :: Pelobang kertas :: Penggaris :: Sedotan  minuman ::                 Kertas hvs :: Tanah liat :: Pensil :: Benang jahit ::  Koin logam                 besar :: Penjepit kertas ::&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="3" height="24" width="71%"&gt;                 &lt;div style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: medium;"&gt;Prosedur                  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="37%"&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="24" width="4%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="3%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="64%"&gt;                 &lt;ol style="color: #663300; font-size: 10pt;"&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Potong                     kertas segiempat ukuran 15cm x 15 cm.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Gambar                     garis diagonal menyilang kertas segiempat membentuk  huruf X.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Gunakan                     koin untuk menggambar lingkaran di tengah kertas  segiempat.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Dengan                     pelobang kertas, buatlah satu lobang pada tiap-tiap  sudut                     kertas seperti yang ditunjukkan pada gambar.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Buatlah                     lubang melalui tengah lingkaran dengan ujung pensil.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Potong                     empat garis diagonal sampai pinggir lingkaran di  tengah                     kertas.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: #663300;"&gt;Untuk                     membuat kertas berputar, lipat sudut-sudut kertas  dengan                     menyatukan&lt;/span&gt;kertas.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Masukkan                     sedotan melalui lobang tersebut, dan tempatkan roda  kertas                     di tengah sedotan.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Sumbatkan                     sepotong kecil tanah liat ke kedua ujung sedotan  menahan                     rodaagar tetap pada tempatnya.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Potong                     benang jahit sepanjang 60 cm.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Ikat                     ujung benang kira-kira 5 cm dari ujung sedotan.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Ikat                     ujung yang bebas dari benang ke penjepit kertas.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Pegang                     sedotan dengan tangan kirimumu dan menghadap ke muka  kamu,                     dengan ibu jari menghadap tubuhmu.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Ayunkan                     ujung sedotan pada alur yang terbentuk antara  telunjuk dan                     ibu jari kamu. Jangan jepit sedotan tersebut.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Hembus                     kincir angin kertas tersebut.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin: 1px 0pt 2px; text-indent: 1px; word-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Amati                     gerakan roda kertas, sedotan, dan penjepit kertas.&lt;/span&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="37%"&gt;                 &lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;img border="0" height="62" src="http://www.progriptek.ristek.go.id/webrur/images/kincir.gif" width="90" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;img border="0" height="173" src="http://www.progriptek.ristek.go.id/webrur/images/kincir2.gif" width="80" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="3" height="24" width="71%"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: medium;"&gt;Hasil&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="37%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="24" width="4%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="3%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td colspan="2" height="24" width="101%"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Roda                 kertas dan sedotan berputar. Benang yang tertempel pada  sedotan                 berputar melilit sedotan, dan sehingga penjepit kertas  bergerak                 naik.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="3" height="24" width="71%"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: medium;"&gt;Mengapa?&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="37%"&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="24" width="4%"&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="3%"&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;td colspan="2" height="24" width="101%"&gt;                 &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Mesin                 merupakan alat yang membuat kerja menjadi lebih mudah.  Roda                 kertas dan sedotan membentuk mesin sederhana yang  disebut &lt;i&gt;roda&lt;/i&gt;                 dan &lt;i&gt;roda as&lt;/i&gt; (roda besar tempat roda kecil  melekat).                 Benang dan penjepit kertas yang dihubungkan menghasilkan  model                 yang memperagakan cara kerja kincir angin. Layar kertas  dari                 model kincir angin bergerak seperti roda dan berputar  dalam                 lingkar yang besar, sedotan merupakan as roda dan  berputar                 bersama, tetapi roda membuat siklus yang lebih besar  daripada                 roda as. Ketika roda membuat satu putaran besar, benang  berputar                 sekali mengitari as, beban (penjepit kertas) naik dan  jarak                 perpindahannya sebanding jarak putaran as. Hal ini  membutuhkan                 sedikit gaya untuk menaikkan beban (penjepit kertas)  dengan                 memutar roda besar daripada menaikkan beban langsung  dengan                 tangan kamu. (Sebuah beban merupakan obyek yang  digerakkan oleh                 mesin).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="3" height="24" width="71%"&gt;                 &lt;div style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: medium;"&gt;Mari                 Amati !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="37%"&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="24" width="4%"&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="3%"&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;td colspan="2" height="24" width="101%"&gt;                 &lt;ol style="color: #663300; font-size: 10pt;"&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Apakah                     ukuran roda mempengaruhi hasilnya? Ulangi eksperimen  dua                     kali, tiap kali eksperimen, ubah ukuran roda kertas.  Pertama                     buatlah roda dengan menggunakan kertas ukuran 7,5 cm  x 7,5                     cm, dan kemudian yang kedua gunakan kertas segiempat  dengan                     ukuran 30 cm x 30 cm.&lt;/span&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Apakah                     ukuran as yang berbeda mempengaruhi hasil? Ulangi  percobaan                     awal, gunakan jarum rajut untuk as yang lebih kecil.  Ulangi                     lagi, gunakan paku dinding dengan keliling yang  lebih besar                     daripada sedotan.&lt;/span&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="3" height="24" width="71%"&gt;                 &lt;div style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma;"&gt;Saatnya                 Beraksi !&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="37%"&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="24" width="4%"&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="3%"&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="64%"&gt;                 &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Buatlah                 model kincir air, yang merupakan contoh lain mesin roda  dan roda                 as. Minta orang dewasa untuk memotong bagian atas botol  plastik                 ukuran 2 liter, dan potong dua lekukan dengan lebar                 masing-masing 1,3 cm dan tinggi 5 cm di bagian pinggir  sebelah                 atas botol plastik yang arahnya berseberangan satu sama  lain.                 Potong lobang pada bagian samping, hampir mendekati  dasar botol,                 untuk membuat air mengalir ke luar (lihat gambar).  Buatlah                 sebuah kincir air dengan mengelem serangkaian kertas  yang                 dipotong dari kartu nama dilem ke dinding kumparan  benang kosong.                 Masukkan pensil melalui tengah kumparan benang. Rekatkan  pensil                 ke kumparan benang dengan isolasi. Gantungkan kedua  ujung pensil                 di bagian yang terpotong pada bagian atas botol. Ikat  ujung                 benang ke penjepit kertas, dan rekatkan ujung benang  yang bebas                 ke pensil. Tempatkan botol dalam bak cuci piring di  bawah kran.                 Putar sedikit air. Air tersebut harus mengenai kertas.  Kumparan                 dan pensil akan berputar dan benang akan berputar  mengelilingi                 pensil, menaikkan penjepit kertas. Tampilkan model  kincir air                 sebagai bagian tampilan eksperimen kamu, berdampingan  dengan                 foto-foto yang diambil selama eksperimen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="37%"&gt;                 &lt;div align="center" style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;img border="0" height="269" src="http://www.progriptek.ristek.go.id/webrur/images/kincir3.gif" width="130" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="3" height="24" width="71%"&gt;                 &lt;div style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: medium;"&gt;Amati                 Ini !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="37%"&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="24" width="4%"&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;td height="24" width="3%"&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;td colspan="2" height="24" width="101%"&gt;                 &lt;div align="justify" style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px;"&gt;&lt;span style="color: #663300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;Kincir                 angin pertama dibuat di Persia pada abad ke tujuh.  Kincir ini                 merupakan contoh klasik dari mesin roda dan roda as yang                 bergantung pada angin sebagai sumber tenaganya, agar  layarnya                 bisa berputar sehingga harus selalu dibuat menghadap  angin.                 Temukan lebih banyak lagi tentang rancangan kincir angin  dan                 bagaimana cara merancang agar dapat mengatasi kecepatan  angin                 yang berbeda-beda. Masukan informasi mengenai kincir  angin zaman                 dulu yang terdiri dari layar topang dan layar yang bisa                 dilepaskan, berdampingan dengan turbin angin modern yang                 digerakkan generator yang terdapat pompa dan gerinda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="line-height: 100%; margin-bottom: 2px; margin-top: 1px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Sumber : http://www.progriptek.ristek.go.id/webrur/fisika%20kincir.htm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-4448294951673153965?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/4448294951673153965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/kincir-angin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/4448294951673153965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/4448294951673153965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/kincir-angin.html' title='KINCIR ANGIN'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-5234146910950844522</id><published>2010-07-20T03:21:00.003+07:00</published><updated>2010-07-20T03:42:18.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Electricity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Surya'/><title type='text'>Energi Surya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NBw9f9VL_9k/SCW1qB0t8YI/AAAAAAAAAIc/eQE38D46rYw/s1600-h/energi+surya.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198761078517789058" src="http://1.bp.blogspot.com/_NBw9f9VL_9k/SCW1qB0t8YI/AAAAAAAAAIc/eQE38D46rYw/s200/energi+surya.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;Kita mungkin sering melihat sel surya ditempatkan diatas  rumah dan hotel, yang berfungsi untuk pemanas air. Di perlintasan  kareta api untuk menggerakan pintu perlintasan kareta api. Atau pada  kalkulator yang sering kita pakai sehari - hari. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan harga minyak yang gila -gilaan saat ini,  pemanfaatan energi surya mungkin merupakan langkah yang patut  dipertimbangkan. Selain gratis (setelah investasi awal) energi surya  juga bebas polusi dan teknologinya pun tidak terlalu rumit. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NBw9f9VL_9k/SCXCox0t8ZI/AAAAAAAAAIk/58D1X3PDeIA/s1600-h/modul+surya.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198775350694113682" src="http://4.bp.blogspot.com/_NBw9f9VL_9k/SCXCox0t8ZI/AAAAAAAAAIk/58D1X3PDeIA/s200/modul+surya.jpg" style="float: right; margin: 0px 0px 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Komponen - Komponen Utama energi  surya adalah solar modules (modul surya), Charge controller, Battery  (baterai) dan Inverter.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Modul surya merupakan kumpulan dari sel surya yang  dirangkai menjadi satu kesatuan sehingga mampu membangkitkan energi  listrik sesuai dengan kebutuhan. Modul ini terbuat dari semikonduktor,  biasanya yang paling sering dipakai adalah silikon. Jika sinar matahari  mengenai modul ini maka energi surya akan diserap. energi surya  dimanfaatkan untuk mengerakan elektron. Elektron yang bergerak bebas ini  yang menjadi energi listrik seperti ilustrasi gambar diatas.&lt;/div&gt;Cara  Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sinar matahari  mengenai modul surya. Energi surya di rubah menjadi energi listrik oleh  solar cells (sel surya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Energi listrik  dialirkan ke Charge controller. Alat ini mencas baterai secara terus  menerus selama sel surya menerima sinar matahari.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Baterai yang telah dicas ini bisa digunakan untuk  kebutuhan sehari - hari. Jika kita membutuhkan arus AC untuk  menghidupkan alat alat elektronik. arus DC ini dirubah menjadi arus AC  dengan menggunakan inverter.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber :http://berita-iptek.blogspot.com/2008/05/energi-surya.html&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-5234146910950844522?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/5234146910950844522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/energi-surya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/5234146910950844522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/5234146910950844522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/energi-surya.html' title='Energi Surya'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NBw9f9VL_9k/SCW1qB0t8YI/AAAAAAAAAIc/eQE38D46rYw/s72-c/energi+surya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-6164289921823992708</id><published>2010-07-20T03:12:00.001+07:00</published><updated>2010-07-20T03:12:34.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Alternatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Angin'/><title type='text'>Cara Kerja PLT Angin dan teknologinya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="www.aamboyz.blogspot.com" border="0" class="tcattdimgresizer" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);" src="http://u.kaskus.us/3/pouieciz.gif" title="aamboyz.blogspot.com" /&gt;&lt;/div&gt;Angin   adalah salah satu bentuk energi surya. Angin ini disebabkan oleh   pemanasan rata atmosfer matahari, penyimpangan dari permukaan bumi, dan   rotasi bumi. pola aliran angin yang diubah oleh medan bumi, badan air,   dan vegetasi. Manusia menggunakan aliran angin, atau energi gerak,  untuk  berbagai tujuan: berlayar, terbang layang-layang, dan bahkan  pembangkit  listrik.Istilah energi angin atau tenaga angin menggambarkan  proses  dimana angin digunakan untuk menghasilkan tenaga mesin atau  listrik.  turbin angin mengubah energi kinetik angin menjadi energi  mekanik.  Tenaga mesin ini dapat digunakan untuk tugas-tugas khusus  (seperti  menggiling biji-bijian atau memompa air) atau generator ini  dapat  mengkonversi daya mekanik menjadi listrik.Jadi, bagaimana turbin  angin  menghasilkan listrik? Secara sederhana, turbin angin bekerja  kebalikan  dari kipas angin. Bukannya menggunakan listrik untuk membuat  angin,  seperti kipas angin, turbin angin menggunakan angin untuk  membuat  listrik. Angin pisau yang berputar suatu poros, yang terhubung  ke  generator dan membuat listrik. Lihatlah turbin angin untuk melihat   berbagai bagian. Lihatlah animasi turbin angin untuk melihat bagaimana   cara kerja turbin angin.Pandangan udara dari pembangkit listrik tenaga   angin menunjukkan bagaimana sekelompok turbin angin bisa membuat listrik   untuk grid utilitas. listrik tersebut dikirim melalui transmisi dan   jaringan distribusi ke rumah-rumah, bisnis, sekolah dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari   lebih lanjut tentang teknologi energi angin:&lt;br /&gt;1. Jenis turbin angin&lt;br /&gt;2.   Ukuran turbin angin&lt;br /&gt;3. Bagian dalam turbin angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jenis   turbin angin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;turbin angin modern terbagi dalam dua kelompok   dasar: kisaran sumbu horisontal, seperti yang terlihat pada foto dan   desain sumbu vertikal, sebagai model untuk Darrieus-gaya pengocok telur,   diberi nama setelah perusahaan penemu Prancis. turbin angin sumbu   horisontal biasanya baik memiliki dua atau tiga modul. Turbin ini   berbilah tiga dioperasikan "melawan angin," dengan modul menghadap ke   angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ukuran turbin angin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;turbin skala Utility   berbagai ukuran dari 100 kilowatt sama besar dengan beberapa megawatt.   turbin besar dikelompokkan bersama-sama ke arah angin,yang memberikan   kekuatan massal ke jaringan listrik.turbin kecil tunggal, di bawah 100   kilowatt, digunakan pada rumah, telekomunikasi, atau pemompaan air.   turbin kecil kadang-kadang digunakan dalam kaitannya dengan generator   diesel, baterai dan sistem fotovoltaik. Sistem ini disebut sistem angin   hibrid dan sering digunakan di lokasi terpencil di luar jaringan, di   mana tidak tersedia koneksi ke jaringan utilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagian dalam   turbin angin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="www.aamboyz.blogspot.com" border="0" class="tcattdimgresizer" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);" src="http://u.kaskus.us/3/5klaqlhj.gif" style="height: 356px; width: 445px;" title="aamboyz.blogspot.com" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Anemometer:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mengukur   kecepatan angin dan mengirimkan data kecepatan angin ke pengontrol.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Blades:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan   turbin baik dua atau tiga pisau. Angin bertiup di atas menyebabkan   pisau pisau untuk "mengangkat" dan berputar.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Brake:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebuah   cakram rem, yang dapat diterapkan dalam mekanik, listrik, hidrolik atau   untuk menghentikan rotor dalam keadaan darurat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Controller:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;pengontrol   mesin mulai dengan kecepatan angin sekitar 8-16 mil per jam (mph) dan   menutup mesin turbin sekitar 55 mph. tidak beroperasi pada kecepatan   angin sekitar 55 mph di atas, karena dapat rusak karena angin yang   kencang.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gear box:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gears menghubungkan poros kecepatan   tinggi di poros kecepatan rendah dan meningkatkan kecepatan sekitar   30-60 rotasi per menit (rpm), sekitar 1000-1800 rpm, kecepatan rotasi   yang diperlukan oleh sebagian besar generator untuk menghasilkan   listrik. gearbox adalah bagian mahal (dan berat) dari turbin angin dan   insinyur generator mengeksplorasi "direct-drive" yang beroperasi pada   kecepatan rotasi yang lebih rendah dan tidak perlu kotak gigi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Generator:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Biasanya   standar induksi generator yang menghasilkan listrik dari 60 siklus   listrik AC.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;High-speed shaft:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;drive generator&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Low-speed   shaft:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mengubah poros rotor kecepatan rendah sekitar 30-60   rotasi per menit.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nacelle:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nacelle berada di atas menara   dan berisi gear box, poros kecepatan rendah dan tinggi, generator,   kontrol, dan rem.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pitch:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Blades yang berbalik, atau nada,   dari angin untuk mengontrol kecepatan rotor dan menjaga rotor berputar   dalam angin yang terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk menghasilkan   listrik.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rotor:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;pisau dan terhubung bersama-sama disebut   rotor&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tower:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menara yang terbuat dari baja tabung (yang   ditampilkan di sini), beton atau kisi baja. Karena kecepatan angin   meningkat dengan tinggi, menara tinggi memungkinkan turbin untuk   menangkap lebih banyak energi dan menghasilkan listrik lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wind   direction:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah turbin "pertama",yang disebut karena   beroperasi melawan angin. turbin lainnya dirancang untuk menjalankan   "melawan arah angin," menghadap jauh dari angin.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wind vane:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tindakan   arah angin dan berkomunikasi dengan yaw drive untuk menggerakkan  turbin  dengan koneksi yang benar dengan angin.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yaw drive:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;yaw   drive yang digunakan untuk menjaga rotor menghadap ke arah angin  sebagai  perubahan arah angin.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yaw motor:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;kekuatan drive  yaw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat  – syarat dan kondisi angin yang dapat digunakan untuk  menghasilkan  energi listrik dapat dilihat pada tabel berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="www.aamboyz.blogspot.com" border="0" class="tcattdimgresizer" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);" src="http://u.kaskus.us/3/jcklhugp.jpg" style="height: 244px; width: 445px;" title="aamboyz.blogspot.com" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin   kelas 3 adalah batas minimum dan angin kelas 8 adalah batas maksimum   energi angin yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan   energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling   berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (World Wind Energy   Association), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang   dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93.85 GigaWatts, menghasilkan   lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan   China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin.   Diharapkan pada tahun 2010 total kapasitas pembangkit listrik tenaga   angin secara glogal mencapai 170 GigaWatt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="www.aamboyz.blogspot.com" border="0" class="tcattdimgresizer" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);" src="http://u.kaskus.us/3/qig6gefz.jpg" style="height: 275px; width: 435px;" title="aamboyz.blogspot.com" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  tengah potensi angin melimpah di kawasan  pesisir Indonesia, total  kapasitas terpasang dalam sistem konversi  energi angin saat ini kurang  dari 800 kilowatt. Di seluruh Indonesia,  lima unit kincir angin  pembangkit berkapasitas masing-masing 80  kilowatt (kW) sudah dibangun.  Tahun 2007, tujuh unit dengan kapasitas  sama menyusul dibangun di empat  lokasi, masing-masing di Pulau Selayar  tiga unit, Sulawesi Utara dua  unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka  Belitung, masing-masing satu  unit. Mengacu pada kebijakan energi  nasional, maka pembangkit listrik  tenaga bayu (PLTB) ditargetkan  mencapai 250 megawatt (MW) pada tahun  2025.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sumber : http://aamboyz.blogspot.com/2010/06/cara-kerja-plt-angin-dan-teknologinya.html &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-6164289921823992708?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/6164289921823992708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/cara-kerja-plt-angin-dan-teknologinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/6164289921823992708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/6164289921823992708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/cara-kerja-plt-angin-dan-teknologinya.html' title='Cara Kerja PLT Angin dan teknologinya'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-6959466944009311832</id><published>2010-07-20T02:48:00.002+07:00</published><updated>2010-07-20T03:40:21.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Electricity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Alternatif'/><title type='text'>Yuukk… kita membuat model Pembangkit Listrik Tenaga Angin sendiri..!!!</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="wt1.jpg" class="aligncenter" src="http://renewableenergyindonesia.files.wordpress.com/2008/02/wt1.jpg?w=470" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Model Pembangkit Listrik Tenaga Angin ini cukup mudah untuk dibuat,  saya pikir mungkin lebih cocok untuk anak SMP kelas 2 atau 3, tapi tidak  tertutup kemungkinan untuk anak-anak usia lain yang tertarik dengan  Ilmu Alam/fisika. Akan sangat baik kalau kegiatan pembuatan model ini  dijadikan kegiatan praktikum di sekolah. Untuk siswa SD mungkin mereka  bisa melihat gurunya membuat dan mendemonstrasikan model turbin angin  ini, sementara siswa SMP atau SMA mereka bisa membuat model turbin angin  ini dengan supervisi dari ibu/bapak guru tentunya, pasti kegiatan  membuat model turbin angin ini sangat menarik dan menantang bagi para  siswa untuk dijadikan kegiatan praktek disekolah, karena selama ini  pelajaran-pelajaran fisika lebih banyak membaca teori dibandingkan  praktek, padahal menurut saya untuk memberikan pemahaman tentang suatu  teori cara yang paling baik adalah dengan praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-26"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Model ini saya dapat ketika sedang browsing tentang turbin angin,  Dengan pengerjaan yang baik, model ini bisa menghasilkan listrik AC  sampai 4 Volt, cukup untuk menyalakan sebuah bola lampu kecil atau  sebuah lampu LED (Light Emitting Diode). Model turbin angin ini bisa  menjadi contoh yang baik  pemanfaatan energi angin, proses terjadinya  energi listrik dan dapat dimodifikasi untuk menghasilkan tenaga listrik  yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="wt3.jpg" src="http://renewableenergyindonesia.files.wordpress.com/2008/02/wt3.jpg?w=470" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya memposisikan diri saya menjadi seorang guru fisika,  setelah pengerjaan model ini secara berkelompok selesai, saya akan  meminta murid2 saya untuk memikirkan modifikasi pada model ini agar  dapat menghasilkan listrik yang lebih besar, dan minggu depannya saya  akan meminta mereka membuat modifikasi yang telah mereka rencanakan!  pasti akan banyak ide2 baru yang akan muncul. Harapan saya, melalui  kegiatan semoga para guru bisa menjadikan fisika/ilmu pasti menjadi  pelajaran yang menarik dan membuat sekolah menjadi tempat yang  menyenangkan bagi para siswa. Dengan kegiatan ini diharapkan akan muncul  generasi muda yang cerdas dan inovatif dalam pemanfaatan energi  alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pembuatan, serta alat-alat dan material yang dibutuhkan bisa  anda lihat dan download disini : &lt;a href="http://www.re-energy.ca/t-i_windbuild-2.shtml" tip=""&gt;http://www.re-energy.ca/t-i_windbuild-2.shtml&lt;/a&gt;,  dalam bahasa inggris tentunya. Saya sendiri sudah men-download-nya,  jika anda mengalami kesulitan dalam men-download, &lt;span style="text-decoration: line-through;"&gt;menterjemahkan&lt;/span&gt;, atau dalam  proses pembuatan model turbin ini silahkan hubungi saya melalui blog  ini, saya akan sangat senang membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://renewableenergyindonesia.wordpress.com/ &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-6959466944009311832?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/6959466944009311832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/yuukk-kita-membuat-model-pembangkit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/6959466944009311832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/6959466944009311832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/yuukk-kita-membuat-model-pembangkit.html' title='Yuukk… kita membuat model Pembangkit Listrik Tenaga Angin sendiri..!!!'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-3918944672262918566</id><published>2010-07-20T02:38:00.003+07:00</published><updated>2010-07-20T03:32:10.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Electricity'/><title type='text'>Beberapa Cara membuat Generator</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Contoh generator  dibawah ini semuanya menggunakan magnet permanen (PMG = Permanent Magnet  Generator). Tujuannya adalah dengan putaran rendah sudah dapat  menghasilkan listrik (200 s/d 500 rpm). Bila menggunakan generator  induksi, maka putarannya antara 700 s/d 3000 rpm. Dengan putaran  sedemikian tinggi, maka konstruksinya harus menggunakan jasa tukang  bubut, atau menggunakan bahan dari onderdil mobil bekas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dinamo  amper/alternator motor dan alternator mobil dapat juga dipakai sebagai  pembangkit listrik untuk mengisi accu, tapi putarannya minimal 700 rpm.  Butuh angin yang cukup kencang, atau butuh aliran air yang cukup deras.  Kalau tokh angin maupun air tidak memadai, maka mau tidak mau harus  menggunakan gearbox atau multiplikasi putaran. Bisa gir dengan gir, atau  gir rantai, atau pulley dengan v belt.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;A:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;img alt="greeleynet-1" class="alignnone size-full wp-image-1909" height="113" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/greeleynet-1.jpg" title="greeleynet-1" width="151" /&gt;&lt;img alt="greeleynet-2" class="alignnone size-full wp-image-1910" height="114" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/greeleynet-2.jpg" title="greeleynet-2" width="127" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;img alt="greeleynet" class="alignnone size-full wp-image-1908" height="114" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/greeleynet.jpg" title="greeleynet" width="114" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gambar diatas:  statornya yang berputar, sedangkan rotor diam. Sama seperti motor kipas  radiator. Lebih rumit pembuatannya, karena memakai spul (brush). Contoh  lain yang memakai spul adalah bor tangan listrik atau mesin potong  keramik. &lt;b&gt;Stator&lt;/b&gt;: gabungan koil (statis/diam ditempat); &lt;b&gt;Rotor&lt;/b&gt;:  gabungan magnet (yang berputar).&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.greeleynet.com/" target="_blank"&gt;http://www.greeleynet.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;B:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;img alt="windstuff" class="alignnone size-full wp-image-1911" height="113" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/windstuff.jpg" title="windstuff" width="114" /&gt;&lt;img alt="windstuff-0" class="alignnone size-full wp-image-1912" height="113" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/windstuff-0.jpg" title="windstuff-0" width="101" /&gt;&lt;img alt="windstuff-11" class="alignnone size-full wp-image-1914" height="113" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/windstuff-11.jpg" title="windstuff-11" width="115" /&gt;&lt;img alt="windstuff-2" class="alignnone size-full wp-image-1913" height="113" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/windstuff-2.jpg" title="windstuff-2" width="120" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dua gambar sebelah  kiri: stator tersusun seperti yang ada di motor mesin cuci. Dua yang  kanan adalah yang sederhana tapi 3 phasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.windstuffnow.com/" target="_blank"&gt;http://www.windstuffnow.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;C:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/singlemagnet" rel="attachment wp-att-2221"&gt;&lt;img alt="singlemagnet" class="alignnone size-full wp-image-2221" height="87" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/singlemagnet.gif" title="singlemagnet" width="87" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/singlemagnet0" rel="attachment wp-att-2222"&gt;&lt;img alt="singlemagnet0" class="alignnone size-thumbnail wp-image-2222" height="97" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/singlemagnet0-120x97.jpg" title="singlemagnet0" width="120" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img alt="simplegen12" class="alignnone size-full wp-image-1915" height="115" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/simplegen12.gif" title="simplegen12" width="115" /&gt; &lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/simplest-gen-1" rel="attachment wp-att-1916"&gt;&lt;img alt="simplest-gen-1" class="alignnone size-full wp-image-1916" height="95" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/simplest-gen-1.jpg" title="simplest-gen-1" width="120" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gambar diatas: stator  mengelilingi rumah rotor. Ini adalah generator yang paling sederhana.  Hanya dengan 1 atau 2 magnet dan gulungan kawat email yang agak banyak  (antara 1000 s/d 1500 gulung). Tentu saja hasilnya paling tinggi hanya 4  volt. Selengkapnya lihat dihalaman GENERATOR LISTRIK PALING SEDERHANA.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;D:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;img alt="gen4m4c" class="alignnone size-full wp-image-1917" height="121" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/gen4m4c.gif" title="gen4m4c" width="121" /&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/minigen-1" rel="attachment wp-att-1918"&gt;&lt;img alt="minigen-1" class="alignnone size-full wp-image-1918" height="119" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/minigen-1.jpg" title="minigen-1" width="138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/gen4m6c" rel="attachment wp-att-1919"&gt;&lt;img alt="gen4m6c" class="alignnone size-full wp-image-1919" height="120" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/gen4m6c.gif" title="gen4m6c" width="120" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/gen6m6c" rel="attachment wp-att-1920"&gt;&lt;img alt="gen6m6c" class="alignnone size-full wp-image-1920" height="120" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/gen6m6c.gif" title="gen6m6c" width="120" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img alt="minigen-4" class="alignnone size-full wp-image-1927" height="114" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/minigen-4.jpg" title="minigen-4" width="114" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gambar diatas: rotor  berada ditengah stator. Yang harus diperhatikan adalah posisi stator  harus sedekat mungkin dengan magnet, tanpa bersentuhan (ada jarak  minimal 1-2 mm). Tujuannya agar supaya medan magnet menjadi lebih kuat  sehingga outputnya menjadi maksimal. Selengkapnya lihat dibawah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;E:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;img alt="basic4m4cblt" class="alignnone size-full wp-image-1928" height="121" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/basic4m4cblt.gif" title="basic4m4cblt" width="120" /&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/minigen-6" rel="attachment wp-att-1929"&gt;&lt;img alt="minigen-6" class="alignnone size-full wp-image-1929" height="95" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/minigen-6.jpg" title="minigen-6" width="121" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img alt="gen4m6cblt" class="alignnone size-full wp-image-1931" height="118" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/gen4m6cblt.gif" title="gen4m6cblt" width="120" /&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/minigen-8" rel="attachment wp-att-1932"&gt;&lt;img alt="minigen-8" class="alignnone size-full wp-image-1932" height="113" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/minigen-8.jpg" title="minigen-8" width="111" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gambar diatas:  komposisi 4 magnet-4 koil hanya bisa menjadi koneksi 1 phasa, sedangkan  komposisi 4 magnet-6 koil bisa menjadi koneksi 1 phasa atau 3 phasa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;img alt="gen6m6cblt" class="alignnone size-full wp-image-1933" height="118" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/gen6m6cblt.gif" title="gen6m6cblt" width="120" /&gt;&lt;img alt="minigen-10" class="alignnone size-full wp-image-1934" height="113" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/minigen-10.jpg" title="minigen-10" width="112" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gambar diatas: rotor  berada dibelakang stator (atau bisa juga didepan stator, karena  penempatannya tidak mutlak, tergantung selera). Selengkapnya dapat  dilihat dihalaman &lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/generator-listrik-sederhana" target="_blank"&gt;GENERATOR LISTRIK SEDERHANA&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;pre class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Formula menghitung keluaran koil (  hukum Faraday)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;img alt="6piecom" class="alignnone size-medium wp-image-1937" height="153" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/6piecom-180x153.jpg" title="6piecom" width="180" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;V  &lt;/b&gt;= -&lt;b&gt;N &lt;/b&gt;* change in (( &lt;b&gt;tesla &lt;/b&gt;*  area meters squared)/ seconds)&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;N  &lt;/b&gt;= -1 * (-&lt;b&gt;V&lt;/b&gt;/ change in (( &lt;b&gt;tesla &lt;/b&gt;*  area meters squared)/ seconds))&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;V&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;: volt &lt;/span&gt;N&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;: gulungan &lt;/span&gt;Tesla&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;: kuat magnet&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;http://www.6pie.com/faradayslaw.php&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;pre class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Generator mini dari pralon dan  triplex&lt;/b&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;4- magnet (P:3 L:0.9 T:1.1 cm)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;4- koil (kawat email .3mm 400gr)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2- dop pralon ½ in&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1- 20cm baut 6mm + 6 mur + 2 ring&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2- triplex 10mm uk 6 x 6 cm (atau sesuaikan dengan  tebal dan lebar koil yang akan digulung nantinya), bor titik tengahnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;4- triplex 4mm uk 6 x 10 cm (atau sesuaikan dengan  panjang rotor bila telah jadi)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/4m-rotor-pralon" rel="attachment wp-att-1938"&gt;&lt;img alt="4m-rotor-pralon" class="alignnone size-full wp-image-1938" height="95" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/4m-rotor-pralon.jpg" title="4m-rotor-pralon" width="122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/4m-rotor-pralon-11" rel="attachment wp-att-1939"&gt;&lt;img alt="4m-rotor-pralon-11" class="alignnone size-full wp-image-1939" height="95" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/4m-rotor-pralon-11.jpg" title="4m-rotor-pralon-11" width="128" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/magnet-mini" rel="attachment wp-att-1940"&gt;&lt;img alt="magnet-mini" class="alignnone size-full wp-image-1940" height="95" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/magnet-mini.jpg" title="magnet-mini" width="128" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img alt="koil" class="alignnone size-full wp-image-1941" height="94" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/koil.jpg" title="koil" width="128" /&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/minigen-kayu-1" rel="attachment wp-att-1942"&gt;&lt;img alt="minigen-kayu-1" class="alignnone size-full wp-image-1942" height="95" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/minigen-kayu-1.jpg" title="minigen-kayu-1" width="128" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/minigen-kayu-2" rel="attachment wp-att-1943"&gt;&lt;img alt="minigen-kayu-2" class="alignnone size-full wp-image-1943" height="95" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/minigen-kayu-2.jpg" title="minigen-kayu-2" width="113" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img alt="gen4m4c" class="alignnone size-full wp-image-1917" height="121" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/gen4m4c.gif" title="gen4m4c" width="121" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rotor ditempatkan pada  gabungan 2 dop pralon ½ in sedemikian rupa sehingga cukup untuk 4 buah  magnet mini. Magnet2 tidak dilem, karena sudah cukup kuat saling tarik  menarik. Formasi magnet N-S-N-S. Gulungan koil antara 450-470, karena  diambil dari bekas koil2 yg dahulu dibuat dg hitungan ingatan, lalu  digulung ulang dg menggunakan penggulung koil ber “counter” (lih halaman  GENERATOR LISTRIK SEDERHANA).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hubungan keempat koil  adalah: &lt;b&gt;1B-3A, 2B-4A; 1A-2A&lt;/b&gt;; maka &lt;b&gt;3B&lt;/b&gt;  dan &lt;b&gt;4B&lt;/b&gt; adalah outputnya. Ini hubungan 1 phasa. Dengan  memakai daun kipas listrik bekas, pada waktu dites dengan kipas angin  listrik, hasil maximumnya adalah 11 volt. Kalau menggunakan exhaust fan  hasilnya 5.8 volt. Lumayan untuk sebuah minigen dari kayu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalau ingin lebih  besar lagi outputnya, maka gulungan harus diperbanyak, atau putaran  lebih kencang, atau kombinasi dari keduanya.&lt;/div&gt;&lt;pre style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Generator mini 3 phasa (4 magnet 6  koil):&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/minigen4m6c-rotor2" rel="attachment wp-att-1949"&gt;&lt;img alt="minigen4m6c-rotor2" class="alignnone size-full wp-image-1949" height="96" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/minigen4m6c-rotor2.jpg" title="minigen4m6c-rotor2" width="128" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/minigen4m6c-rotor-1" rel="attachment wp-att-1950"&gt;&lt;img alt="minigen4m6c-rotor-1" class="alignnone size-full wp-image-1950" height="96" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/minigen4m6c-rotor-1.jpg" title="minigen4m6c-rotor-1" width="128" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/minigen4m6c-stator" rel="attachment wp-att-1951"&gt;&lt;img alt="minigen4m6c-stator" class="alignnone size-full wp-image-1951" height="95" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/minigen4m6c-stator.jpg" title="minigen4m6c-stator" width="99" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/4m6c-result-3" rel="attachment wp-att-1952"&gt;&lt;img alt="4m6c-result-3" class="alignnone size-full wp-image-1952" height="95" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/4m6c-result-3.jpg" title="4m6c-result-3" width="105" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bahan untuk 3  phasa:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;4- magnet (P:3 L:0.9 T:1.1 cm)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;6- koil (kawat email 0.3mm 600gr)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1- pipa besi 1 in untuk dudukan magnet&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1- 20 cm baut batang  6mm + 6 mur + 2 ring&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2- triplex 10mm uk 10.6 x 10.6 cm (atau sesuaikan  dengan tebal dan lebar koil yang akan digulung nantinya).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;6- triplex 4mm uk 10.4 x 9 cm (atau sesuaikan  dengan panjang rotor bila telah jadi).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Membuat stator:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bentuk kedua triplex  10mm menjadi 6 sudut (buat lingkaran, lalu bagi menjadi 6), lalu bor  titik tengahnya. Sudut2 itu harus sesuai dengan panjang koil. Sedangkan  keenam triplex 4mm adalah sebagai dudukan koil2, yang direkatkan dengan  sekrup kayu. Saya menggunakan lakban sebagai lemnya koil2, agar  sewaktu-waktu dibongkar menjadi mudah. Maklumlah, sedang resesi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Koil2nya merupakan  koil bekas yang pernah dipakai untuk generator sebelumnya, jadi tidak  lagi repot menggulung baru. Jumlah gulungannya sekitar 450 (kira-kira,  karena pada waktu itu menggulung koil2nya masih menggunakan hitungan  seingatnya, alias hapalan. Begitu ada yang mengajak bicara, buyar!  Terpaksalah gulung ulang).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Membuat rotor:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Masih dengan magnet  yang sama, tapi kali ini terpaksa menggunakan sepotong pipa besi  diameter 1in sebagai dudukan rotornya. Tujuannya agar supaya jarak  magnet dengan koil dapat sedekat mungkin sehingga hasilnya lebih  maksimal. Formasi magnet masih tetap N-S-N-S. Keempat magnet dibungkus  dengan resin supaya tidak &lt;i&gt;pating seliweran&lt;/i&gt; bila diputar  kencang. Pipa besi juga diisi resin lalu dibor supaya baut batangan 6mm  dapat ditempatkan ditengah rotor, dan dikencangkan dengan mur ujung2nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Rumus 3 phasa: Koil = M/2 X 3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Misal jumlah magnet 2  bh (ini minimal ,karena harus ada 2 kutub. Bisa saja hanya dg 1 magnet,  asal kutub2nya ada disisi luar berhadapan dg koil), maka jumlah koil 3  bh. Magnet 6 bh koil 9 buah, dst. Tetapi adakalanya jumlah magnet lebih  banyak dari koil. Misalnya 4 magnet dg 3 koil. 8 Magnet dg 6 koil, dst.  Mana yang terbaik, silahkan berexperimen sendiri. Yang pasti adalah  semakin cepat magnet yang melintas, semakin stabil/tinggi voltnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menggabungkan koil  untuk menjadikannya 3 phasa:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/gen6m6c" rel="attachment wp-att-1920"&gt;&lt;img alt="gen6m6c" class="alignnone size-full wp-image-1920" height="120" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/gen6m6c.gif" title="gen6m6c" width="120" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/koneksistar" rel="attachment wp-att-1953"&gt;&lt;img alt="koneksistar" class="alignnone size-medium wp-image-1953" height="113" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/koneksistar-180x158.jpg" title="koneksistar" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/koneksidelta" rel="attachment wp-att-1954"&gt;&lt;img alt="koneksidelta" class="alignnone size-medium wp-image-1954" height="110" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/koneksidelta-180x172.jpg" title="koneksidelta" width="115" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/bridge-rectifier3-phase" rel="attachment wp-att-1955"&gt;&lt;img alt="bridge-rectifier3-phase" class="alignnone size-medium wp-image-1955" height="144" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/bridge-rectifier3-phase-156x180.gif" title="bridge-rectifier3-phase" width="125" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/bridge-rectifier-3-phase-fullwave" rel="attachment wp-att-1956"&gt;&lt;img alt="bridge-rectifier-3-phase-fullwave" class="alignnone size-medium wp-image-1956" height="106" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/bridge-rectifier-3-phase-fullwave-180x106.gif" title="bridge-rectifier-3-phase-fullwave" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;=awal  (start, kawat yang ditengah/didalam) &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;=buntut (end,  kawat yang paling luar).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada contoh generator  ini, terdapat 6 buah koil. Akan terdapat 2 buah koil yang berada tepat  ditengah 2 buah magnet yang berada pada satu garis lurus (lih gambar),  yaitu 1 dan 4, maka keduanya dihubungkan secara seri (buntut-awal). Ini  adalah phasa pertama. Kalau diputar (arah jarum jam) rotornya maka koil 2  dan 5 akan berada juga tepat ditengah 2 buah magnet (phasa kedua).  Diputar lagi maka koil 3 dan 6 juga akan berada tepat ditengah 2 buah  magnet (phasa ketiga).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Intinya: Tiap satu  garis lurus hubungkan kedua koilnya secara seri, sehingga terdapat 3  pasang koil (searah jarum jam): &lt;b&gt;1B-4A, 2B-5A, 3B-6A&lt;/b&gt;.  Maka &lt;b&gt;1A-4B&lt;/b&gt;=&lt;b&gt; &lt;/b&gt;phasa pertama, &lt;b&gt;2A-5B=  &lt;/b&gt;phasa kedua, &lt;b&gt;3A-6B&lt;/b&gt;= phasa ketiga. Masing2  phasa bisa diukur berapa muatan listriknya. Kalau jumlah gulungan  koil2nya sama maka voltnya pasti juga sama bila rotor berputar stabil.  Hasil voltasenya masih AC (arus bolak balik) sesuai dengan magnet2 yang  melewatinya selalu berbeda kutub.&lt;/div&gt;Konfigurasi &lt;b&gt;Star&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada koneksi Star, &lt;b&gt;A&lt;/b&gt;wal  dari tiap phasa dihubungkan menjadi satu. &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;untut  (akhir) dari tiap phasa dihubungkan ke masing2 bridge.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Star&lt;/b&gt;  connection : &lt;b&gt;1A-2A-3A&lt;/b&gt;: gabungkan; &lt;b&gt;4B, 5B, 6B&lt;/b&gt;  hubungkan ke masing2 bridge rectifier. Hasilnya s/d &lt;b&gt;16 VDC&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Konfigurasi &lt;b&gt;Delta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada koneksi Delta, &lt;b&gt;A&lt;/b&gt;wal  dan &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;untut masing2 phasa saling berhubungan. &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;untut  phasa pertama dengan &lt;b&gt;A&lt;/b&gt;wal phasa kedua, &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;untut  phasa kedua dengan &lt;b&gt;A&lt;/b&gt;wal phasa ketiga, dan &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;untut  phasa ketiga dengan &lt;b&gt;A&lt;/b&gt;wal phasa pertama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Delta&lt;/b&gt; connection: &lt;b&gt;1A-6B;  2A-4B; 3A-5B&lt;/b&gt;; hubungkan masing2 ke bridge rectifier. Hasil  maksimalnya hanya &lt;b&gt;5V3 DC&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jelas sudah perbedaan antara Star dan  Delta. Kalau pada Star voltnya menjadi 3x lipat tetapi amperenya menjadi  lebih kecil. Sedangkan pada Delta ampere lebih besar tetapi voltnya  rendah (putaran rotor juga agak lebih berat dibandingkan Star).  Sayangnya saya tidak mempunyai amperemeter sehingga tidak terukur  amperenya. Ketika menggunakan multimeter (hanya sampai 200mA) ternyata  masih tidak terbaca karena ampere generator masih lebih tinggi. Tetapi  walaupun ada perbedaan Volt dan Ampere dari keduanya, Wattnya  (seharusnya) tetap sama (Power=Watt=Volt x Ampere).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Harus juga  diperhatikan bahwa semakin berat bebannya semakin kecil voltasenya,  sehingga mau tak mau putarannya harus lebih kencang lagi.&lt;/div&gt;.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Cara sederhana melipatgandakan output generator:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/volt-doubler" rel="attachment wp-att-2341"&gt;&lt;img alt="volt doubler" class="alignnone size-full wp-image-2341" height="108" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/volt-doubler.jpg" title="volt doubler" width="160" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/volt-tripler-2" rel="attachment wp-att-2734"&gt;&lt;img alt="volt tripler" class="alignnone size-full wp-image-2734" height="109" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/volt-tripler1.jpg" title="volt tripler" width="160" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/volt-quad" rel="attachment wp-att-2343"&gt;&lt;img alt="volt quad" class="alignnone size-medium wp-image-2343" height="109" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/volt-quad-180x98.jpg" title="volt quad" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;1/02/10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;3 phasa: magnet lebih banyak  daripada koilnya:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/3phase-12m6c" rel="attachment wp-att-2728"&gt;&lt;img alt="3phase 12m6c" class="alignnone size-medium wp-image-2728" height="180" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/3phase-12m6c-148x180.jpg" title="3phase 12m6c" width="148" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/3phase-16m6c" rel="attachment wp-att-2729"&gt;&lt;img alt="3phase 16m6c" class="alignnone size-medium wp-image-2729" height="180" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/3phase-16m6c-154x180.jpg" title="3phase 16m6c" width="154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Perhatikan contoh diatas. Baik magnet  maupun koil tetap saja dibagi menurut posisinya masing-masing. Bahwa  lingkaran selalu 360°.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pada gambar pertama magnetnya ada 12 buah,  maka tiap2 magnet pada posisi 360/12= 30°. Demikian pula posisi koil  (6bh) pada 360/6= 60°.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pada gambar kedua magnetnya ada 16 buah,  maka tiap2 magnet pada posisi 360/16= 22.5°. Sedangkan koil pada 360/6=  60°.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sesuai dengan rumusnya &lt;b&gt;M/2X3&lt;/b&gt;,  artinya magnet selalu berjumlah genap (ingat pada setiap magnet ada 2  kutub), sedangkan koil selalu kelipatan 3 (karena 3 phasa. Misal  3-6-9-12-15-18-21, dst). Intinya adalah bahwa diantara 2 magnet terdapat  3 koil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Penggabungan rotor dan stator tetap saja  pada asnya. Jadi jangan terlalu mempermasalahkan koil sekian harus tepat  ditengah magnet, atau diantara magnet sekian. Selama pembagiannya  sesuai maka tidak ada masalah berapapun magnet yang dipakai lebih banyak  daripada koilnya. Tokh rotor selalu berputar. Yang harus diperhatikan  adalah penggabungan koilnya. Itu saja. Bagaimana penggabungannya? Ya  bacalah kembali dari awal atau lihat di &lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/" target="_blank"&gt;halaman ini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;13/02/10&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/16mgnt9coil" rel="attachment wp-att-2737"&gt;&lt;img alt="16mgnt9coil" class="alignnone size-medium wp-image-2737" height="177" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/16mgnt9coil-180x177.jpg" title="16mgnt9coil" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pada gambar diatas koil2 berada tepat  dihadapan magnet2.&amp;nbsp; Karena itu hanya bisa sebagai 1 phasa. Contoh diatas  adalah 16 magnet dg 9 koil. Bisa saja koilnya ditambah atau dikurangi,  atau magnetnya ditambah lebih banyak lagi, tidak menjadi soal. Yang  penting adalah bahwa&lt;b&gt; titik tengah koil2nya harus selalu berada  tepat dihadapan magnet&lt;/b&gt;. Hasilnya (V dan A) juga tidak jauh  berbeda dg yang lain; tentu saja kalau koilnya lebih banyak maka Vnya  juga lebih besar. Semakin besar diameter kawatnya maka Ampernya juga  semakin besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Penggabungannya: 1B-2A, 2B-3A, 3B-4A,  4B-5A, 6B-7A, 7B-8A, 8B-9A (searah jarum jam). Maka kawat 1A dan 9B  adalah outputnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ketiga gambar diatas adalah contoh  generator yang rotornya berada ditengah koil2. Artinya rotor dikelilingi  oleh koil2. Boleh saja rotor saling berhadapan dg statornya, tidak  menjadi masalah. Yang penting adalah magnet2 senantiasa  melintasi/memotong koil secara bergantian kutub2nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Mudah-mudahan tambahan keterangan diatas  semakin dapat dipahami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;17/07/10&lt;/span&gt;  Alat penggulung koil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/alatgulungkoil" rel="attachment wp-att-3091"&gt;&lt;img alt="AlatGulungKoil" class="alignnone size-full wp-image-3091" height="163" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/AlatGulungKoil.jpg" title="AlatGulungKoil" width="288" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator/attachment/alatgulungkoil-1" rel="attachment wp-att-3092"&gt;&lt;img alt="AlatGulungKoil (1)" class="alignnone size-full wp-image-3092" height="165" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2009/01/AlatGulungKoil-1.jpg" title="AlatGulungKoil (1)" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Penghitungannya melalui jarum penunjuk. Ada  juga dengan menggunakan counter. Harganya lumayan, Rp. 175.000,-. yang  jarum, Rp. 280.000 yang counter (belum termasuk ongkir).&amp;nbsp; Bila ada yang  menginginkannya bisa saja saya bantu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sumber : http://blog.tonytaufik.com/beberapa-cara-membuat-generator &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-3918944672262918566?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/3918944672262918566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/beberapa-cara-membuat-generator.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/3918944672262918566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/3918944672262918566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/beberapa-cara-membuat-generator.html' title='Beberapa Cara membuat Generator'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-7176509352671667313</id><published>2010-07-20T02:32:00.002+07:00</published><updated>2010-07-20T03:17:59.126+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Alternatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Surya'/><title type='text'> Tempat Parkir yang Menghasilkan Listrik  </title><content type='html'>&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-top: 1px solid rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img align="left" alt="alt" class="caption" height="169" mce_src="/images/stories/alpha_solar.jpg" src="http://erabaru.net/images/stories/alpha_solar.jpg" width="273" /&gt; Alpha Energy, penyedia pembangkit energi di  Washington, telah membangun struktur atap panel surya terbesar pada  tempat parkir di New Jersey, yang menghasilkan daya listrik lebih dari  milyaran kilowatt-jam per tahun.  &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Energi listrik bersih sebanyak ini akan menggantikan  1.9 juta pon karbon dioksida yang telah mencemarkan udara yang setara  satu kilowatt listrik yang dihasilkan oleh polusi dari batubara, gas  atau minyak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pembangunan struktur parkir  membutuhkan&amp;nbsp; 550.000 pound baja dan 240 meter kubik beton. Tidak seperti  struktur parkir biasa, juga diperlukan 54.000 meter kabel untuk  menambahkan tenaga surya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Struktur&amp;nbsp; 1 MW, yang  terdiri dari lebih&amp;nbsp; 5.000 bagian dengan&amp;nbsp; 171 Watt panel, tersambung  melalui 11 inverter untuk&amp;nbsp; satu meter yang menghubungkan ke jaringan  listrik, dan membentang&amp;nbsp; seluas 104.000 meter persegi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengunjung yang pergi ke fasilias lelang NJ Manheim Auto  Dealers akan dapat mengecas&amp;nbsp; mobil listriknya di tempat parkir, dan  semua lampu parkir disuplai oleh listrik dari panel surya. Namun  jaringan listrik di New Jersey&amp;nbsp; adalah penerima manfaat terbesar dari  daya sebesar ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alpha Energi dirancang,  dipasang, dibuat, diuji, dan akan terus dipantau oleh sistem.  (Erabaru/art&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber : http://erabaru.net/ &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-7176509352671667313?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/7176509352671667313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/tempat-parkir-yang-menghasilkan-listrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/7176509352671667313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/7176509352671667313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/tempat-parkir-yang-menghasilkan-listrik.html' title=' Tempat Parkir yang Menghasilkan Listrik  '/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-5476051783233600232</id><published>2010-07-19T17:32:00.003+07:00</published><updated>2010-07-19T17:32:52.097+07:00</updated><title type='text'>1001 Fakta tentang Energi Nuklir</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Indonesia punya cadangan  uranium&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Cadangan uranium yang ada di Indonesia (di Kalimantan tepatnya),  berkualitas redah, karena kehadiran unsur U-235 nya tidak memadai untuk  diperkaya.Walaupun uranium cukup berlimpah di dunia ini, persentase  U-235 harus setidaknya bernilai 0,7% sebelum proses pengayaan atau  pengayaannya. Artinya akan terlalu mahal dan tidak efesien. Kalau  Indonesia memakai PLTN, uraniumnya perlu diimpor dari Australia untuk  selanjutnya diperkaya dulu di Jepang atau Russia sebelum bisa dipakai di  sini.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apa itu radiasi?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Pada saat atom dipecah, energi dalam jumlah besar dilepaskan. Secara  sederhana seperti inilah tenaga nuklir dijelaskan. Kedengarannya sangat  jinak, tetapi produksi nuklir menghasilkan materi radioaktif pengion  yang berbahaya.&lt;br /&gt;Radiasi adalah energi yang berjalan dalam bentuk gelombang. Radiasi  pengion menghasilkan reaksi kimia yang tidak bisa diprediksi, termasuk  gelombang elektromagnetik dan juga partikel. Manusia tidak bisa melihat,  merasa, mencium, atau mendengar radiasi pengion. Ada sumber radiasi  pengion alami yang tidak bisa dihindari. Radiasi ini disebutkan ”radiasi  latar belakang” atau background radiation. Selain radiasi alam ini, ada  juga radiasi yang diciptakan manusia, untuk tujuan masing-masing,  seperti medis, pangan, senjata, dan energi. Tetapi, paparan keradiasian  yang diciptakan manusia itu loh yang bisa mengawatirkan bagi manusia  sendiri dan lingkungan hidup, karena dikaitkan dengan mutasi gen,  kelainan lahir, kanker, leukemia, kelainan reproduksi, imunitas,  kardiovaskuler, dan sistem endokrin.&lt;br /&gt;Ada empat jenis radiasi; Alpha, Beta, Gamma, dan X-ray, dengan  ciri-ciri dan kandungan resiko masing-masing. Paling berbahaya adalah  radiasi Alpha. Radiasi ini tidak bisa menembus kulit kita, tapi begitu  terhirup, tertelan, atau masuk lewat luka, bisa masuk sel-sel di organ  atau darah yang sangat merusak daerah sekitarnya. Contoh pengemisi Alpha  adalah Plutonium, gas Radon, Uranium, dan Americium.&lt;br /&gt;Pemancaran radiasi tinggi sangat membahayakan untuk manusia dan  lingkungan, bukan hanya sekarang, tetapi tetap berdampak sampai ratusan  ribu tahun mendatang!&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;img alt="" height="334" src="http://matanews.com/wp-content/uploads/nuklir.jpg" width="468" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kenapa Greenpeace melawan  nuklir?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Greenpeace akan selalu bekerja keras –-dan terus melawan-– untuk  memerangi penggunaan tenaga nuklir sebagai solusi energi, karena  resikonya terhadap lingkungan dan kehidupan yang tidak bisa ditoleransi.  Para pendukung industri nuklir tengah berusaha memanfaatkan masalah  perubahan iklim untuk menghidupkan kembali industrinya yang kian  meredup. Argumen yang selalu disampaikan mereka, bahwa tenaga nuklir  adalah cara yang aman, besih, dan murah untuk mengatasi permasalahan  perubahan iklim global dan krisis energi.&lt;br /&gt;Kenyataannya, tenaga nuklir merongrong solusi sebenarnya untuk  mengatasi perubahan iklim dengan mengalihkan investasi yang sangat  dibutuhkan bagi sumber energi yang bersih dan terbarukan serta efisien.&lt;br /&gt;Tenaga nuklir mahal dan berbahaya, karena bisa mengarah kepada  meningkatnya perlombaan perbanyakan senjata nuklir, merupakan ancaman  bagi keamanan global. Kalaupun ada keuntungan dari nuklir, akan terlalu  sedikit, terlambat, dan terlalu mahal.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bagaimana energi nuklir  diciptakan?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Suatu molekul, bagian terkecil suatu unsul kimia, terdiri dari  setidaknya dua atom. Satu atom terdiri dari elektron, neutron dan  proton. Neutron-neutron dan proton-proton bersama disebutkan inti atom  atau ”nucleus”. Kalau ”nucleus” dari atom ini mengandung lebih banyak  neutron daripada proton, dia tidak stabil dan akan mengeluarkan  partikel-partikel dalam upaya menstabilkan diri. Proses emisi partikel  dan gelombang elektromagnetik disebut sebagai radioaktifitas. Zat  radioaktif dari atom yang tidak stabil itu adalah radiasi pengion.&lt;br /&gt;Atom-atom yang besar dan berat di alam adalah jenis atom yang tidak  stabil, karena itu sangat radiatif. Salah satu contoh atom yang tidak  stabil ini adalah uranium. Kalau suatu nucleus dari atom yang tidak  stabil menangkap suatu neutron, atom ini akan membelah. Proses ini  disebut fisi. Proses fisi ini menghasilkan suatu reaksi berantai di mana  neutron-neutron yang dilepaskan dari proses fisi akan menambah fisi di  dalam, setidaknya terhadap satu nucleus yang lain. Pembelahan ini  menghasilkan radiasi sinar gamma, suatu bentuk radiasi nuklir yang  mematikan dan mengandung tingkat energi yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;Dalam sebuah reaktor nuklir, reaksi berantai tersebut perlu dikendali  supaya tidak terjadi reaksi berbahaya seperti yang ada dalam ledakan  senjata nuklir.&lt;br /&gt;Energi yang dihasilkan dari proses fisi ini digunakan untuk  memanaskan air agar menjadi uap air. Pada tahap ini, fungsi pembangkit  listrik tenaga nuklir sesungguhnya sama saja dengan pembangkit listrik  tradisional yang menggunakan bahan bakar fosil, seperti minyak, atau  batu bara. Tenaga yang dihasilkan oleh uap air untuk menggerakkan  turbin, yang kemudian menberikan tenaga ke suatu generator guna  menghasilkan listrik. Semua reaktor nuklir yang menggunakan uap air  sebagai penggerak turbin bekerja dengan prinsip serupa.&lt;a href="http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/akhir-dari-zaman-nuklir-2/Komik_anti-nuklir/nuklir_dan_komik_Nuklir#top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bagaimana Uranium sebagai bahan  bakar nuklir?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Reaktor tenaga nuklir sipil memanfaatkan energi dari uranium yang  dihasilkan selama proses fisi, seperti dijelaskan di atas. Sebelum  uranium bisa dipakai sebagai bahan bakar nuklir, dia perlu melewati  beberapa proses dulu.&lt;br /&gt;Uranium alami harus diekstraksi (ditambang) dari dalam bumi  sebagaimana layaknya barang tambang lainnya. Namun, tidak seperti barang  tambang lainnya, uranium merupakan elemen radiatif. Akibatnya, seluruh  aspek yang berkaitan dengan produksi bahan bakar uranium, mulai dari  pertambangan, pemrosesan, dan pengayaan, sampai transportasi, memiliki  potensi dampak yang merusak terhadap lingkungan dan kesehatan. Rata-rata  setiap bijih uranium mengandung hanya 0,1% uranium. Sebagian besar  materi lainnya yang dipisahkan pada saat penambangan bijih uranium  adalah bahan beracun, berbahaya, dan radiatif.&lt;br /&gt;Secara alami, uranium yang dijumpai di deposit uranium di alam dapat  berbentuk Uranium-235 (U-235) yang bersifat radiatif (tidak stabil) dan  U-238 yang stabil. Agar bisa digunakan dalam reaktor, uranium tersebut  harus mengalami proses ”pengayaan”, yang artinya sejumlah uranium  tersebut mengalami proses penambahan persentase unsur U-235 yang  bersifat radiatif dan U-235 perlu dipisahkan dari U-238.&lt;br /&gt;Untuk pembangkit listrik sipil standar, kandungan uranium harus  ditambah dari 0,7% agar mencapai 3% sampai 5% U-235. Proses ini  disebutkan pengayaan uranium. Uranium yang diperkaya kemudian  dihancurkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan diletakkan di  dalam suatu batang (rod) besi panjang. Batang-batang ini kemudian  dikumpulkan menjadi satu ikatan (bundle). Proses fisi atau pembelahan  atom bahan bakar uranium akan menghasilkan unsur-unsur tingkat radiasi  tinggi seperti cesium dan strontium yang sangat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apakahnuclear meltdown itu?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Proses fisi nuklir tersebut adalah proses yang amat kompleks dan  penuh resiko. Kalau terjadi masalah atau kerusakan di dalam inti  reaktor, kemungkinan besar dia akan terlalu panas dan meleleh. Kalau  sebuah reaktor meleleh akan terjadi pelepasan radiasi besar-besaran.  Karena suhu yang sangat tinggi sekali, ada kemungkinan bahwa bangunan  perlindungan inti reaktor, yang dibuat dari logam dan/atau semen, akan  rusak, alhasil radiasi tinggi akan terpancar ke lingkungan sekitarnya  dengan konsekuensi yang amat parah.&lt;br /&gt;Ada cukup banyak alasan kenapa bisa terjadi suatu kecelakaan di dalam  PLTN. Kecelakaan meltdown yang paling parah adalah Chernobyl pada tahun  1986 di Ukraina, dulu sebagian Uni Soviet. Chernobyl tercatat dalam  sejarah sebagai bencana nuklir sipil terburuk di dunia. Pada saat  bencana terjadi, 56 orang meninggal dan sekitar 600.000 orang terpapar  radiasi dengan tingkat yang signifikan. Kita tidak pernah bisa tahu  jumlah korban tewas yang tepat tapi diperkirakan lebih dari 93,000 jiwa.&lt;br /&gt;Dalam komik kita ini, istilah ’Nuclear Meltdown” dipakai sebagai  sebuah metafora untuk menggambarkan bahaya dan semua resiko yang terkait  dengan nuklir, mau dari senjata, PLTN ataupun limbahnya.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;img alt="" height="323" src="http://www.alphabetics.info/international/wp-content/uploads/2010/05/uranium-highly-enriched.jpg" width="439" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Teknologi nuklir itu sudah  aman? &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Realitas industri nuklir saat ini tidak berbeda dengan keadaannya  pada abad ke-20 –-di mana bahaya adalah bagian integral yang tidak dapat  dipisahkan. Dari waktu ke waktu kembali industri nuklir menunjukkan  bahwa ”keselamatan” dan ”energi nuklir” adalah dua terminologi yang  tidak cocok.&lt;br /&gt;Kecelakaan dapat terjadi di reaktor manapun, yang dapat menimbulkan  terjadinya pelepasan radiasi mematikan dalam jumlah besar terhadap  lingkungan. Kecelakaan-kecelakaan di dalam industri nuklir telah terjadi  jauh sebelum bencana Chernobyl. Lebih dari duapuluh tahun kemudian,  industri nuklir masih terus diwarnai dengan berbagai kecerobohan,  insiden, dan kecelakaan.&lt;br /&gt;Reaktor-reaktor nuklir tua merupakan penyakit endemis yang menyebar  di seluruh dunia, terutama akibat dampak operasi jangka panjang dan  komponen-komponennya yang berukuran besar. Lebih mengawatirkan lagi  bahwa apabila para operator mendapat izin untuk memperpanjang jangka  hidup reaktor dari 30 tahun menjadi 40 tahun, bahkan lebih. Dan itu  pastinya akan semakin meningkatkan resiko kecelakaan. Operator nuklir  pun secara terus menerus berusaha untuk menurunkan biaya dikarenakan  tingkat persaingan yang ketat di pasar listrik dan demi memenuhi harapan  pemegang saham.&lt;br /&gt;Sementara model PLTN yang baru, seperti European Pressurized Reactor  (EPR) atau Reaktor Bertekanan Eropa, akan memunculkan masalah baru yang  tidak dapat diantisipasi dan menghasilkan limbah radioaktif lebih tinggi  lagi. Walaupun reaktor ini dibilang canggih dan lebih aman, tapi coba  lihatlah kenyataannya. Dua prototype reaktor EPR yang sedang dibangun di  Finlandia dan Prancis terus mengalami masalah. Telah dideteksi lebih  dari 2000 kesalahan dalam konstruksi yang mengakibatkan tiga tahun  keterlambatan dari jadwal yang sudah ditetapkan. Hasilnya? Biaya reaktor  ini membengkak menjadi 4,5 trilliun Euro atau 50% lebih dari perkiraan  biaya awal. Karena ongkos pembangunan yang besar banget, industriawan  nuklir selalu berusaha untuk mengurangi ongkos, dan dengan itu  mempertaruhkan keselamatan.&lt;br /&gt;Setelah bencana Chernobyl, industri nuklir semakin meredup dan  semakin sedikit orang yang tertarik bekerja di bidang nuklir. Sehingga  sumber daya manusia yang berkualifikasi untuk membangun dan  mengoperasikan reaktor nuklir semakin berkurang. Siapa yang nanti akan  mampu mengoperasikan PLTN-PLTN yang baru secara bijak dan aman? Tidak  sulit ditebak bahwa resiko bahaya bencana nuklir akan semakin  membayangi.&lt;br /&gt;Kalaupun misalkan teknologi tidak gagal dan para operator tidak  melakukan kesalahan, bencana alam tak boleh diabaikan dan masih  merupakan resiko yang berarti. Sebagai contoh, pada tahun 2007, sebuah  gempabumi di Jepang mengakibatkan kebakaran di PLTN Kashiwazaki-Kariwa.  Gempa bumi tersebut memaksa tujuh reaktor tutup. gempa itu mengakibatkan  sobekan di reaktor, kemudian melepas cobalt-60 dan chromium-51 ke  atmosfir dari sebuah cerobong asap dan mengakibatkan bocornya 1.200  liter air yang terkontaminasi ke laut. Lebih dari setahun kemudian  ketujuh reaktor tersebut masih tak bisa dioperasikan.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Penanganan &amp;nbsp;limbah nuklir&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Setiap tahapan siklus produksi bahan bakar nuklir –-mulai dari  penambangan uranium dan pengayaannya, operasional reaktor, dan proses  penggunaan bahan bakar nuklir– menghasilkan limbah nuklir. Penonaktifan  dan pembongkaran fasilitas nuklir (decomissioning) juga menghasilkan  limbah radioaktif dalam jumlah besar. Banyak lokasi nuklir di dunia ini  yang masih perlu proses monitoring dan pengamanan walaupun sudah tidak  aktif.&lt;br /&gt;Sebagian besar limbah nuklir akan tetap berbahaya sampai ratusan ribu  tahun, meninggalkan warisan yang mematikan bagi generasi yang akan  datang. Tidak mengherankan bahwa solusi penanganan limbah nuklir sampai  sekarang belum ditemukan dan kayaknya seperti nggak mungkin sih.&lt;br /&gt;Konstruksi di situs pembuangan limbah Gunung Yucca di Nevada, Amerika  Serikat, dimulai pada tahun 1982, tapi tanggal mulai beroperasinya  ditunda dari 1992 sampai di atas 2029. Survey Geologi AS menemukan garis  patahan (fault line) di bawah lokasi yang direncanakan. Dan muncul  keraguan-keraguan serius akan pergerakan jangka panjang dari air bawah  tanah yang dapat membawa kontaminasi mematikan ini ke lingkungan. Pada  bulan Maret 2009 Presiden AS Barrack Obama telah mengumumkan bahwa  beliau tidak akan menghabiskan dana lagi untuk situs Yucca Mountain yang  tidak terbukti aman ini.&lt;br /&gt;Secara global, volume bahan bakar sisa (spent fuel) adalah sejumlah  lebih dari 250,000 ton, dan terus meningkat sekitar 10.000 ton setiap  tahun. Milyaran dolar investasi telah dihabiskan untuk menemukan beragam  cara pembuangan limbah nuklir di atas maupun dibawah tanah. Namun  industri nuklir dan pemerintah gagal memberikan solusi yang masuk akal  dan terjamin keamanannya secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;Jangan lupa juga bahwa diperlukan suatu metode yang bisa dipercaya  yang bisa dipakai untuk memberikan peringatan kepada generasi yang akan  datang mengenai keberadaan limbah nuklir tersebut. Entah bagaimana cara  komunikasi manusia dalam 200, apalagi hingga 240,000 tahun ke depan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bagaimana kalau limbah nuklir  diolah kembali?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Sebagian dari bahan bakar nuklir yang terpakai diproses kembali, yang  artinya plutonium dan uranium yang tak terpakai dipisahkan dari limbah,  dengan maksud untuk dipergunakan kembali dalam PLTN. Bahan bakar yang  dihasilkan dari pemrosesan kembali biasanya dicampur dengan bahan bakar  uranium biasa, menjadi sekitar 30% plutonium dan 70% uranium yang  diperkaya.&lt;br /&gt;Campuran bahan bakar itu disebut sebagai bahan bakar MOX (mixed  oxide) atau ”MOX fuel”. Sejumlah kecil negara – Perancis, Rusia, dan  Inggris – melakukan pengolahan kembali dalam skala komersial. Hasilnya,  limbah nuklir berbahaya dan plutonium yang tersaring terus menerus  ditransportasikan melewati lautan, perbatasan, dan melalui kota-kota.&lt;br /&gt;Asal tahu saja, istilah “pengolahan kembali” yang disebutkan di atas  adalah jelas bahwa menyesatkan. “Pengolahan kembali” bahan bakar uranium  yang terpakai justru menghasilkan lebih banyak limbah berbahaya.  Tempat-tempat pengolahan kembali nuklir mengeluarkan jumlah besar limbah  radioaktif setiap harinya dengan dampak lingkungan serius.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kenapa nuklir itu sering  dikaitkan dengan senjata?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Badan PBB untuk Energi Atom Internasional (IAEA) didirikan untuk  mendukung ekspansi tenaga nuklir di seluruh dunia. Namun di saat yang  sama IAEA juga berperan sebagai badan pengawas untuk pengembangan  senjata nuklir ilegal. Konflik kepentingan mendasar seperti inilah yang  merupakan penyebab utama mengapa perbanyakan senjata nuklir di seluruh  dunia tidak dapat dihentikan.&lt;br /&gt;Satu fakta sederhana menunjukkan bahwa setiap negara yang memiliki  kemampuan mengembangkan tenaga nuklir juga memiliki kemampuan untuk  membuat senjata nuklir. Jadi, dengan adanya 44 negara yang mengembangkan  tenaga nuklir saat ini bisa dikatakan bahwa di seluruh dunia terdapat  44 negara yang berpotensi untuk menghasilkan senjata nuklir. Dan kalau  industri nuklir berhasil mengekspansi, jumlah negara ini akan terus  mengingkat dengan konsekwensi yang tidak dapat diprediksi.&lt;br /&gt;Plutonium adalah hasil proses fisi dan tidak terdapat dalam  lingkungan alam yang bisa dipakai untuk membangun bom. Bahan bakar  nuklir yang terpakai mengandung 1% plutonium. Berarti suatu reaktor  nuklir dengan kapasitas standar (sekitar 1000 Megawatt) menghasilkan  plutonium cukup untuk memproduksi sekitar 40 bom tiap tahun. Untuk  membuat satu bom nuklir hanya diperlukan 5 kilogram plutonium (Bom yang  dijuluki dengan Fat Man, yang menghancurkan Nagasaki pada tahun 1945 dan  membunuh 50.000 orang hanya mengandung 6,1 kilogram plutonium). Hal  inilah yang menyebabkan penjagaan cadangan plutonium menghabiskan  sumberdaya yang sangat besar.&lt;br /&gt;Plutonium akan terus mengeluarkan zat radiaoktif tingkat tinggi  sampai 240,000 tahun. Menumpuknya plutonium yang dihasilkan dari  fasilitas sipil terus meningkat di dunia. Hal ini menimbulkan  kekhawatiran akan terjadinya proliferasi. Kebanyakan plutonium militer  yang ada di dunia dimiliki oleh Rusia (130 ton) dan Amerika Serikat (100  ton). Produksi plutonium militer hampir berhenti sepenuhnya setelah  perang dingin, namun pemrosesan ulang komersial masih berlanjut dan  meneruskan status quo yang berbahaya ini.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Tenaga nuklir itu murah kan?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Einstein pernah menggambarkan teknologi tenaga nuklir sebagai “cara  paling mahal untuk mendidihkan air”, walaupun pendukung nuklir senang  bikin kita percaya bahwa tenaga nuklir itu efektif biaya. Padahal kalau  kita melihat pengalaman sekarang dan yang lalu dari proyek-proyek nuklir  yang diperkirakan serta biaya sebenarnya, maka akan terungkaplah suatu  industri yang dipenuhi dengan belanja yang berlebih dan selalu ditopang  oleh subsidi pemerintah.&lt;br /&gt;Biaya pembangunan reaktor nuklir, yang sangat mahal dibandingkan  dengan pembangkit listrik yang lain, secara konsisten selalu pada  kenyataannya dua sampai tiga kali lebih mahal dari yang diperkirakan  oleh industri nuklir. Di India, negara yang paling baru membangun  reaktor nuklir, biaya penyelesaian 10 reaktor terakhirnya, rata-rata  300% di atas anggaran. Di Finlandia, konstruksi reaktor baru, kelebihan  anggarannya sudah mencapai €1,5 milyar.&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun, milyaran dolar uang pembayar pajak masuk ke  dalam energi nuklir, dibandingkan dengan sedikitnya uang yang digunakan  untuk mempromosikan teknologi energi bersih dan terbarukan.&lt;br /&gt;Reaktor nuklir merupakan beban yang terlalu besar untuk ditanggung  oleh perusahaan asuransi. Sebuah kecelakaan besar, bernilai ratusan  milyar euro (total biaya Chernobyl diperkirakan adalah €358 milyar)  dapat membuat mereka bangkrut. Pemerintah, dan pada akhirnya juga para  pembayar pajak, dipaksa untuk menanggung beban keuangannya. Biaya  pembersihan setelah sebuah PLTN ditutup dan pengelolaan limbah nuklir  yang aman untuk banyak generasi mendatang (semua bagian reaktor akan  terkontaminasi zat radioaktif) juga sebagian besar ditanggung oleh  negara dan bukan oleh perusahaan sendiri&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nuklir itu bersih dan bisa  membantu mengatasi dampak perubahan iklim?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Dunia kini sedang menghadapi ancaman global yang sangat besar, yaitu  perubahan iklim. Perubahan iklim disebabkan berbagai kegiatan manusia  yang menghasilkan terlalu banyak emisi gas rumah kaca (GRK), terutama  karbon dioksida. Kebanyakan emisi GRK itu hasil dari pembakaran bahan  bakar fosil, seperti batu bara dan minyak saja, tapi juga karena  penebangan hutan, sampah, dan pertanian yang tidak berkesinambungan. Gas  ini tidak bisa keluar atmosfir sehingga terjadilah apa yang disebut  dengan efek rumah kaca, yang menyebabkan pemanasan global atau global  warming. Beberapa dampak perubahan iklim di antara lain adalah kenaikan  permukaan laut, meningkatnya penyakit tropis, dan hilangnya  keanekaragaman hayati. Dampak perubahan iklim akan sangat parah di  negara-negara Asia tenggara.&lt;br /&gt;Jika kita mau mencegah akibat-akibat perubahan iklim yang terparahkan  akibat emisi karbon dioksida tersebut, maka perlu bersegera memangkas  emisinya hingga setidaknya 50% pada tahun 2050 dan 30% pada tahun 2030  secara global. Kesepakatan ini dibuat pemimpin-pemimpin dunia dan  diformalkan dalam Protokol Kyoto. Akhir tahun ini akan ada pertemuan  mereka berikutnya, yang itu sangat penting karena akan membahas apa yang  perlu dilakukan untuk mencapai tujuan pemangkasan emisi secara global  setelah tahun 2012, kapan Protokol Kyoto berakhir. Kalau kamu sudah baca  komik kita, kamu akan tahu bahwa menurut Greenpeace, banyak hal akan  tergantung pada hasil pertemuan ini!&lt;br /&gt;Memang emisi karbon dari pengoperasian PLTN jauh lebih kecil daripada  emisi dari PLTU batu baru atau minyak, tapi kalau kita memperhitungkan  emisi yang disebabkannya mulai dari pertambangan, pemrosesan, pengayaan  uranium, transport, hingga pembongkaran PLTN, maka emisi karbonnya akan  terbukti jauh lebih tinggi dari yang dikeluarkan tenaga angin atau panas  bumi. Jadi jelaslah, dalam upaya pengurangan emisi, kontribusi nuklir  amatlah kecil.&lt;br /&gt;Saat ini 436 reaktor nuklir memasok sekitar 16% listrik global, yang  hanya mewakili 6,5% konsumsi energi keseluruhan. Skenario global dari  Badan Energi Internasional (IEA), yang diterbitkan pada bulan Juni 2008,  menunjukkan; Bahkan jika kapasitas nuklir digandakan empat kali pada  tahun 2050, kontribusinya hanya 6% terhadap upaya menurunkan emisi  karbon – dari sektor energi – sampai setengahnya pada tahun 2050  tersebut.&lt;br /&gt;Kok, bodoh banget kalau dengan kontribusi sekecil itu mereka mau  ambil resiko begitu besar! Ekspansi nuklir seperti yang diinginkan  industrinya juga tugas yang mustahil. Sejak tahap perencanaan, tahap  pembangunan sampai pengoperasian rata-rata butuh waktu sepuluh tahun.  Itu berarti bahwa listrik yang dihasilkan baru dapat dinikmati jauh  setelah tahun 2020, yaitu pada saat di mana dunia seharusnya sudah jauh  mengurangi emisi gas rumah kaca. Di samping itu, PLTN tersebut akan  terus menimbulkan bahaya besar dari limbah yang dihasilkan, radiasi zat  radioaktif, dan kemungkinan kecelakaan serta bencananya.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kalau bukan nuklir, apa yang  bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan energi bangsa ini?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Energi terbarukan bisa memenuhi kebutuhan energi global enam kali  lebih banyak dibandingkan dengan teknologi yang sudah ada sekarang –  ditambah dengan jaminan keberlanjutan, secara damai, bersih, dan  ketersediaannya yang melimpah. Energi terbarukan adalah sumber energi  yang benar-benar bersih (dengan emisi karbon yang sangat rendah) dan  tidak mengandalkan bahan bakar fosil (batu bara, minyak, atau gas bumi),  atau fisil (uranium). Contoh energi terbarukan adalah panas bumi  (geothermal), biomasa, angin, surya, mikro-hidro, dan gelombang.&lt;br /&gt;Potensi panas bumi di Indonesia sama dengan 27,000 megawatt atau 40%  dari potensi panas bumi di dunia. Panas bumi adalah sumber energi yang  sudah terbukti efektif dan bersih. Tenaga angin sedang mengalami  lonjakan di negara seperti Spanyol, Jerman, dan Cina, sedangkan tenaga  surya semakin murah dan menjanjikan. Sayangnya pemerintah kurang  mengutamakan pemakaian energi terbarukan dan memanfaatkan potensinya  secara penuh.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Energi terbarukan bisa  diandalkan?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Ada orang (khususnya mereka yang gencar mempromosikan nuklir) bilang  bahwa energi terbarukan tidak bisa diandalkan karena pasokan listriknya  tidak stabil (misalnya kalau angin lagi mereda, turbin-turbin tidak  digerakkan). Tapi dengan jaringan listrik yang cerdas dan  terdesentralisasi kita justru bisa mengembangkan sistem listrik yang  lebih efektif, terjangkau, dan tidak boros seperti jaringan listrik  skala besar yang dipakai sekarang.&lt;br /&gt;Instalasi pembangkit tenaga energi terbarukan bersifat lebih cepat,  lebih murah, dan lebih terpercaya dibandingkan dengan instalasi  pembangkit tenaga nuklir. Waktu konstruksi yang diperlukan untuk turbin  angin misalnya, hanya sekitar 2 minggu, ditambah dengan sekitar 1-2  tahun untuk perencanaannya. Pembangkit listrik tenaga angin bisa  mengikuti perkembangan kebutuhan dari negara seperti India dan China  dengan lebih mudah dibandingkan dengan program tenaga nuklir yang lambat  dan tidak pasti. Di Cina, misalnya, kapasitas tenaga angin sudah  mengingkat dari 4,000 MW menjadi 10,000MW, sedangkan kapasitas nuklir di  Cina hanya sebesar 9,000MW. Target tenaga angin pemerintah Cina juga  jauh lebih besar daripada nuklir yaitu 100GW tenaga angin ketimbang  hanya 12,1 GW nuklir sampai tahun 2020.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap uang yang diinvestasikan untuk efisiensi listrik akan  menggantikan tujuh kali lebih banyak karbon dioksida dibandingkan dengan  setiap uang yang diinvestasikan dalam tenaga nuklir. Kenyataannya,  tenaga nuklir merongrong solusi sebenarnya untuk mengatasi perubahan  iklim dengan mengalihkan investasi yang sangat dibutuhkan bagi sumber  energi yang bersih dan terbarukan serta efisiensi energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://korananakindonesia.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-5476051783233600232?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/5476051783233600232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/1001-fakta-tentang-energi-nuklir_19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/5476051783233600232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/5476051783233600232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/1001-fakta-tentang-energi-nuklir_19.html' title='1001 Fakta tentang Energi Nuklir'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-4491551085431057586</id><published>2010-07-19T17:32:00.001+07:00</published><updated>2010-07-19T17:32:12.054+07:00</updated><title type='text'>Energi Nuklir dan Pemanfaatannya</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;img alt="" height="227" src="http://www.tehrantimes.com/News/10770/10_UAE.jpg" width="379" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #003366; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: #003300; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Kebutuhan  energi di Indonesia dari tahun ke tahun terus menerus meningkat bahkan  pada saat kita mengalami krisis ekonomi tahun 1998. Pertumbuhan  kebutuhan energi masih cukup tinggi seiring dengan kenaikan jumlah  penduduk, perubahan pola hidup, tingkat kemakmuran masyarakat dan  perubahan pada beberapa aspek kehidupan yang lain. Di lain sisi sejak  krisis ekonomi, penyediaan energi tidak dapat meningkat untuk mengikuti  tingkat kebutuhannya.&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;span style="color: #003366; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Cadangan  energi fosil yang tidak terbarukan tetap tidak bertambah, bahkan  menyusut karena ekplorasi yang harus dilakukan, sedangkan pemanfaatan  energi terbarukan belum banyak berkembang karena berbagai macam hal yang  menjadi kendala. Untuk itu diversifikasi energi nasional dengan  penggunaan energy mix yang optimal perlu segera direalisasikan sesuai  dengan kebijakan dan peraturan perundangan di bidang energi yang sudah  ada saat ini maupun yang akan diterbitkan di masa mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Energi  Nuklir merupakan sumber energi alternatif yang layak untuk  dipertimbangkan dalam Perencanaan Energi Jangka Panjang bagi Indonesia  guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masalah energi merupakan salah satu isu penting yang sedang hangat  dibicarakan. Semakin berkurangnya sumber energi, penemuan sumber energi  baru, pengembangan energi-energi alternatif, dan dampak penggunaan  energi minyak bumi terhadap lingkungan hidup menjadi tema-tema yang  menarik dan banyak didiskusikan. Pemanasan global yang diyakini sedang  terjadi dan akan memasuki tahap yang mengkhawatirkan disebut-sebut juga  merupakan dampak penggunaan energi minyak bumi yang merupakan sumber  energi utama saat ini.&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="184" src="http://www.policy-net.org/download-nocache/gallery/mbondypers/nuclearexp?data=large" width="269" /&gt;&lt;br /&gt;Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi  memaksa kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah  satu alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi  nuklir. Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat  dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber  energi yang layak diperhitungkan.Isu energi nuklir yang berkembang saat  ini memang berkisar tentang penggunaan energi nuklir dalam bentuk bom  nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya reaktor nuklir di  Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan menakutkan  tentang nuklir dan pengembangannya. Padahal, pemanfaatan yang bijaksana,  bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan  taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fisi Nuklir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam  mekanisme, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan  beberapa inti melalui reaksi fusi. Di sini akan dibahas salah satu  mekanisme produksi energi nuklir, yaitu reaksi fisi nuklir.Sebuah inti  berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah  menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme  semacam ini disebut pembelahan inti atau fisi nuklir.&lt;br /&gt;Contoh reaksi fisi adalah uranium yang ditumbuk (atau menyerap)  neutron lambat.Reaksi fisi uranium seperti di atas menghasilkan neutron  selain dua buah inti atom yang lebih ringan. Neutron ini dapat menumbuk  (diserap) kembali oleh inti uranium untuk membentuk reaksi fisi  berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang sangat cepat  membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, terjadi pelepasan  energi yang besar dalam waktu singkat. Mekanisme ini yang terjadi di  dalam bom nuklir yang menghasilkan ledakan yang dahsyat. Jadi, reaksi  fisi dapat membentuk reaksi berantai tak terkendali yang memiliki  potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat dibuat dalam bentuk bom  nuklir. reaksi fisi berantai (sumber: &lt;a href="http://www.scienceclarified.com/"&gt;www.scienceclarified.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;img alt="reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)" height="233" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/scienceclarified-com-300x233.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;reaksi fisi berantai (sumber: &lt;a href="http://www.scienceclarified.com/"&gt;www.scienceclarified.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang  dihasilkan melalui reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang  lebih berguna. Untuk itu, reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi  harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini bisa dilakukan di dalam sebuah  reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung  di dalam reaktor yang terjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan  dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk  penelitian dan untuk membangkitkan listrik. reaksi fisi berantai  terkendali (sumber: &lt;a href="http://www.atomicarchive.com/"&gt;www.atomicarchive.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;img alt="reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)" height="170" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/atomicarchive-com-300x170.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)&lt;br /&gt;Di dalam reaksi fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi  sehingga hanya satu neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti  berikutnya. Dengan mekanisme ini, diperoleh reaksi berantai terkendali  yang energi yang dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang  berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Reaktor Nuklir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan  untuk keperluan yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus berlangsung  secara terkendali di dalam sebuah reaktor nuklir. Sebuah reaktor nuklir  paling tidak memiliki empat komponen dasar, yaitu elemen bahan bakar,  moderator neutron, batang kendali, dan perisai beton.skema reaktor  nuklir (sumber: &lt;a href="http://personales.alc.upv.es/"&gt;http://personales.alc.upv.es&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;img alt="skema reaktor nuklir (sumber: http://personales.alc.upv.es" height="247" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/personales-alc-upv-es-pwr-cycle-300x146.gif" width="471" /&gt;&lt;br /&gt;skema reaktor nuklir (sumber: &lt;a href="http://personales.alc.upv.es/"&gt;http://personales.alc.upv.es&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Elemen bahan bakar menyediakan sumber inti atom yang akan mengalami  fusi nuklir. Bahan yang biasa digunakan sebagai bahan bakar adalah  uranium U. elemen bahan bakar dapat berbentuk batang yang ditempatkan di  dalam teras reaktor.Neutron-neutron yang dihasilkan dalam fisi uranium  berada dalam kelajuan yang cukup tinggi. Adapun, neutron yang  memungkinkan terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat sehingga  diperlukan material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi  ini dijalankan oleh moderator neutron yang umumnya berupa air. Jadi, di  dalam teras reaktor terdapat air sebagai moderator yang berfungsi  memperlambat kelajuan neutron karena neutron akan kehilangan sebagian  energinya saat bertumbukan dengan molekul-molekul air.Fungsi  pengendalian jumlah neutron yang dapat menghasilkan fisi nuklir dalam  reaksi berantai dilakukan oleh batang-batang kendali. Agar reaksi  berantai yang terjadi terkendali dimana hanya satu neutron saja yang  diserap untuk memicu fisi nuklir berikutnya, digunakan bahan yang dapat  menyerap neutron-neutron di dalam teras reaktor. Bahan seperti boron  atau kadmium sering digunakan sebagai batang kendali karena efektif  dalam menyerap neutron.&lt;br /&gt;Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara otomatis dapat  keluar-masuk teras reaktor. Jika jumlah neutron di dalam teras reaktor  melebihi jumlah yang diizinkan (kondisi kritis), maka batang kendali  dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk menyerap sebagian neutron agar  tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan dikeluarkan dari teras  reaktor jika jumlah neutron di bawah kondisi kritis (kekurangan  neutron), untuk mengembalikan kondisi ke kondisi kritis yang  diizinkan.Radiasi yang dihasilkan dalam proses pembelahan inti atom atau  fisi nuklir dapat membahayakan lingkungan di sekitar reaktor.  Diperlukan sebuah pelindung di sekeliling reaktor nuklir agar radiasi  dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar ke lingkungan di  sekitar reaktor. Fungsi ini dilakukan oleh perisai beton yang dibuat  mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui sangat efektif menyerap  sinar hasil radiasi zat radioaktif sehingga digunakan sebagai bahan  perisai.&lt;br /&gt;&lt;img alt="" height="459" src="http://seedmagazine.com/media/cribsheets/crib5_nuclear.gif" width="378" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;&lt;b&gt;embangkit Listrik Tenaga Nuklir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="139" src="http://eo.ucar.edu/staff/dward/sao/fit/images/electr16.gif" width="268" /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali di dalam  reaktor nuklir dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Instalasi  pembangkitan energi listrik semacam ini dikenal sebagai pembangkit  listrik tenaga nuklir (PLTN).&lt;br /&gt;skema pembangkit listrik tenaga nuklir (sumber: &lt;a href="http://reactor.engr.wisc.edu/"&gt;http://reactor.engr.wisc.edu&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Salah satu bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (&lt;i&gt;pressurized  water reactor/&lt;/i&gt;PWR) yang skemanya ditunjukkan dalam gambar. Energi  yang dihasilkan di dalam reaktor nuklir berupa kalor atau panas yang  dihasilkan oleh batang-batang bahan bakar. Kalor atau panas dialirkan  keluar dari teras reaktor bersama air menuju alat penukar panas (heat  exchanger). Di sini uap panas dipisahkan dari air dan dialirkan menuju  turbin untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik, sedangkan air  didinginkan dan dipompa kembali menuju reaktor. Uap air dingin yang  mengalir keluar setelah melewati turbin dipompa kembali ke dalam  reaktor.Untuk menjaga agar air di dalam reaktor (yang berada pada suhu  300&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C) tidak mendidih (air mendidih pada suhu 100&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C  dan tekanan 1 atm), air dijaga dalam tekanan tinggi sebesar 160 atm.  Tidak heran jika reaktor ini dinamakan reaktor air bertekanan.&lt;br /&gt;&lt;img alt="reactor-engr-wisc-edu1" height="157" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/reactor-engr-wisc-edu1-300x157.gif" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;skema pembangkit listrik tenaga nuklir (sumber:  http://reactor.engr.wisc.edu)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Reaksi nuklir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam fisika nuklir, sebuah &lt;b&gt;reaksi nuklir&lt;/b&gt; adalah  sebuah proses di mana dua nuklei atau partikel nuklir bertubrukan, untuk  memproduksi hasil yang berbeda dari produk awal. Pada prinsipnya sebuah  reaksi dapat melibatkan lebih dari dua partikel yang bertubrukan,  tetapi kejadian tersebut sangat jarang. Bila partikel-partikel tersebut  bertabrakan dan berpisah tanpa berubah (kecuali mungkin dalam level  energi), proses ini disebut tabrakan dan bukan sebuah reaksi.&lt;br /&gt;Dikenal dua reaksi nuklir, yaitu reaksi fusi nuklir dan reaksi fisi  nuklir. Reaksi fusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti  atom menjadi atom baru dan menghasilkan energi, juga dikenal sebagai  reaksi yang bersih. Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti  atom akibat tubrukan inti atom lainnya, dan menghasilkan energi dan atom  baru yang bermassa lebih kecil, serta radiasi elektromagnetik. Reaksi  fusi juga menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma yang sagat  berbahaya bagi manusia.&lt;br /&gt;Contoh reaksi fusi nuklir adalah reaksi yang terjadi di hampir semua  inti bintang di alam semesta. Senjata bom hidrogen juga memanfaatkan  prinsip reaksi fusi tak terkendali. Contoh reaksi fisi adalah ledakan  senjata nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir.&lt;br /&gt;Unsur yang sering digunakan dalam reaksi fisi nuklir adalah Plutonium  dan Uranium (terutama Plutonium-239, Uranium-235), sedangkan dalam  reaksi fusi nuklir adalah Lithium dan Hidrogen (terutama Lithium-6,  Deuterium, Tritium).&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Representasi &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Persamaan reaksi nuklir ditulis serupa seperti persamaan dalam reaksi  kimia. Setiap isotop ditulis dalam bentuk: simbol kimianya dan nomor  massa. Partikel neutron dan elektron, masing-masing ditulis dalam simbol  &lt;b&gt;n&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;e&lt;/b&gt;. Partikel proton atau protium  (sebagai inti atom hidrogen) ditulis dalam simbol &lt;b&gt;p&lt;/b&gt;.  Partikel deuterium dan tritium, masing-masing ditulis dalam simbol &lt;b&gt;D&lt;/b&gt;  dan &lt;b&gt;T&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Contohnya:&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;b&gt;Lithium-6 + Deuterium -&amp;gt; Helium-4 + Helium-4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;b&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li   +   D       -&amp;gt;    &lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He   +   &lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;b&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li   +   D       -&amp;gt;  2 &lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/b&gt;&lt;/pre&gt;isotop helium-4, disebut juga partikel alfa, bisa ditulis dalam  simbol &lt;b&gt;α&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bisa juga ditulis:&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;b&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li   +   D       -&amp;gt;     α    +    α&lt;/b&gt;&lt;/pre&gt;atau:&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;b&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li(D,α)α&lt;/b&gt;     (bentuk yang dipadatkan)&lt;/pre&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Energi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Untuk menghitung energi yang dihasilkan, perubahan massa isotop  sebelum dan sesudah reaksi nuklir diperhitungkan. Jumlah massa yang  hilang, dikalikan dengan kuadrat kecepatan cahaya; hasilnya sama dengan  energi yang dilepaskan dalam reaksi itu.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; massa isotop &lt;b&gt;Lithium-6&lt;/b&gt; : 6,015122795&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; massa isotop &lt;b&gt;Deuterium&lt;/b&gt; : 2,0141017778&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; massa isotop &lt;b&gt;Helium-4&lt;/b&gt;&amp;nbsp; : 4,00260325415&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Lithium-6&amp;nbsp; +&amp;nbsp;&amp;nbsp; Deuterium&amp;nbsp; -&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Helium-4&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; +&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Helium-4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;6,015122795 + 2,0141017778 -&amp;gt; 4,00260325415&amp;nbsp; +&amp;nbsp;  4,00260325415&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;8,0292245728&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 8,0052065083&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Massa yang hilang: 8,0292245728 – 8,0052065083 = 0,0240180645 u&amp;nbsp;&amp;nbsp; (&lt;b&gt;0,3&lt;/b&gt;%)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  (dibulatkan)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;E = mc&lt;i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; E = mc&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&amp;nbsp; =&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan_massa_atom" title="Satuan massa atom"&gt;u&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  x&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 1,660538782×10&lt;sup&gt;−27&lt;/sup&gt; kg x (299.792.458 m/s)&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 149241782981582746,248171448×10&lt;sup&gt;−27&lt;/sup&gt; Kg m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/s&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 149241782981582746,248171448×10&lt;sup&gt;−27&lt;/sup&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Joule" title="Joule"&gt;J&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 931494003,23310656815183435498209 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektronvolt" title="Elektronvolt"&gt;ev&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 931,49 Mev&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (dibulatkan)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jadi, massa 1u = 931,49 Mev&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; E = mc&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&amp;nbsp; =&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1 Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; x&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; =&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1 kg&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; x (299.792.458 m/s)&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 89875517873681764 Kg m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/s&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 89875517873681764 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Joule" title="Joule"&gt;J&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 89,875 PJ&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (dibulatkan)&lt;br /&gt;Jadi, massa 1 Kg = 89,875 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awalan_SI" title="Awalan SI"&gt;P&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Joule" title="Joule"&gt;J&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jadi energi yang dapat dihasilkan = 89,875 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awalan_SI" title="Awalan SI"&gt;P&lt;/a&gt;J/kg&amp;nbsp; =&amp;nbsp; 21,48 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Mt TNT&lt;/a&gt;/kg&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; =149,3&amp;nbsp;&amp;nbsp; pJ/&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan_massa_atom" title="Satuan massa atom"&gt;u&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; =  931,49 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awalan_SI" title="Awalan SI"&gt;M&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektronvolt" title="Elektronvolt"&gt;eV&lt;/a&gt;/u&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; E = 0,0240180645 u&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; x&amp;nbsp;&amp;nbsp; 931,49 MeV&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; E = 22,372586901105 MeV&amp;nbsp; (dengan &lt;b&gt;keakuratan 1&lt;/b&gt;%)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;E = 22,4 Mev&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (dibulatkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jadi, persamaan reaksinya:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li + D -&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;11.2  MeV&lt;/b&gt;)&amp;nbsp;&amp;nbsp; +&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;11.2 MeV&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li + D -&amp;gt; 2 &lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/b&gt;&amp;nbsp; +&amp;nbsp; &lt;b&gt;22,4  MeV&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;massanya hilang sebanyak &lt;b&gt;0,3&lt;/b&gt; % (dibulatkan dari &lt;i&gt;0,2991330517938  %&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 0,3 %&amp;nbsp; x&amp;nbsp; 21,48 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Mt TNT&lt;/a&gt;/kg&amp;nbsp; =&amp;nbsp; &lt;b&gt;64&lt;/b&gt;  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Kt&lt;/a&gt;/kg&amp;nbsp;  (dibulatkan)&lt;br /&gt;jadi, Jumlah energi yang bisa dihasilkan (dengan &lt;b&gt;100 %  efisien&lt;/b&gt; )&lt;br /&gt;melalui reaksi fusi nuklir berbahan materi:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Lithium-6 + Deuterium&amp;nbsp; =&amp;nbsp; 64&lt;/b&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Kt&lt;/a&gt;/kg&amp;nbsp;  (dibulatkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Rata-rata kandungan energi  nuklir&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Berikut adalah jumlah energi nuklir yang bisa dihasilkan per kg  materi:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fisi nuklir&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;Uranium-233: 17,8 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Kt&lt;/a&gt;/kg  =  17800 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Ton TNT&lt;/a&gt;/kg&lt;br /&gt;   Uranium-235: 17,6 Kt/kg  =  17600 Ton TNT/kg&lt;br /&gt; Plutonium-239: 17,3 Kt/kg  =  17300 Ton TNT/kg&lt;/pre&gt;&lt;b&gt;Fusi nuklir&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;Deuterium + Deuterium: 82,2 Kt/kg  =  82200 Ton TNT/kg&lt;br /&gt; Tritium   + Deuterium: 80,4 Kt/kg  =  80400 Ton TNT/kg&lt;br /&gt; Lithium-6 + Deuterium: 64,0 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Kt&lt;/a&gt;/kg  =  64000 Ton TNT/kg&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Reaktor Nuklir&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;b&gt;Reaktor nuklir&lt;/b&gt; adalah tempat/perangkat dimana reaksi  nuklir berantai dibuat, diatur dan dijaga kesinambungannya pada laju  yang tetap (berlawanan dengan bom nuklir, dimana reaksi berantai terjadi  pada orde pecahan detik, reaksi ini tidak terkontrol). Reaktor nuklir  digunakan untuk banyak tujuan. Saat ini, reaktor nuklir paling banyak  digunakan untuk membangkitkan listrik. Reaktor penelitian digunakan  untuk pembuatan radioisotop (isotop radioaktif) dan untuk penelitian.  Awalnya, reaktor nuklir pertama digunakan untuk memproduksi plutonium  sebagai bahan senjata nuklir.&lt;br /&gt;Saat ini, semua reaktor nuklir komersial berbasis pada reaksi fissi  nuklir, dan sering dipertimbangkan masalah risiko keselamatannya.  Sebaliknya, beberapa kalangan menyatakan PLTN merupakan cara yang aman  dan bebas polusi untuk membangkitkan listrik. Daya fusi merupakan  teknologi ekperimental yang berbasi pada reaksi fusi nuklir. Ada  beberapa piranti lain untuk mengendalikan reaksi nuklir, termasuk di  dalamnya pembangkit thermoelektrik radioisotop dan baterai atom, yang  membangkitkan panas dan daya dengan cara memanfaatkan peluruhan  radioaktif pasif, seperti halnya Farnsworth-Hirsch fusor, dimana reaksi  fusi nuklir terkendali digunakan untuk menghasilkan radiasi neutron.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Aplikasi &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daya_nuklir" title="Daya nuklir"&gt;Daya nuklir&lt;/a&gt;: &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Panas untuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik" title="Pembangkit listrik"&gt;pembangkit  listrik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panas untuk perumahan dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Pemanas (halaman belum tersedia)"&gt;pemanas&lt;/a&gt;  industri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Desalinasi" title="Desalinasi"&gt;Desalinasi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Propulsi_nuklir&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Propulsi nuklir (halaman belum tersedia)"&gt;Propulsi  nuklir&lt;/a&gt;: &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Propulsi_nuklir_kelautan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Propulsi nuklir kelautan (halaman belum tersedia)"&gt;Propulsi  nuklir kelautan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usulan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Roket_panas_nuklir&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Roket panas nuklir (halaman belum tersedia)"&gt;roket  panas nuklir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transmutasi" title="Transmutasi"&gt;Transmutasi&lt;/a&gt; unsur: &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Produksi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plutonium" title="Plutonium"&gt;plutonium&lt;/a&gt;, yang biasa  digunakan dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_nuklir" title="Senjata nuklir"&gt;senjata nuklir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Produksi beragam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isotop" title="Isotop"&gt;isotop&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi" title="Radiasi"&gt;radioaktif&lt;/a&gt;, seperti  americium yang digunakan dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Detektor_asap&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Detektor asap (halaman belum tersedia)"&gt;detektor  asap&lt;/a&gt;, dan cobalt-60, molybdenum-99 dan lainnya yang digunakn untuk  pencitraan dan perawatan medis&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aplikasi penelitian&amp;nbsp;: &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penyediaan sumber &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radiasi_neutron&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Radiasi neutron (halaman belum tersedia)"&gt;neutron&lt;/a&gt;  dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radiasi_positron&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Radiasi positron (halaman belum tersedia)"&gt;radiasi  positron&lt;/a&gt; (misalnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis_Aktivasi_Neutron&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Analisis Aktivasi Neutron (halaman belum tersedia)"&gt;Analisis  Aktivasi Neutron&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penanggalan_potassium-argon&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Penanggalan potassium-argon (halaman belum tersedia)"&gt;Penanggalan  potassium-argon&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengembangan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir" title="Teknologi nuklir"&gt;teknologi nuklir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sejarah&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Fermi-Szilard_Neutronic_Reactor_-_Figure_38.png"&gt;&lt;img alt="" height="316" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c3/Fermi-Szilard_Neutronic_Reactor_-_Figure_38.png/200px-Fermi-Szilard_Neutronic_Reactor_-_Figure_38.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gambar dari paten “reaktor neutron” Fermi-Szilárd.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Meskipun umat manusia telah menguasai daya nuklir baru-baru ini,  reaktor nuklir yang pertama muncul dikendalikan oleh alam. Lima belas  reaktor fissi nuklir alami telah ditemukan di tambang Oklo, Gabon, West  Africa. Pertama ditemukan pada tahun 1972 oleh ahli fisika Perancis  Francis Perrin. Reaktor alami ini dikenal dengan sebutan Reaktor Fossil  Oklo. Reaktor-reaktor ini diperkirakan aktif selama 150 juta tahun,  dengan daya keluaran rerata 100 kW. Bintang-bintang juga mengandalkan  fusi nuklir guna membangkitkan panas, cahaya dan radiasi lainnya. Konsep  reaktor nuklir alami diajukan pertama kali oleh Paul Kuroda pada tahun  1956 saat di Universitas Arkansas.&lt;br /&gt;Enrico Fermi dan Leó Szilárd, pertama kali membangun reaktor nuklir  Chicago Pile-1 saat mereka di Universitas Chicago pada 2 Desember,  1942.&lt;br /&gt;Reaktor nuklir generasi pertama digunakan untuk menghasilkan  plutonium sebagai bahan senjata nuklir. Selain itu, reaktor nuklir juga  digunakan oleh angkatan laut Amerika (lihat Reaktor Angkatan Laut  Amerika Serikat) untuk menggerakkan kapal selam dan kapal pengangkut  pesawat udara. Pada pertengahan 1950-an, baik Uni Sovyet maupun  negara-negara barat meningkatkan penelitian nuklirnya termasuk  penggunaan atom di luar militer. Tetapi, sebagaimana program militer,  penelitian atom di bidang non-militer juga dilakukan dengan rahasia.&lt;br /&gt;Pada 20 Desember 1951, listrik dari generator yang digerakkan oleh  tenaga nuklir pertama kali dihasilkan oleh Experimental Breeder  Reactor-I (EBR-1) yang berlokasi di Arco, Idaho. Pada 26 Juni 1954,  pukul 5:30 pagi, PLTN pertama dunia utnuk pertama kalinya mulai  beroperasi di Obninsk, Kaluga Oblast, USSR. PLTN ini menghasilkan 5  megawatt, cukup untuk melayani daya 2,000 rumah. .&lt;br /&gt;PLTN skala komersial pertama dunia adalah Calder Hall, yang mulai  beroperasi pada 17 Oktober 1956. Reaktor generasi pertama lainnya adalah  Shippingport Reactor yang berada di Pennsylvania (1957).&lt;br /&gt;Sebelum kecelakaan Three Mile Island pada 1979, sebenarnya permintaan  akan PLTN baru di Amerika Serikat sudah menurun karena alasan ekonomi.  Dari tahun 1978 sampai dengan 2004, tidak ada permintaan PLTN baru di  Amerikat Serikat, meskipun hal itu mungkin akan berubah pada tahun 2010&lt;br /&gt;Tidak seperti halnya kecelakaan Three Mile Island, kecelakaan  Chernobyl pada tahun 1986 tidak berpengaruh pada peningkatan standar  reaktor nuklir negara barat. Hal ini dikarenakan memang reaktor  Chernobyl dikenal mempunyai desain yang tidak aman , menggunakan reaktor  jenis RBMK, tanpa kubah pengaman (containment building) dan  dioperasikan dengan tidak aman, dan pihak barat memetik pelajaran dari  hal ini .&lt;br /&gt;Pada tahun 1992 topan Andrew menghamtam Turkey Point Nuclear  Generating Station. Lebih dari US$90 juta kerugian yang diderita,  sebagian besar menimpa tangki penampungan air dan cerobong asap  pembangkit listrik berbahan bakar fossil (minyak/batubara) yang ada  dilokasi, tapi containment building tidak mengalami kerusakan&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Masa depan industri nuklir&lt;/h2&gt;Hingga tahun 2006, Watts Bar 1, yang akan beroperasi pada tahun 1997  &amp;nbsp;adalah PLTN komersial Amerika Serikat terakhir yang akan beroperasi.  Hal ini biasanya dijadikan bukti berhasilnya kampanye anti PLTN/nuklir  dunia. Tetapi, penolakan politis akan nuklir hanya berhasil terjadi di  sebagian Eropa, Selandia Baru, Filipina dan USA. Bahkan di USA dan  seluruh Eropa, investasi pada penelitian daur bahan bakar nuklir terus  berlanjut, dan dengan prediksi beberapa ahli akan kelangkaan listrik ,  peningkatan harga bahan bakar fossil dan perhatian akan emisi gas rumah  kaca akan memperbarui kebutuhan PLTN.&lt;br /&gt;Banyak negara yang tetap aktif mengembangkan energi nuklirnya  termasuk diantaranya Jepang, China dan India, kesemuanya aktif  mengembangkan teknolgi reaktor thermal dan reaktor cepat. Korea Selatan  dan USA hanya mengembangkan teknolgi reaktor thermasSouth, Afrika  Selatan dan China mengembangkan versi baru Pebble Bed Modular Reactor  (PBMR). Finlandia dan Perancis aktif mengembangkan energi nuklir;  Finladia mempunyai European Pressurized Reactor yang sedang dibangun  oleh Areva. Jepang membangun unit yang beroperasi pada tahun 2005. Pada  22 September 2005 telah diumumkan dua lokasi baru di USA yang telah  dipilih sebagai lokasi PLTN.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Komponen dasar reaktor nuklir&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Komponen dasar dari reaktor nuklir adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bahan bakar nuklir, berbentuk batang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam" title="Logam"&gt;logam&lt;/a&gt; berisi bahan  radioaktif yang berbentuk pelat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Moderator, berfungsi menyerap energi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutron" title="Neutron"&gt;neutron&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Reflektor, berfungsi memantulkan kembali neutron&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendingin, berupa bahan gas atau logam cair untuk mengurangi energi  panas dalam reaktor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batang kendali, berfungsi menyerap neutron untuk mengatur reaksi  fisi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perisai, merupakan pelindung dari proses reaksi fisi yang berbahaya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h2&gt;Tipe-tipe reaktor&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pulstar2.jpg"&gt;&lt;img alt="" height="240" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0f/Pulstar2.jpg/180px-Pulstar2.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Reaktor PULSTAR yang dimiliki oleh universitas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=North_Carolina_State_University&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="North Carolina State University (halaman belum tersedia)"&gt;NC  State&lt;/a&gt; adalah reaktor penelitian jenis kolam daya 1 MW dengan  pengkayaan uranium 4%, bahan bakar pin yang terdiri dari pellet &lt;b&gt;UO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;/b&gt;  dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cladding&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Cladding (halaman belum tersedia)"&gt;cladding&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zircaloy&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Zircaloy (halaman belum tersedia)"&gt;zircaloy&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Sejumlah teknologi reaktor telah dikembangkan. Reaktor fissi secara  umum dapat dikelompokkan berdasarkan jenis energi neutron yang digunakan  dalam reaksi berantainya.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaktor_thermal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Reaktor thermal (halaman belum tersedia)"&gt;Reaktor  thermal (lambat)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; menggunakan neutron lambat atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neutron_thermal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Neutron thermal (halaman belum tersedia)"&gt;neutron  thermal&lt;/a&gt;. Reaktor ini bercirikan mempunyai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Moderator_neutron&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Moderator neutron (halaman belum tersedia)"&gt;material  pelambat&lt;/a&gt; yang ditujukan untuk melambatkan neutron sampai mempunyai  energi kinetik rerata partikel yang ada disekitarnya, dengan kata lain,  sampai mereka “dithermalkan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;img alt="" height="283" src="http://www.exponent.com/files/Uploads/Images/Energy/nuclear%20plant.jpg" width="424" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" height="443" src="http://www.idph.state.il.us/timeline/1980nuclear.jpg" width="488" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://korananakindonesia.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-4491551085431057586?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/4491551085431057586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/energi-nuklir-dan-pemanfaatannya_19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/4491551085431057586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/4491551085431057586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/energi-nuklir-dan-pemanfaatannya_19.html' title='Energi Nuklir dan Pemanfaatannya'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-3341636882222070455</id><published>2010-07-19T17:31:00.001+07:00</published><updated>2010-07-19T17:31:37.806+07:00</updated><title type='text'>Energi Nuklir, Pengertian dan Pemanfaatannya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TEQZGVOkbVI/AAAAAAAAAEs/ZdfvvICQyuE/s1600/nuclear-energy-gmr-300x260.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TEQZGVOkbVI/AAAAAAAAAEs/ZdfvvICQyuE/s320/nuclear-energy-gmr-300x260.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Masalah energi merupakan salah satu isu penting  yang sedang hangat dibicarakan. Semakin berkurangnya sumber energi,  penemuan sumber energi baru, pengembangan energi-energi alternatif, dan  dampak penggunaan energi minyak bumi terhadap lingkungan hidup menjadi  tema-tema yang menarik dan banyak didiskusikan. Pemanasan global yang  diyakini sedang terjadi dan akan memasuki tahap yang mengkhawatirkan  disebut-sebut juga merupakan dampak penggunaan energi minyak bumi yang  merupakan sumber energi utama saat ini.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dampak  lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa  kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu  alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir.  Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat  dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber  energi yang layak diperhitungkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Isu energi  nuklir yang berkembang saat ini memang berkisar tentang penggunaan  energi nuklir dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah  hancurnya reaktor nuklir di Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk  bayangan buruk dan menakutkan tentang nuklir dan pengembangannya.  Padahal, pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali  atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan  solusi atas masalah kelangkaan energi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Fisi  Nuklir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Secara umum, energi nuklir  dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu pembelahan inti atau  reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Di sini  akan dibahas salah satu mekanisme produksi energi nuklir, yaitu reaksi  fisi nuklir.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sebuah inti berat yang ditumbuk  oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah menjadi dua inti yang  lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme semacam ini disebut  pembelahan inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi adalah uranium yang  ditumbuk (atau menyerap) neutron lambat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;img alt="fisi01" class="aligncenter size-full wp-image-2878" height="25" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/fisi01.gif" width="257" /&gt;Reaksi fisi uranium seperti di atas  menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang lebih ringan.  Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium untuk  membentuk reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam  waktu yang sangat cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali.  Akibatnya, terjadi pelepasan energi yang besar dalam waktu singkat.  Mekanisme ini yang terjadi di dalam bom nuklir yang menghasilkan ledakan  yang dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai tak  terkendali yang memiliki potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat  dibuat dalam bentuk bom nuklir.&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_2879" style="width: 310px;"&gt;&lt;img alt="reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)" class="size-medium wp-image-2879" height="233" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/scienceclarified-com-300x233.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;reaksi fisi berantai  (sumber: www.scienceclarified.com)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Dibandingkan dibentuk  dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan melalui reaksi  fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu,  reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih  terkendali. Usaha ini bisa dilakukan di dalam sebuah reaktor nuklir.  Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung di dalam reaktor  yang terjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan  untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk penelitian dan untuk  membangkitkan listrik.&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_2880" style="width: 310px;"&gt;&lt;img alt="reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)" class="size-medium wp-image-2880" height="170" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/atomicarchive-com-300x170.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;reaksi fisi berantai  terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Di dalam reaksi  fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi sehingga hanya satu  neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya. Dengan  mekanisme ini, diperoleh reaksi berantai terkendali yang energi yang  dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Reaktor Nuklir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat  dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus  berlangsung secara terkendali di dalam sebuah reaktor nuklir. Sebuah  reaktor nuklir paling tidak memiliki empat komponen dasar, yaitu elemen  bahan bakar, moderator neutron, batang kendali, dan perisai beton.&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_2882" style="width: 310px;"&gt;&lt;img alt="skema reaktor nuklir (sumber: http://personales.alc.upv.es" class="size-medium wp-image-2882" height="146" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/personales-alc-upv-es-pwr-cycle-300x146.gif" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;skema reaktor nuklir  (sumber: http://personales.alc.upv.es)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Elemen bahan bakar  menyediakan sumber inti atom yang akan mengalami fusi nuklir. Bahan yang  biasa digunakan sebagai bahan bakar adalah uranium U. elemen bahan  bakar dapat berbentuk batang yang ditempatkan di dalam teras reaktor.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Neutron-neutron yang dihasilkan dalam fisi uranium  berada dalam kelajuan yang cukup tinggi. Adapun, neutron yang  memungkinkan terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat sehingga  diperlukan material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi  ini dijalankan oleh moderator neutron yang umumnya berupa air. Jadi, di  dalam teras reaktor terdapat air sebagai moderator yang berfungsi  memperlambat kelajuan neutron karena neutron akan kehilangan sebagian  energinya saat bertumbukan dengan molekul-molekul air.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Fungsi pengendalian jumlah neutron yang dapat  menghasilkan fisi nuklir dalam reaksi berantai dilakukan oleh  batang-batang kendali. Agar reaksi berantai yang terjadi terkendali  dimana hanya satu neutron saja yang diserap untuk memicu fisi nuklir  berikutnya, digunakan bahan yang dapat menyerap neutron-neutron di dalam  teras reaktor. Bahan seperti boron atau kadmium sering digunakan  sebagai batang kendali karena efektif dalam menyerap neutron.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara  otomatis dapat keluar-masuk teras reaktor. Jika jumlah neutron di dalam  teras reaktor melebihi jumlah yang diizinkan (kondisi kritis), maka  batang kendali dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk menyerap sebagian  neutron agar tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan dikeluarkan  dari teras reaktor jika jumlah neutron di bawah kondisi kritis  (kekurangan neutron), untuk mengembalikan kondisi ke kondisi kritis yang  diizinkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Radiasi yang dihasilkan dalam proses  pembelahan inti atom atau fisi nuklir dapat membahayakan lingkungan di  sekitar reaktor. Diperlukan sebuah pelindung di sekeliling reaktor  nuklir agar radiasi dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar  ke lingkungan di sekitar reaktor. Fungsi ini dilakukan oleh perisai  beton yang dibuat mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui sangat  efektif menyerap sinar hasil radiasi zat radioaktif sehingga digunakan  sebagai bahan perisai.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pembangkit  Listrik Tenaga Nuklir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Energi yang  dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali di dalam reaktor nuklir  dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Instalasi pembangkitan  energi listrik semacam ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga  nuklir (PLTN).&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_2883" style="width: 310px;"&gt;&lt;img alt="reactor-engr-wisc-edu1" class="size-medium wp-image-2883" height="157" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/reactor-engr-wisc-edu1-300x157.gif" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;skema pembangkit listrik tenaga nuklir (sumber:  http://reactor.engr.wisc.edu)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Salah satu  bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (&lt;i&gt;pressurized  water reactor/&lt;/i&gt;PWR) yang skemanya ditunjukkan dalam gambar. Energi  yang dihasilkan di dalam reaktor nuklir berupa kalor atau panas yang  dihasilkan oleh batang-batang bahan bakar. Kalor atau panas dialirkan  keluar dari teras reaktor bersama air menuju alat penukar panas (heat  exchanger). Di sini uap panas dipisahkan dari air dan dialirkan menuju  turbin untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik, sedangkan air  didinginkan dan dipompa kembali menuju reaktor. Uap air dingin yang  mengalir keluar setelah melewati turbin dipompa kembali ke dalam  reaktor.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Untuk menjaga agar air di dalam reaktor  (yang berada pada suhu 300&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C) tidak mendidih (air mendidih  pada suhu 100&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C dan tekanan 1 atm), air dijaga dalam tekanan  tinggi sebesar 160 atm. Tidak heran jika reaktor ini dinamakan reaktor  air bertekanan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sumber : http://netsains.com/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-3341636882222070455?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/3341636882222070455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/energi-nuklir-pengertian-dan_19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/3341636882222070455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/3341636882222070455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/energi-nuklir-pengertian-dan_19.html' title='Energi Nuklir, Pengertian dan Pemanfaatannya'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TEQZGVOkbVI/AAAAAAAAAEs/ZdfvvICQyuE/s72-c/nuclear-energy-gmr-300x260.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-1200984082995276027</id><published>2010-07-19T17:20:00.001+07:00</published><updated>2010-07-19T17:20:40.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Alternatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kincir Air'/><title type='text'>Kincir Air Kaki Angsa</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://kakiangsa.wordpress.com/2008/05/09/rancangan/"&gt;Rancangan&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;1. Prinsip Dasar  Kerja&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kerja kincir kaki angsa ini didasari oleh cara kerja kaki  angsa pada waktu berenang. Kalau kita perhatikan secara seksama angsa  berenang dapat bergerak maju ini disebabkan susunan selaput kaki angsa  yang dapat membuka dan menutup; jika kaki angsa bergerak ke depan maka  susunan selaput kaki menutup sehingga gaya tekanan air yang menghambat  kaki angsa kecil dan bila kaki angsa bergerak ke belakang selaput kaki  angsa membuka dan gaya tekan yang mengenai kaki angsa besar hingga dapat  mendorong badan angsa maju ke depan. Gerakan kaki angsa maju mundur  pada waktu berenang sebenarnya terjadi dua gaya yang bekerja pada kaki  angsa yang berlawanan arah diubah menjadi satu arah dengan cara membuka  dan menutup selaput kaki angsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="107" src="http://kakiangsa.files.wordpress.com/2008/05/image010.jpg?w=143&amp;amp;h=107" width="143" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Diilhami Gerakan Kaki Angsa Saat Berenang&lt;/div&gt;Kalau kita perhatikan pada gambar  di atas, dapat dideskripsikan  bahwa dua kaki angsa tersebut bergerak berlawanan, satu kaki mengayun ke  depan satu kaki lainnya mengayun ke belakang. Kaki angsa yang mengayun  ke belakang selaput kaki membuka sehingga dapat menghadang air dan  menimbulkan gaya dorongan ke depan, sedangkan kaki angsa ke depan  selaput kaki dilipat sehingga dapat hambatan yang kecil tidak  menimbulkan dorongan ke belakang dari gerakan ini dapat kita simpulkan  bahwa: “dua gaya yang bekerja pada satu garis lurus dan berlawanan arah  dapat diubah menjadi satu gaya dengan cara membuat perbedaan besar gaya  tersebut.”&lt;br /&gt;Bila sebilah lembaran besi baja atau terbuat dari papan kayu    dimasukkan di dalam air sungai yang mengalir diberi as/poros di tengah  papan tersebut maka papan tersebut mendapat gaya dorong dari depan baik  papan yang ada di bawah poros maupun yang di atas poros mendapat gaya  yang sama besar, dalam keadaan demikian papan tidak dapat berputar atau  bergerak karena gaya dorong ke belakang yang diterima papan di bawah  poros mengungkit ke depan di atas poros, sedangkan papan atas poros juga  mendapat gaya dari depan maka terjadilah tabrakan dua gaya yang  berlawanan arah sama besar. Untuk mendapatkan gerakan berputar seperti  yang diinginkan gaya yang didapat dua bagian papan tersebut harus dibuat  berbeda dengan cara melipat salah satu bagian papan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="287" src="http://kakiangsa.files.wordpress.com/2008/05/image013.jpg?w=382&amp;amp;h=287" width="382" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&amp;nbsp;Sirip Kincir yang membentuk baling-baling saat  dipasang di sungai&lt;/div&gt;Pada gambar di atas, bagian atas poros di beri lipatan atau dapat  melipat. Kalau kita perhatikan gambar 3 maka ada dua gaya bekerja pada  suatu garis berlawanan arah tetapi besar gaya tidak sama sehingga arah  gaya yang lebih kecil mengikuti gaya yang lebih besar.&lt;br /&gt;Papan bagian bawah poros mendapat gaya yang lebih besar hal ini papan  di atas poros dapat melipat sehingga gaya yang diterima lebih kecil  jika dibandingkan gaya yang diterima papan bagian bawah. Pada akhirnya  papan di bawah poros mendapat gaya dorong ke belakang. Karena papan atas  dan bawah dipasang pada suatu ruas maka pergeseran papan bawah poros  ini akan mengungkit papan bagian atas ke depan. Jika papan ini dirangkai  dengan 6 papan maka akan terjadi gerakan memutar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;2. Desain Alat&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain/bentuk kincir ini (Kincir Kaki Angsa) hampir sama dengan  kincir air yang dipergunakan petani untuk mengairi sawah. Hanya ada  beberapa bagian yang dirubah disesuaikan dengan kebutuhan. Berdasarkan  pengalaman di atas, kincir kaki angsa ini dirancang lebih pendek dan  lebih panjang dan seluruh badan kincir kaki angsa ini dirancang lebih  pendek dan lebih panjang dan seluruh badan kincir di benamkan atau  dipasang di dasar sungai sehingga tidak terpengaruh dengan pasang surut  air sungai maka bentuk kincir ini dirancang khusus agar dapat berputar  di dalam air.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="273" src="http://kakiangsa.files.wordpress.com/2008/05/image015.jpg?w=365&amp;amp;h=273" width="365" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kincir saat beroperasi disaksikan waga Kedungkandang  Malang&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Video &lt;span class="" id="eow-title" title="Kincir Air Kaki Angsa"&gt;Untuk Kincir Air Kaki Angsa :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="" id="eow-title" title="Kincir Air Kaki Angsa"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/s3x6MdmOLiU&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/s3x6MdmOLiU&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://kakiangsa.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-1200984082995276027?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/1200984082995276027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/kincir-air-kaki-angsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/1200984082995276027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/1200984082995276027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/kincir-air-kaki-angsa.html' title='Kincir Air Kaki Angsa'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-6638194467391859134</id><published>2010-07-19T17:10:00.004+07:00</published><updated>2010-07-20T03:32:13.615+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Electricity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Alternatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kincir Air'/><title type='text'>Kincir Air</title><content type='html'>&lt;h2 class="posttitle"&gt;Kincir Air&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Model 1&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bahan-bahan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Besi plat (tebal 0.9-1 mm) uk 19×19 cm.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;2 bilah papan panjang 22 cm lebar  (umumnya)&amp;nbsp; 19.5 cm.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;50 cm pipa pralon 2 in.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;2 bh. bearing no 608ZZ.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;1 btg. baut 4 mm (panjangnya 1 m) + 12 mur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;1 btg. baut 6 mm (panjangnya 1 m) +&amp;nbsp; 10  mur: sebagai as.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Mata bor kipas 10 mm dan 21 mm. Mata bor  besi 4 mm, 6 mm dan 8 mm (atau beli yg satu set, lebih murah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sedikit seng aluminium tipis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;½ kg resin dan 1ons katalis fiberglas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Cara membuat turbinnya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-Bentuklah besi plat menjadi bulat (atau  oktagon bila sulit), bagi menjadi 20 sudut. Dari titik tengah ukur 5 cm,  tandai di tiap 90 derajat lalu bor dengan mata bor 6 mm. Bor titik  tengah dengan mata bor 8 mm.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-Potong baut batangan 4 mm (kunci 10)  menjadi 4 bh. Potong pula baut batangan 6 mm (kunci 12) sepanjang 40 cm.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-Bagi pipa pralon menjadi 4 bagian  memanjang. Caranya: lingkarkan kertas hvs sesuai ukuran pipa, maka dari  kertas itu bagilah menjadi 4. Kemudian lingkarkan kembali dan tandai  sepanjang pipa. Potong pipa 10 cm sehingga menjadi 5 batang, baru potong  tiap-tiap batang menjadi 4, sehingga berjumlah 20 bh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-Pasang baut 4 mm tsb, mur luar-dalam pada  tiap lubang. Ukur agar tiap baut sama tinggi. Pada bagian depannya  jangan dulu dikeraskan, tujuannya agar pada waktu memasang potongan  pralon mudah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-Pasang baut 6 mm, bagian belakang keluar 5  cm, sisanya kedepan; mur luar-dalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-Pasanglah pralon-pralon menurut gambar,  dengan pola per 4 pralon, sehingga akan terdapat 4 rongga sebagai ruang  untuk memasukkan resin kebagian dalam. Setelah rata, baru kencangkan  mur2 nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-Campur ¼ gelas (plastik bekas) resin + 2  tetes katalis, aduk cepat. Bila kurang, boleh ditambah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-Dengan kuas kecil, ulas resin ke dasar  semua pralon2 luar-dalam, sekedar supaya tidak terlepas saja, tapi hanya  pada salah satu plat dulu (jgn sampai mengenai baut dan mur). Biarkan  sampai kering. Usahakan mengulas dengan cepat, karena resin mudah sekali  mengental, apalagi bila katalis terlalu banyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-Setelah kering, ulangi langkah diatas pada  plat yg lain. Kali ini ulasan resin lebih tebal dan lebih lebar kedalam  (kecuali bagian pralon2 yg belum terpasang).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-Bila semua pralon sudah terpasang,  terlapis dan kering, lepaskan keempat baut 4 mm dari plat. Guntinglah  seng aluminium sepanjang diameter baut 6 mm, lebarnya setebal bearing.  Lingkarkan kebaut, masukkan bearingnya, pres dengan mur sampai mentok.  Berlaku untuk kedua bearing. Tujuannya agar bearing menjadi ketat  menempel pada baut (as).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;img alt="crsflw1_002" height="189" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/crsflw1_002.jpg" title="crsflw1_002" width="167" /&gt; &lt;img alt="crsflwbasedrwng" height="189" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/crsflwbasedrwng.jpg" title="crsflwbasedrwng" width="172" /&gt; &lt;img alt="crsflwassmblydrwng" height="189" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/crsflwassmblydrwng.jpg" title="crsflwassmblydrwng" width="181" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Cara membuat rumahnya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-Potong papan menjadi 2 bagian yang sama (@  19.5 x 22 cm). Tentukan titik tengahnya, lalu bagi 4. Tentukan 1 cm  dari tiap2 pojok sebagai guide agar kedua papan simetris. Satukan kedua  papan, bor titik2 pojok dengan mata bor 6 mm. Bor titik tengah dengan  mata bor 4 mm. Pisahkan papan. Bor titik tengah masing2 papan dengan bor  kipas 21 mm, dalam 5 mm (sesuai dg diameter &amp;amp; tebal bearing).  Setelah itu bor kembali titik tengah dengan bor kipas 10 mm. Mata2 bor  kipas harganya lebih murah dibandingkan mata bor biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Gabungkanlah semuanya. Gunakan baut  batangan 4 mm ex turbin sbg guidance. Usahakan agar turbin dapat  berputar bebas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Untuk tutupnya bisa dipergunakan&amp;nbsp; fiber  meteran, seng atau plat aluminium.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;img alt="crsflw1_003" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1730" height="150" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/crsflw1_003-150x150.jpg" title="crsflw1_003" width="150" /&gt; &lt;img alt="crsflw1_004" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1731" height="150" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/crsflw1_004-150x150.jpg" title="crsflw1_004" width="150" /&gt; &lt;img alt="crsflw1_005" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1732" height="150" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/crsflw1_005-150x150.jpg" title="crsflw1_005" width="150" /&gt; &lt;img alt="crsflw1" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1733" height="150" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/crsflw1-150x150.jpg" title="crsflw1" width="150" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Model 2&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bahan-bahan: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Besi plat uk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Seng plat uk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;2 bh. pillow bearing ¾ in.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;1 bt baut ¾ in (panjang 1 m) + 10 mur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;1 bt baut 4 mm + 12 mur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;img alt="crsflw2" class="alignnone size-full wp-image-1734" height="177" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/crsflw2.jpg" title="crsflw2" width="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Model 3:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;velg plastik sepeda anak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;besi plat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;sendok makan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;sebatang baut 6mm + 10 mur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;img alt="crsflwspoon" class="alignnone size-full wp-image-1737" height="189" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/crsflwspoon.jpg" title="crsflwspoon" width="144" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Hydropower:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Undershot&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="banki-turbine" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1742" height="150" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/banki-turbine-150x150.gif" title="banki-turbine" width="150" /&gt; &lt;img alt="banki-turbine1" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1743" height="150" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/banki-turbine1-150x150.gif" title="banki-turbine1" width="150" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.cd3wd.com/cd3wd_40/CD3WD/INDEX.HTM" target="_blank"&gt;http://www.cd3wd.com/cd3wd_40/CD3WD/INDEX.HTM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="wwwgreen-trustorg" class="alignnone size-full wp-image-1745" height="180" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/wwwgreen-trustorghtm.jpg" title="wwwgreen-trustorg" width="220" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.green-trust.org/hydro.htm" target="_blank"&gt;http://www.green-trust.org/hydro.htm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="builditsolarcom" class="alignnone size-full wp-image-1755" height="87" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/builditsolarcom.gif" title="builditsolarcom" width="220" /&gt; &lt;img alt="builditsolarcom1" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1756" height="90" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/builditsolarcom1-150x150.jpg" title="builditsolarcom1" width="90" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.builditsolar.com/Projects/Hydro/UnderShot/I%20really%20miss%20the%20old%20days.pdf" target="_blank"&gt;http://www.builditsolar.com/Projects/Hydro/UnderShot&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;/I%20really%20miss%20the%20old%20days.pdf&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="wwpg" class="alignnone size-full wp-image-1757" height="120" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/wwpg.jpg" title="wwpg" width="150" /&gt; &lt;img alt="wwpg1" class="alignnone size-full wp-image-1758" height="113" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/wwpg1.jpg" title="wwpg1" width="150" /&gt; &lt;img alt="wwpg2" class="alignnone size-full wp-image-1759" height="126" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/wwpg2.jpg" title="wwpg2" width="150" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://makingyourown.ludlowsurvivors.com/WWPG.html" target="_blank"&gt;http://makingyourown.ludlowsurvivors.com/WWPG.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;.Overshot&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;img alt="overshot" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1748" height="105" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/overshot-150x150.jpg" title="overshot" width="105" /&gt; &lt;img alt="overshot-1" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1749" height="105" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/overshot-1-150x150.jpg" title="overshot-1" width="105" /&gt; &lt;img alt="overshot-2" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1750" height="105" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/overshot-2-150x150.jpg" title="overshot-2" width="105" /&gt; &lt;img alt="overshot-3" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1751" height="105" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/overshot-3-150x150.jpg" title="overshot-3" width="105" /&gt; &lt;img alt="overshot-4" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1752" height="105" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/overshot-4-150x150.jpg" title="overshot-4" width="105" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.cd3wd.com/cd3wd_40/CD3WD/INDEX.HTM" target="_blank"&gt;http://www.cd3wd.com/cd3wd_40/CD3WD/INDEX.HTM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Basic waterwheel engineering&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;img alt="perma.overshot" class="alignnone size-full wp-image-1762" height="90" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/perma.overshot.jpg" title="perma.overshot" width="150" /&gt; &lt;img alt="perma.undershot" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1763" height="118" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/perma.undershot-150x125.jpg" title="perma.undershot" width="150" /&gt; &lt;img alt="perma.pelton" class="alignnone size-full wp-image-1764" height="119" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/perma.pelton.jpg" title="perma.pelton" width="120" /&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://permaculturewest.org.au/ipc6/ch08/shannon/index.html" target="_blank"&gt;http://permaculturewest.org.au/ipc6/ch08/shannon/index.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membuat kincir air&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;img alt="runnerduck.mal" class="alignnone size-full wp-image-1767" height="90" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/runnerduck.mal.jpg" title="runnerduck.mal" width="90" /&gt; &lt;img alt="runnerduck.mal (1)" class="alignnone size-full wp-image-1768" height="62" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/runnerduck.mal-1.gif" title="runnerduck.mal (1)" width="124" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;img alt="runnerduck.wtrwhl" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1769" height="90" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/runnerduck.wtrwhl-150x150.jpg" title="runnerduck.wtrwhl" width="90" /&gt; &lt;img alt="runnerduck.wtrwhl (4)" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1770" height="90" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/runnerduck.wtrwhl-4-150x150.jpg" title="runnerduck.wtrwhl (4)" width="90" /&gt; &lt;img alt="runnerduck.wtrwhl (1)" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1771" height="90" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/runnerduck.wtrwhl-1-150x150.jpg" title="runnerduck.wtrwhl (1)" width="90" /&gt; &lt;img alt="runnerduck.wtrwhl (2)" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1772" height="90" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/runnerduck.wtrwhl-2-150x150.jpg" title="runnerduck.wtrwhl (2)" width="90" /&gt; &lt;img alt="runnerduck.wtrwhl (5)" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1774" height="90" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/runnerduck.wtrwhl-5-150x150.jpg" title="runnerduck.wtrwhl (5)" width="90" /&gt; &lt;img alt="runnerduck.wtrwhl (6)" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1775" height="90" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/runnerduck.wtrwhl-6-150x150.jpg" title="runnerduck.wtrwhl (6)" width="90" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://blog.tonytaufik.com/kincir-air/attachment/runnerduck-wtrwhl-6" rel="attachment wp-att-1775"&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;img alt="runnerduck.wtrwhl (3)" class="alignnone size-thumbnail wp-image-1773" height="90" src="http://blog.tonytaufik.com/wp-content/uploads/2008/10/runnerduck.wtrwhl-3-150x150.jpg" title="runnerduck.wtrwhl (3)" width="90" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://runnerduck.com/projects.htm" target="_blank"&gt;http://runnerduck.com/projects.htm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Rujukan : http://blog.tonytaufik.com/kincir-air&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-6638194467391859134?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/6638194467391859134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/kincir-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/6638194467391859134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/6638194467391859134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/kincir-air.html' title='Kincir Air'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-250127107493760113</id><published>2010-07-19T17:04:00.001+07:00</published><updated>2010-07-19T17:04:18.025+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Alternatif'/><title type='text'>BAGAIMANA MEMBUAT GENERATOR LISTRIK SEDERHANA DENGAN MAGNET PERMANEN 2</title><content type='html'>&lt;b&gt;Hubungan 1 Phasa (magnet dan coil berjumlah sama dan saling  berhadapan):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;u1:p&gt;    &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;   &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Bahan-bahan:&lt;br /&gt;8 bh magnet.&lt;br /&gt;700 gr kawat email 0.3mm.&lt;br /&gt;1 bh  plat besi 1mm uk 10.5 x 10.5 cm, bentuk menjadi bulat, atau oktagon.&lt;br /&gt;3  bh hardboard tebal 10mm (papan juga boleh)  uk 14 x 14 cm.&lt;br /&gt;1 bh baut  batangan dia 6mm (pjgnya 1m, potong 20 cm), mur 10 bh, ring 4 buah.&lt;br /&gt;2  Ball bearing (laher) mesin bor listrik, no 608ZZ.&lt;br /&gt;1 lem super atau  lem epoxy.&lt;br /&gt;½ kg resin fiberglas, dan 1 ons katalis.&lt;br /&gt;4 bh dioda 5A.&lt;br /&gt;Lain2:  selotip transparan,  lakban, sedikit plat almunium tipis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Membuat dudukan stator:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Ambil hardboard I (14 x 14 cm), bagi 4, tentukan titik tengahnya,  buat lingkaran, lalu potong ½ lingkaran saja. Dari titik tengah, buat  lingkaran dia. 13 cm, bagilah menjadi 8. Gabungkan hardboard II, tandai  mengikuti lingkaran yg sudah terpotong, lalu bor titik tengahnya dg mata  bor 4mm, pisahkan kembali. Bor kembali titik tengah masing2 hardboard  dg bor kipas (atau terserah) 21mm sedalam 5mm (tebalnya ball  bearing/laher). Bor lagi titik tengah kedua hardboard dg mata bor 8mm  spy baut bisa tembus. Potong ½ lingkaran hardboard II mengikuti garis.  Jadi hardboard I utk tempat koil, hardboard II utk belakangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Menggulung koil:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Buatlah terlebih dahulu coil winder, dari kayu  atau besi, &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;uk&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; 6 x 4.5 cm (lih gambar). Potong pipa pralon  listrik ¼in dan pipa almunium bekas antena TV sepanjang 12mm. Lebihkan  kawat email 10cm, belitkan keluar pd mur, mulailah menggulung sebanyak  400 gulung. Usahakan serapi mungkin. Setelah selesai, lebihkan kawat  10cm, potong, belitkan pd mur beberapa gulung. Potong 2 bh kawat 10cm,  ikatkan pd gulungan, agar kalau nanti dilepas dari dudukan tidak  terurai. Buka mur2nya, lepaskan formernya, lepaskan gulungannya, arahkan  ujung2 kawat koil kebagian lingkaran yg besar, lalu selotip dg ketat  kedua sisi koilnya sebelum melepas ikatan kawat. Kawat bekas ikatan  jangan dibuang, karena masih bisa dipakai kembali. Buatlah koil sebanyak  8 buah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SOEpNTU0dwI/AAAAAAAAASo/41JnbVj1rVE/s1600-h/coilformer1.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;       &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;   &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Menempatkan  koil:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Letakkan  tiap2 koil diatas hardboard I yg sudah dibagi 8 tadi diujungnya, tepat  ditengah-tengah garis. Kawat keluarannya harus berada diatas. Gunakan  selotip memotong lebar koil spy tidak berubah. Setelah yakin posisi  tiap2 koil, campur ¼ gelas (plastik bekas) resin + 4 tetes katalis, aduk  cepat rata, lalu segera tuangkan ditengah masing2 koil. Biarkan  mengeras. Bila kurang, boleh tambah resinnya. Resin harus cepat2  dituang, karena cepat mengental, apalagi bila katalisnya kebanyakan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Bila resin telah keras, lingkarkan lakban  sekeliling luar koil2, tutup lubang tengah dg selotip, campur ½ gelas&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: 85%;"&gt;resin + 6 tetes katalis, tuangkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Menggabungkan  koil:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Amplas atau kerik lapisan email  pd tiap2 ujung koil sepanjang 1cm. Kawat tengah adalah awal (A), kawat  yg disamping luar adalah buntut (B). Beri nomor 1-8 searah jarum jam.  Gabungkanlah (dililitkan lalu disolder, potong bila kepanjangan): 1A-2A,  2B-3B, 3A-4A, 4B-5B, 5A-6A, 6B-7B, 7A-8A.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SOEXsBiYJHI/AAAAAAAAAQw/hLcN3nPIe-U/s1600-h/image030.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Maka tersisa &lt;b&gt;1B&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;8B&lt;/b&gt;, itulah  outputnya yg nantinya akan dihubungkan ke bridge rectifier (yaitu  rangkaian 4 bh dioda).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;                                                            &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Membuat Rotor:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Catatan: dudukan rotor boleh dari kayu atau besi  (Buka besi coran), tapi yg terbaik adalah besi. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Setelah plat besi dibuat bulat/oktagon, amplas  bersih, lalu bagilah menjadi 8 (45 derajat). Bor titik tengah dg mata  bor 8mm. Tempatkan magnet ke 1 diujung tepat ditengah garis (sebelumnya  beri lem super setetes di platnya) . Letakkan magnet ke 2 disebelahnya  dg kutub yg berbeda. Caranya: dekatkan magnet ke 2 diatas magnet ke 1,  bila saling menolak maka langsung letakkan; bila saling menarik maka  balikkan magnetnya lalu letakkan. Untuk sisa magnet yg lain lakukan hal  yg serupa, tapi sisakan satu, sehingga membentuk pola N-S-N-S. Magnet  terakhir gunakan utk mengecek apakah posisi kutub tiap magnet berbeda.  Bila sudah benar semua, letakkan magnet terakhir ini ditempatnya.  Intinya adalah bahwa pada tiap satu garis lurus, terdapat 2 magnet yg  kutubnya sama. Tidak usah memikirkan mana yg S dan mana yg N, tidak  begitu penting. Kalau penasaran, dekatkan magnet ke kompas utk  mengetahui kutub2nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SOefNuCkphI/AAAAAAAAAUw/lB11BhGfbgc/s1600-h/8M-b.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SOegoHCH3NI/AAAAAAAAAVI/lzLGOEDCq8M/s1600-h/rotor+8.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Masukkan baut batangan yg sudah dipotong menjadi  20 cm, kencangkan dg mur. Tambahkan 2 mur lagi dibagian depan (atau  sama tingginya dg tebal magnet), kencangkan. Kelilingi rotor dg lakban  (spy resin tidak mengalir keluar), lalu letakkan ditempat yg datar.  Setelah itu campurlah ½ gelas resin dg 4 tetes katalis, aduk cepat  sampai rata, kemudian segera tuang keatas plat rotor hingga rata. Tujuan  direndam dg resin adalah agar pd putaran kencang magnet tidak terlepas  dari dudukannya. Diamkan hingga mengeras. Paling tidak ½ tebal magnet  terendam.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SOeeG2PxOYI/AAAAAAAAAUI/OYFkql6Qpnw/s1600-h/gen+8M8C.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Menggabungkan rotor dengan  stator:&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Lapis sekeliling baut rotor belakang setebal  bearing dg plat almunium tipis, agar baut tidak longgar bila dimasukkan  ke bearing. Gunakan mur untuk “memaksa” bearing masuk hingga mentok.  Masukkan bearing II didepan tapi jangan dulu dilapis. Masukkan rotor ke  rumah stator, gabung rumah stator bagian belakang, lalu coba lihat  apakah rotor bebas berputar atau tidak. Bila tidak maka tambahkan baut,  atau ring. Usahakan jarak rotor dg stator 1-2mm. Bila sudah dapat bebas  berputar, baru lapisi sekeliling baut depan dg plat almunium. Gunakan  hardboard yg tersisa sebagai dudukan bawah rumah stator, dipaku atau di  sekrup. Untuk menutup bagian atas bisa dg plastik fiber atau plat seng.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SOeeG2PxOYI/AAAAAAAAAUI/OYFkql6Qpnw/s1600-h/gen+8M8C.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SOegA6i7SpI/AAAAAAAAAU4/cl9M1TTGKcA/s1600-h/31-07-08_1453.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Hubungkan 2 kawat keluaran stator ke bridge  rectifier. Putarlah as dg tangan, boleh kekiri atau kekanan sama saja,  karena keluarannya tetap AC (sebelum dihubungkan ke bridge), ukur dg DC  voltmeter (karena sudah masuk bridge maka keluarannya menjadi DC).  Semakin kencang diputar semakin tinggi voltasenya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SN6XeP4bO-I/AAAAAAAAAQI/t-qexpTYimA/s1600-h/1phase+bridge.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;b&gt;Hubungan 3 Phasa ( Rumus: M/2 x 3):&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Caranya sama  seperti membuat 1 phasa, hanya jumlah magnet dan koilnya berbeda. Kalau  pada 1 phasa magnet dan koil semuanya saling berhadapan. Sedangkan pada 3  phasa ini ada sebagian koil yg berhadapan dg magnet, dan yg sebagian  lagi berada diantara dua magnet.  Kalau pada 1 phasa jumlah magnet dan  koil sama,  pada 3 phasa ini jumlah magnet lebih sedikit daripada jumlah  koil. Perbandingan antara magnet dg koil adalah: M/2 x 3. Bila  magnetnya 4, maka koil: 4/2 x 3= 6. Bila magnetnya 8, maka koil: 8/2 x  3= 12. Bila magnetnya 10, maka koil: 10/2 x 3= 15; dst. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Harus diingat bahwa jumlah magnet harus genap  (karena harus ada 2 buah kutub), dan pada setiap garis lurus terdapat 2  magnet yg sama kutubnya. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Pada koil jumlahnya bisa genap atau ganjil tergantung dari  banyaknya magnet. Sedangkan penggabungan koilnya adalah 2 bh koil jadi  satu pada setiap masing2 garis lurus.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Pada 1 phasa bridge rectifier hanya 1 bh, pada 3  phasa tiap phasa punya masing2 bridge rectifier (3 bh).&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Dibawah ini cara membuat generator 3 phasa.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Menggunakan 4 magnet 6 coil:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Perhatikan posisi koil. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; 2 koil yg berhadapan dg magnet (koil 1 &amp;amp; 4  diatas magnet 1 &amp;amp; 3), 4 koil berada diantara magnet ( ½ bagian koil  2 &amp;amp; 3 diatas magnet 2,  ½ bagian koil 5 &amp;amp; 6 diatas magnet 4).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SN6Xdz1GkPI/AAAAAAAAAP4/dNZxVX49YJ0/s1600-h/4m6c+rotor+stator.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SN6Xdz1GkPI/AAAAAAAAAP4/dNZxVX49YJ0/s1600-h/4m6c+rotor+stator.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SOehRvf-sdI/AAAAAAAAAVQ/_PTLb7EyGIw/s1600-h/6+coils+connection.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SN6Xdz1GkPI/AAAAAAAAAP4/dNZxVX49YJ0/s1600-h/4m6c+rotor+stator.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;    &lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_dBl19l5_bRg/SN6WlnesL8I/AAAAAAAAAPw/o-AEN1cx-wM/s1600-h/image064.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;  &lt;/a&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk  menggabungkan koilnya adalah (searah jarum jam): 1B-4A, 2B-5A, 3B-6A.  Maka akan tersisa: 1A, 2A, 3A, 4B, 5B, 6B. Gabungkanlah 1A-2A-3A,  sisanya dihubungkan ke masing2 bridge rectifier. Ini  adalah hubungan 3  phasa formasi &lt;i&gt;Star&lt;/i&gt;. Pada formasi &lt;i&gt;Star&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Delta&lt;/i&gt;  voltasenya lebih kecil tetapi amperenya besar. Formasi &lt;i&gt;Delta&lt;/i&gt;:  1A-6B gabung ke bridge, 2A-4B gabung ke bridge, 3A-5B gabung ke bridge.  Formasi Star dipakai bila kekuatan pemutar generator tidak begitu besar,  sedangkan formasi Delta dipakai bila putarannya tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11px;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Sumber :&amp;nbsp; http://tonytaufikbgr.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-250127107493760113?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/250127107493760113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/bagaimana-membuat-generator-listrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/250127107493760113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/250127107493760113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/bagaimana-membuat-generator-listrik.html' title='BAGAIMANA MEMBUAT GENERATOR LISTRIK SEDERHANA DENGAN MAGNET PERMANEN 2'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-5742910224291304522</id><published>2010-07-19T16:54:00.001+07:00</published><updated>2010-07-19T16:54:42.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Alternatif'/><title type='text'>Anak SD temukan Energi Alternatif dari Ketela, Diberi Nama "Baterai Singkong"</title><content type='html'>&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;i&gt;"Bang gorengan singkong  10 yahh..", pinta Linuz kepada abang gorengan yang dia pikir mampu  mengganti karbohidrat. Akibat program diet nasinya. Tiba-tiba matanya  tertuju kepada sebuah berita yang membuat dirinya malu dan kehilangan  selera makan atas prestasi yang dicetak bocah kecil yang usianya lebih  muda 11 tahun. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak bernama Innocencio Kresna  Pratama (dipanggil Inno) mengantarkan kota Bandar Lampung menjadi yang  terbaik di ajang "Kompetensi dan Kreativitas Siswa SD Dan Madrasah  Ibtidaiah (MI) se provinsi Lampung" tanggal 6-7 November kemarin. Apa  yang dibuat Inno? Bocah kelas 6 SD TUnas Mekar Indonesia ini berhasil  membuat para juri terpana dengan karyanya yang bertajuk "Baterai  Singkong, Upaya menemukan Energi Alternatif" serta mengantarkannya  mewakili provinsi Bandar Lampung pada event yang sama tingkat nasional  (27 November mendatang).&lt;br /&gt;Modalnya, menurut Inno, sangat mudah  didapat dan murah pula; satu batang singkong kecil yang dipotong menjadi  empat bagian.&amp;nbsp; Inno menancapkan pelat dan tembaga seng yang kemudian  disambung dengan kabel kecil ke kalkulator dan jam digital. Hasilnya?  Kedua benda itu menyala dan tetap akurat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Inno, singkong  dapat menghasilkan listrik karena mengandung cairan elektrolit untuk  menghasilkan listrik."Untuk itu teknologi sederhana ini saya namakan  Baterai Singkong", ujar anak dari pasangandrg. Edy Suwanto dan drg.  Lucia Dwi Handayani. &lt;br /&gt;Apa yang mendorong calon ilmuwan cilik  kelahiran 8 Maret 1996 ini? Dia mengaku terinsipirasi karena rajin  membaca, ditambah lagi sudah memulai penelitian kecil di sekolah seperti  mulai cara menanam, mengamati pertumbuhan tanaman, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Ketertarikannya  menjadi semakin menjadi-jadi setelah membaca di internet dan berbagai  macam buku kalau apel dan jeruk dapat pula menghasilkan listrik. "Mulai  dari situlah aku tertarik melanjutkan penemuan ini. Aku menduga buah  lain, bahkan umbi2an juga dapat menghasilkan listrik" kata dia.&lt;br /&gt;Di  sekolah Inno mengadakan percobaan di sekolah seperti menguji buah mangga  yang didapati juga menghasilkan listrik. Ia beralih ke umbi2an;  singkong,ubi,dan kentang tak luput untuk dijadikan obyek pengujian.Inno  mengklaim baterai singkong dapat bertahan berhari-hari tanpa henti  seperti baterai konvensional, malahan dapat dipakai berkali-kali dengan  menancapkan pelat tembaga di bagian sisi yang belum digunakan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;br /&gt;Otaknya  yang kreatif terus seakan tak pernah berhenti yang terbukti dari  pengakuannya untuk melanjutkan penelitian menjadikan singkong batu  baterai kering.&lt;br /&gt;Meskipun begitu, anak ini tetap rendah hati dan  mengharapkan doa dari orang-orang terdekatnya berharap untuk kembali  menjadi yang terbaik di ajang nasional kelak. &lt;i&gt;Sambil meneguk air  putihnya, Linuz menguap dan bergumam asal,"Huahh harus cepet dipatenin  nih singkong ajaib"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;Sumber:  http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007111001191658&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-5742910224291304522?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/5742910224291304522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/anak-sd-temukan-energi-alternatif-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/5742910224291304522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/5742910224291304522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/anak-sd-temukan-energi-alternatif-dari.html' title='Anak SD temukan Energi Alternatif dari Ketela, Diberi Nama &quot;Baterai Singkong&quot;'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-1525099899166620754</id><published>2010-07-19T16:27:00.002+07:00</published><updated>2010-07-19T16:41:04.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Alternatif'/><title type='text'>Biogas, Sumber Energi Alternatif</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cguspan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cguspan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cguspan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0in;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;span style="color: black;"&gt;Kelangkaan bahan bakar minyak, yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, telah mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat mengatasi masalah energi bersama-sama (Kompas, 23 Juni 2005).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kenaikan harga yang mencapai 58 dollar Amerika Serikat ini termasuk luar biasa sebab biasanya terjadi saat musim dingin di negara-negara yang mempunyai empat musim di Eropa dan Amerika Serikat. Masalah ini memang pelik sebagaimana dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan dengan para gubernur di Pontianak, Kalimantan Barat, tanggal 22 Juni 2005, dan mengajak masyarakat melakukan penghematan energi di seluruh Tanah Air.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Penghematan ini sebetulnya harus telah kita gerakkan sejak dahulu karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi adalah sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sedangkan permintaan naik terus, demikian pula harganya sehingga tidak ada stabilitas keseimbangan permintaan dan penawaran. Salah satu jalan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) adalah mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbarui (&lt;i&gt;renewable&lt;/i&gt;).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kebutuhan bahan bakar bagi penduduk berpendapatan rendah maupun miskin, terutama di pedesaan, sebagian besar dipenuhi oleh minyak tanah yang memang dirasakan terjangkau karena disubsidi oleh pemerintah. Namun karena digunakan untuk industri atau usaha lainnya, kadang-kadang terjadi kelangkaan persediaan minyak tanah di pasar. Selain itu mereka yang tinggal di dekat kawasan hutan berusaha mencari kayu bakar, baik dari ranting-ranting kering dan tidak jarang pula menebangi pohon-pohon di hutan yang terlarang untuk ditebangi, sehingga lambat laun mengancam kelestarian alam di sekitar kawasan hutan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sebetulnya sumber energi alternatif cukup tersedia. Misalnya, energi matahari di musim kemarau atau musim kering, energi angin dan air. Tenaga air memang paling banyak dimanfaatkan dalam bentuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), namun bagi sumber energi lain belum kelihatan secara signifikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Energi terbarukan lain yang dapat dihasilkan dengan teknologi tepat guna yang relatif lebih sederhana dan sesuai untuk daerah pedesaan adalah energi biogas dengan memproses limbah bio atau bio massa di dalam alat kedap udara yang disebut digester. Biomassa berupa limbah dapat berupa kotoran ternak bahkan tinja manusia, sisa-sisa panenan seperti jerami, sekam dan daun-daunan sortiran sayur dan sebagainya. Namun, sebagian besar terdiri atas kotoran ternak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Teknologi biogas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Gas methan terbentuk karena proses fermentasi secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri methan atau disebut juga bakteri anaerobik dan bakteri biogas yang mengurangi sampah-sampah yang banyak mengandung bahan organik (biomassa) sehingga terbentuk gas methan (CH4) yang apabila dibakar dapat menghasilkan energi panas. Sebetulnya di tempat-tempat tertentu proses ini terjadi secara alamiah sebagaimana peristiwa ledakan gas yang terbentuk di bawah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Leuwigajah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, (Kompas, 17 Maret 2005). Gas methan sama dengan gas elpiji (liquidified petroleum gas/LPG), perbedaannya adalah gas methan mempunyai satu atom C, sedangkan elpiji lebih banyak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kebudayaan Mesir, China, dan Roma kuno diketahui telah memanfaatkan gas alam ini yang dibakar untuk menghasilkan panas. Namun, orang pertama yang mengaitkan gas bakar ini dengan proses pembusukan bahan sayuran adalah Alessandro Volta (1776), sedangkan Willam Henry pada tahun 1806 mengidentifikasikan gas yang dapat terbakar tersebut sebagai methan. Becham (1868), murid Louis Pasteur dan Tappeiner (1882), memperlihatkan asal mikrobiologis dari pembentukan methan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pada akhir abad ke-19 ada beberapa riset dalam bidang ini dilakukan. Jerman dan Perancis melakukan riset pada masa antara dua Perang Dunia dan beberapa unit pembangkit biogas dengan memanfaatkan limbah pertanian. Selama Perang Dunia II banyak petani di Inggris dan benua Eropa yang membuat digester kecil untuk menghasilkan biogas yang digunakan untuk menggerakkan traktor. Karena harga BBM semakin murah dan mudah memperolehnya pada tahun 1950-an pemakaian biogas di Eropa ditinggalkan. Namun, di negara-negara berkembang kebutuhan akan sumber energi yang murah dan selalu tersedia selalu ada. Kegiatan produksi biogas di India telah dilakukan semenjak abad ke-19. Alat pencerna anaerobik pertama dibangun pada tahun 1900. (FAO, The Development and Use of Biogas Technology in Rural Asia, 1981).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Negara berkembang lainnya, seperti China, Filipina, Korea, Taiwan, dan Papua Niugini, telah melakukan berbagai riset dan pengembangan alat pembangkit gas bio dengan prinsip yang sama, yaitu menciptakan alat yang kedap udara dengan bagian-bagian pokok terdiri atas pencerna (digester), lubang pemasukan bahan baku dan pengeluaran lumpur sisa hasil pencernaan (slurry) dan pipa penyaluran gas bio yang terbentuk. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dengan teknologi tertentu, gas methan dapat dipergunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan energi listrik, menjalankan kulkas, mesin tetas, traktor, dan mobil. Secara sederhana, gas methan dapat digunakan untuk keperluan memasak dan penerangan menggunakan kompor gas sebagaimana halnya elpiji.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Alat pembangkit biogas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ada dua tipe alat pembangkit biogas atau digester, yaitu tipe terapung (floating type) dan tipe kubah tetap (fixed dome type). Tipe terapung dikembangkan di India yang terdiri atas sumur pencerna dan di atasnya ditaruh drum terapung dari besi terbalik yang berfungsi untuk menampung gas yang dihasilkan oleh digester. Sumur dibangun dengan menggunakan bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat fondasi rumah, seperti pasir, batu bata, dan semen. Karena dikembangkan di India, maka digester ini disebut juga tipe India. Pada tahun 1978/79 di India terdapat l.k. 80.000 unit dan selama kurun waktu 1980-85 ditargetkan pembangunan sampai 400.000 unit alat ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Tipe kubah adalah berupa digester yang dibangun dengan menggali tanah kemudian dibuat bangunan dengan bata, pasir, dan semen yang berbentuk seperti rongga yang ketat udara dan berstruktur seperti kubah (bulatan setengah bola). Tipe ini dikembangkan di China sehingga disebut juga tipe kubah atau tipe China (lihat gambar). Tahun 1980 sebanyak tujuh juta unit alat ini telah dibangun di China dan penggunaannya meliputi untuk menggerakkan alat-alat pertanian dan untuk generator tenaga listrik. Terdapat dua macam tipe ukuran kecil untuk rumah tangga dengan volume 6-10 meter kubik dan tipe besar 60-180 meter kubik untuk kelompok. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;India dan China adalah dua negara yang tidak mempunyai sumber energi minyak bumi sehingga mereka sejak lama sangat giat mengembangkan sumber energi alternatif, di antaranya biogas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Di dalam digester bakteri-bakteri methan mengolah limbah bio atau biomassa dan menghasilkan biogas methan. Dengan pipa yang didesain sedemikian rupa, gas tersebut dapat dialirkan ke kompor yang terletak di dapur. Gas tersebut dapat digunakan untuk keperluan memasak dan lain-lain. Biogas dihasilkan dengan mencampur limbah yang sebagian besar terdiri atas kotoran ternak dengan potongan-potongan kecil sisa-sisa tanaman, seperti jerami dan sebagainya, dengan air yang cukup banyak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Untuk pertama kali dibutuhkan waktu lebih kurang dua minggu sampai satu bulan sebelum dihasilkan gas awal. Campuran tersebut selalu ditambah setiap hari dan sesekali diaduk, sedangkan yang sudah diolah dikeluarkan melalui saluran pengeluaran. Sisa dari limbah yang telah â?dicernaâ? oleh bakteri methan atau bakteri biogas, yang disebut slurry atau lumpur, mempunyai kandungan hara yang sama dengan pupuk organik yang telah matang sebagaimana halnya kompos sehingga dapat langsung digunakan untuk memupuk tanaman, atau jika akan disimpan atau diperjualbelikan dapat dikeringkan di bawah sinar matahari sebelum dimasukkan ke dalam karung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Untuk permulaan memang diperlukan biaya untuk membangun pembangkit (digester) biogas yang relatif besar bagi penduduk pedesaan. Namun sekali berdiri, alat tersebut dapat dipergunakan dan menghasilkan biogas selama bertahun-tahun. Untuk ukuran 8 meter kubik tipe kubah alat ini, cocok bagi petani yang memiliki 3 ekor sapi atau 8 ekor kambing atau 100 ekor ayam di samping juga mempunyai sumber air yang cukup dan limbah tanaman sebagai pelengkap biomassa. Setiap unit yang diisi sebanyak 80 kilogram kotoran sapi yang dicampur 80 liter air dan potongan limbah lainnya dapat menghasilkan 1 meter kubik biogas yang dapat dipergunakan untuk memasak dan penerangan. Biogas cocok dikembangkan di daerah-daerah yang memiliki biomassa berlimpah, terutama di sentra-sentra produksi padi dan ternak di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan lain-lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pembangkit biogas juga cocok dibangun untuk peternakan sapi perah atau peternakan ayam dengan mendesain pengaliran tinja ternak ke dalam digester. Kompleks perumahan juga dapat dirancang untuk menyalurkan tinja ke tempat pengolahan biogas bersama. Negara-negara maju banyak yang menerapkan sistem ini sebagai bagian usaha untuk daur ulang dan mengurangi polusi dan biaya pengelolaan limbah. Jadi dapat disimpulkan bahwa biogas mempunyai berbagai manfaat, yaitu menghasilkan gas, ikut menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi polusi dan meningkatkan kebersihan dan kesehatan, serta penghasil pupuk organik yang bermutu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Untuk menuai hasil yang signifikan, memang diperlukan gerakan secara massal, terarah, dan terencana meliputi pengembangan teknologi, penyuluhan, dan pendampingan. Dalam jangka panjang, gerakan pengembangan biogas dapat membantu penghematan sumber daya minyak bumi dan sumber daya kehutanan. Mengenai pembiayaannya mungkin secara bertahap sebagian subsidi BBM dialihkan untuk pembangunan unit-unit pembangkit biogas. Melalui jalan ini, mungkin imbauan pemerintah mengajak masyarakat untuk bersama-sama memecahkan masalah energi sebagian dapat direalisasikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; : Kompas (8 Agustus 2005)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-1525099899166620754?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/1525099899166620754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/biogas-sumber-energi-alternatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/1525099899166620754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/1525099899166620754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/biogas-sumber-energi-alternatif.html' title='Biogas, Sumber Energi Alternatif'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-5341756561331577261</id><published>2010-07-19T16:21:00.003+07:00</published><updated>2010-07-20T03:39:34.295+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Electricity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Nuklir'/><title type='text'>Energi Nuklir, Pengertian dan Pemanfaatannya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TEQZGVOkbVI/AAAAAAAAAEs/ZdfvvICQyuE/s1600/nuclear-energy-gmr-300x260.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TEQZGVOkbVI/AAAAAAAAAEs/ZdfvvICQyuE/s320/nuclear-energy-gmr-300x260.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Masalah energi merupakan salah satu isu penting  yang sedang hangat dibicarakan. Semakin berkurangnya sumber energi,  penemuan sumber energi baru, pengembangan energi-energi alternatif, dan  dampak penggunaan energi minyak bumi terhadap lingkungan hidup menjadi  tema-tema yang menarik dan banyak didiskusikan. Pemanasan global yang  diyakini sedang terjadi dan akan memasuki tahap yang mengkhawatirkan  disebut-sebut juga merupakan dampak penggunaan energi minyak bumi yang  merupakan sumber energi utama saat ini.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dampak  lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa  kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu  alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir.  Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat  dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber  energi yang layak diperhitungkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Isu energi  nuklir yang berkembang saat ini memang berkisar tentang penggunaan  energi nuklir dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah  hancurnya reaktor nuklir di Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk  bayangan buruk dan menakutkan tentang nuklir dan pengembangannya.  Padahal, pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali  atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan  solusi atas masalah kelangkaan energi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Fisi  Nuklir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Secara umum, energi nuklir  dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu pembelahan inti atau  reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Di sini  akan dibahas salah satu mekanisme produksi energi nuklir, yaitu reaksi  fisi nuklir.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sebuah inti berat yang ditumbuk  oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah menjadi dua inti yang  lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme semacam ini disebut  pembelahan inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi adalah uranium yang  ditumbuk (atau menyerap) neutron lambat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;img alt="fisi01" class="aligncenter size-full wp-image-2878" height="25" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/fisi01.gif" width="257" /&gt;Reaksi fisi uranium seperti di atas  menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang lebih ringan.  Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium untuk  membentuk reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam  waktu yang sangat cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali.  Akibatnya, terjadi pelepasan energi yang besar dalam waktu singkat.  Mekanisme ini yang terjadi di dalam bom nuklir yang menghasilkan ledakan  yang dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai tak  terkendali yang memiliki potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat  dibuat dalam bentuk bom nuklir.&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_2879" style="width: 310px;"&gt;&lt;img alt="reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)" class="size-medium wp-image-2879" height="233" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/scienceclarified-com-300x233.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;reaksi fisi berantai  (sumber: www.scienceclarified.com)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Dibandingkan dibentuk  dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan melalui reaksi  fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu,  reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih  terkendali. Usaha ini bisa dilakukan di dalam sebuah reaktor nuklir.  Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung di dalam reaktor  yang terjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan  untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk penelitian dan untuk  membangkitkan listrik.&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_2880" style="width: 310px;"&gt;&lt;img alt="reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)" class="size-medium wp-image-2880" height="170" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/atomicarchive-com-300x170.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;reaksi fisi berantai  terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Di dalam reaksi  fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi sehingga hanya satu  neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya. Dengan  mekanisme ini, diperoleh reaksi berantai terkendali yang energi yang  dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Reaktor Nuklir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat  dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus  berlangsung secara terkendali di dalam sebuah reaktor nuklir. Sebuah  reaktor nuklir paling tidak memiliki empat komponen dasar, yaitu elemen  bahan bakar, moderator neutron, batang kendali, dan perisai beton.&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_2882" style="width: 310px;"&gt;&lt;img alt="skema reaktor nuklir (sumber: http://personales.alc.upv.es" class="size-medium wp-image-2882" height="146" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/personales-alc-upv-es-pwr-cycle-300x146.gif" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;skema reaktor nuklir  (sumber: http://personales.alc.upv.es)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Elemen bahan bakar  menyediakan sumber inti atom yang akan mengalami fusi nuklir. Bahan yang  biasa digunakan sebagai bahan bakar adalah uranium U. elemen bahan  bakar dapat berbentuk batang yang ditempatkan di dalam teras reaktor.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Neutron-neutron yang dihasilkan dalam fisi uranium  berada dalam kelajuan yang cukup tinggi. Adapun, neutron yang  memungkinkan terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat sehingga  diperlukan material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi  ini dijalankan oleh moderator neutron yang umumnya berupa air. Jadi, di  dalam teras reaktor terdapat air sebagai moderator yang berfungsi  memperlambat kelajuan neutron karena neutron akan kehilangan sebagian  energinya saat bertumbukan dengan molekul-molekul air.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Fungsi pengendalian jumlah neutron yang dapat  menghasilkan fisi nuklir dalam reaksi berantai dilakukan oleh  batang-batang kendali. Agar reaksi berantai yang terjadi terkendali  dimana hanya satu neutron saja yang diserap untuk memicu fisi nuklir  berikutnya, digunakan bahan yang dapat menyerap neutron-neutron di dalam  teras reaktor. Bahan seperti boron atau kadmium sering digunakan  sebagai batang kendali karena efektif dalam menyerap neutron.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara  otomatis dapat keluar-masuk teras reaktor. Jika jumlah neutron di dalam  teras reaktor melebihi jumlah yang diizinkan (kondisi kritis), maka  batang kendali dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk menyerap sebagian  neutron agar tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan dikeluarkan  dari teras reaktor jika jumlah neutron di bawah kondisi kritis  (kekurangan neutron), untuk mengembalikan kondisi ke kondisi kritis yang  diizinkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Radiasi yang dihasilkan dalam proses  pembelahan inti atom atau fisi nuklir dapat membahayakan lingkungan di  sekitar reaktor. Diperlukan sebuah pelindung di sekeliling reaktor  nuklir agar radiasi dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar  ke lingkungan di sekitar reaktor. Fungsi ini dilakukan oleh perisai  beton yang dibuat mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui sangat  efektif menyerap sinar hasil radiasi zat radioaktif sehingga digunakan  sebagai bahan perisai.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pembangkit  Listrik Tenaga Nuklir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Energi yang  dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali di dalam reaktor nuklir  dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Instalasi pembangkitan  energi listrik semacam ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga  nuklir (PLTN).&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_2883" style="width: 310px;"&gt;&lt;img alt="reactor-engr-wisc-edu1" class="size-medium wp-image-2883" height="157" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/reactor-engr-wisc-edu1-300x157.gif" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;skema pembangkit listrik tenaga nuklir (sumber:  http://reactor.engr.wisc.edu)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Salah satu  bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (&lt;i&gt;pressurized  water reactor/&lt;/i&gt;PWR) yang skemanya ditunjukkan dalam gambar. Energi  yang dihasilkan di dalam reaktor nuklir berupa kalor atau panas yang  dihasilkan oleh batang-batang bahan bakar. Kalor atau panas dialirkan  keluar dari teras reaktor bersama air menuju alat penukar panas (heat  exchanger). Di sini uap panas dipisahkan dari air dan dialirkan menuju  turbin untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik, sedangkan air  didinginkan dan dipompa kembali menuju reaktor. Uap air dingin yang  mengalir keluar setelah melewati turbin dipompa kembali ke dalam  reaktor.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Untuk menjaga agar air di dalam reaktor  (yang berada pada suhu 300&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C) tidak mendidih (air mendidih  pada suhu 100&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C dan tekanan 1 atm), air dijaga dalam tekanan  tinggi sebesar 160 atm. Tidak heran jika reaktor ini dinamakan reaktor  air bertekanan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sumber : http://netsains.com/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-5341756561331577261?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/5341756561331577261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/energi-nuklir-pengertian-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/5341756561331577261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/5341756561331577261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/energi-nuklir-pengertian-dan.html' title='Energi Nuklir, Pengertian dan Pemanfaatannya'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TEQZGVOkbVI/AAAAAAAAAEs/ZdfvvICQyuE/s72-c/nuclear-energy-gmr-300x260.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-4811279377531433527</id><published>2010-07-19T16:19:00.000+07:00</published><updated>2010-07-19T16:19:15.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Nuklir'/><title type='text'>Senjata Nuklir, Kemajuan Teknologi Yang membawa Petaka Manusia</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;img alt="" height="400" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/05/nagasakivrtualreligion-net.jpg?w=347&amp;amp;h=400&amp;amp;h=400" width="347" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;strong&gt;Senjata nuklir&lt;/strong&gt; adalah senjata yang mendapat tenaga  dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat – sebuah bom  nuklir mampu memusnahkan sebuah kota. Senjata nuklir telah digunakan  hanya dua kali dalam pertempuran – semasa Perang Dunia II oleh Amerika  Serikat terhadap kota-kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki.Pada masa itu  daya ledak bom nuklir yg dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki sebesar 20  kilo(ribuan) ton TNT. Sedangkan bom nuklir sekarang ini berdaya ledak  lebih dari 70 mega(jutaan) ton TNT&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Fat_man.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="146" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c2/Fat_man.jpg/220px-Fat_man.jpg" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Bentuk bom nuklir yang dijatuhkan  di Hiroshima dan Nagasaki&lt;br /&gt;Negara pemilik senjata nuklir yang dikonfirmasi adalah Amerika  Serikat, Rusia, Britania Raya (Inggris), Perancis, Republik Rakyat Cina,  India dan Pakistan. Selain itu, negara Israel dipercayai mempunyai  senjata nuklir, walaupun tidak diuji dan Israel enggan mengkonfirmasi  apakah memiliki senjata nuklir ataupun tidak. Lihat daftar negara dengan  senjata nuklir lebih lanjut. Senjata nuklir kini dapat dilancarkan  melalui berbagai cara, seperti melalui pesawat pengebom, peluru kendali,  peluru kendali balistik, dan Peluru kendali balistik jarak benua.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Nagasakibomb.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="263" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e0/Nagasakibomb.jpg/220px-Nagasakibomb.jpg" width="269" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Awan cendawan pengeboman Nagasaki, Jepang, 1945, menjulang sampai  18 km di atas hiposentrum.&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Tipe senjata nuklir&lt;/h2&gt;&lt;div&gt; &lt;div&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Fission_bomb_assembly_methods.svg"&gt;&lt;img alt="" height="256" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cb/Fission_bomb_assembly_methods.svg/220px-Fission_bomb_assembly_methods.svg.png" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dua tipe desain dasar&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Senjata nuklir mempunyai dua tipe dasar. Tipe pertama menghasilkan  energi ledakannya hanya dari process reaksi fisi. Senjata tipe ini  secara umum dinamai bom atom (atomic bomb, A-bombs). Energinya hanya  diproduksi dari inti atom.&lt;br /&gt;Pada senjata tipe fisi, masa fissile material (uranium yang diperkaya  atau plutonium) dirancang mencapai &lt;em&gt;supercritical mass&lt;/em&gt; – jumlah  massa yang diperlukan untuk membentuk reaksi rantai- dengan menabrakkan  sebutir bahan sub-critical terhadap butiran lainnya (the “gun” method),  atau dengan memampatkan bulatan bahan sub-critical menggunakan bahan  peledak kimia sehingga mencapai tingkat kepadatan beberapa kali lipat  dari nilai semula. (the “implosion” method). Metoda yang kedua dianggap  lebih canggih dibandingkan yang pertama. Dan juga penggunaan plutonium  sebagai bahan fisil hanya bisa di metoda kedua.&lt;br /&gt;Tantangan utama di semua desain senjata nuklir adalah untuk  memastikan sebanyak mungkin bahan bakar fisi terkonsumsi sebelum senjata  itu hancur. Jumlah energi yang dilepaskan oleh pembelahan bom dapat  berkisar dari sekitar satu ton TNT ke sekitar 500.000 ton (500 kilotons)  dari TNT.&lt;br /&gt;Tipe kedua memproduksi sebagian besar energinya melalui reaksi fusi  nuklir. Senjata jenis ini disebut senjata termonuklir atau bom hidrogen  (disingkat sebagai bom-H), karena tipe ini didasari proses fusi nuklir  yang menggabungkan isotop-isotop hidrogen (deuterium dan tritium).  Meski, semua senjata tipe ini mendapatkan kebanyakan energinya dari  proses fisi (termasuk fisi yang dihasilkan karena induksi neutron dari  hasil reaksi fusi.) Tidak seperti tipe senjata fisi, senjata fusi tidak  memiliki batasan besarnya energy yang dapat dihasilkan dari sebuah  sejata termonuklir.&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;div&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Teller-Ulam_device_3D.svg"&gt;&lt;img alt="" height="397" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c1/Teller-Ulam_device_3D.svg/220px-Teller-Ulam_device_3D.svg.png" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dasar kerja desain Tellr-Ulam pada bomb hidrogen: sebuah bomb fisi  menghasilkan radiasi yang kemudian mengkompresi dan memanasi butiran  bahan fusi pada bagian lain.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Senjata termonuklir bisa berfungsi dengan melalui sebuah bomb fisi  yang kemudian memampatkan dan memanasi bahan fisi. Pada desain  Teller-Ulam, yang mencakup semua senjata termonuklir multi megaton,  metoda ini dicapai dengan meletakkan sebuah bomb fisi dan bahan bakar  fusi (deuterium atau lithium deuteride) pada jarak berdekatan didalam  sebuah wadah khusus yang dapat memantulkan radiasi. Setelah bomb fisi  didetonasi, pancaran sinar gamma and sinar X yang dihasilkan memampatkan  bahan fusi, yang kemudian memanasinya ke ke suhu termonuklir. Reaksi  fusi yang dihasilkan, selanjutnya memproduksi neutron berkecepatan  tinggi yang sangat banyak, yang kemudian menimbulkan pembelahan nuklir  pada bahan yang biasanya tidak rawan pembelahan, sebagai contoh depleted  uranium. Setiap komponen pada design ini disebut “stage” (atau tahap).  Tahap pertama pembelahan atom bom adalah primer dan fusi wadah kapsul  adalah tahap sekunder. Di dalam bom-bom hidrogen besar, kira-kira  separuh dari ‘yield’ dan sebagian besar nuklir fallout, berasal pada  tahapan fisi depleted uranium. Dengan merangkai beberapa tahap-tahap  yang berisi bahan bakar fusi yang lebih besar dari tahap sebelumnya,  senjata termonuklir bisa mencapai “yield” tak terbatas. Senjata terbesar  yang pernah diledakan (the Tsar Bomba dari USSR) merilis energi setara  lebih dari 50 juta ton (50 megaton) TNT. Hampir semua senjata  termonuklir adalah lebih kecil dibandingkan senjata tersebut, terutama  karena kendala praktis seperti perlunya ukuran sekecil ruang dan batasan  berat yang bisa di dapatkan pada ujung kepala roket dan misil.&lt;br /&gt;Ada juga tipe senjata nuklir lain, sebagai contoh boosted fission  weapon, yang merupakan senjata fisi yang memperbesar ‘yield’-nya dengan  sedikit menggunakan reasi fisi. Tetapi fisi ini bukan berasal dari bom  fusi. Pada tipe ‘boosted bom’, neutron-neutron yand dihasilkan oleh  reaksi fusi terutama berfungsi untuk meningkatkan efisiensi bomb fisi.  contoh senjata didesain untuk keperluan khusus; bomb neutron adalah  senjata termonuklir yang menghasilkan ledakan relatif kecil, tetapi  dengan jumlah radiasi neutron yang banyak. Meledaknya senjata nuklir ini  diikuti dengan pancaran radiasi neutron. Senjata jenis ini, secara  teori bisa digunakan untuk membawa korban yang tinggi tanpa  menghancurkan infrastruktur dan hanya membuat &lt;em&gt;fallout&lt;/em&gt; yang  kecil. Membubuhi senjata nuklir dengan bahan tertentu (sebagain contoh  cobalt atau emas) menghasilkan senjata yang dinamai “salted bomb”.  Senjata jenis ini menghasilkan kontaminasi radioactive yang sangat  tinggi. Sebagian besar variasi di disain senjata nuklir terletak pada  beda “yield” untuk berbagai keperluan, dan untuk mencapai ukuran fisik  yang sekecil mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fusi nuklir&lt;/strong&gt; (&lt;strong&gt;reaksi termonuklir&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;Dalam fisika, &lt;strong&gt;fusi nuklir&lt;/strong&gt; (&lt;strong&gt;reaksi  termonuklir&lt;/strong&gt;) adalah sebuah proses saat dua inti atom bergabung,  membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir  adalah sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar, dan Bom  Hidrogen meledak. Senjata nuklir adalah senjata yang menggunakan prinsip  reaksi fisi nuklir dan fusi nuklir.&lt;br /&gt;Proses ini membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan inti  nuklir, bahkan elemen yang paling ringan, hidrogen. Tetapi fusi inti  atom yang ringan, yang membentuk inti atom yang lebih berat dan neutron  bebas, akan menghasilkan energi yang lebih besar lagi dari energi yang  dibutuhkan untuk menggabungkan mereka — sebuah reaksi eksotermik yang  dapat menciptakan reaksi yang terjadi sendirinya.&lt;br /&gt;Energi yang dilepas di banyak reaksi nuklir lebih besar dari reaksi  kimia, karena energi pengikat yang mengelem kedua inti atom jauh lebih  besar dari energi yang menahan elektron ke inti atom. Contoh, energi  ionisasi yang diperoleh dari penambahan elektron ke hidrogen adalah 13.6  elektronvolt — lebih kecil satu per sejuta dari 17 MeV yang dilepas  oleh reaksi D-T seperti gambar di samping.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Reaksi-reaksi fusi yang dikenal baik&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;Rantai-rantai reaksi di dalam astrofisika&lt;/h3&gt;Proses fusi paling penting di alam adalah yang terjadi di dalam  bintang. Meskipun tidak melibatkan reaksi kimia, tetapi seringkali fusi  termonuklir di dalam bintang disebut sebagai proses “pembakaran”. Pada  pembakaran hidrogen, bahan bakar netto-nya adalah empat proton, dengan  hasil netto satu partikel alpha, pelepasan dua positron dan dua neutrino  (yang mengubah dua proton menjadi dua netron), dan energi. Ada dua  jenis pembakaran hidrogen, yaitu rantai proton-proton dan siklus CNO  yang keberlangsungannya bergantung pada massa bintang. Untuk  bintang-bintang seukuran Matahari atau lebih kecil, reaksi rantai  proton-proton mendominasi, sementara untuk bintang bermassa lebih besar  siklus CNO yang mendominasi. Reaksi pembakaran lain seperti pembakaran  helium dan karbon juga terjadi bergantung terutama pada tahapan evolusi  bintang.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Reaksi-reaksi yang dapat terjadi di Bumi&lt;/h3&gt;Beberapa contoh reaksi fusi nuklir yang dapat dilangsungkan di  permukaan Bumi adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="50"&gt;(1)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;D&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;T&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(3.5 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;n&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(14.1 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(2i)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;D&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;D&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;T&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(1.01 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;p&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(3.02 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td width="50"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;em&gt;50%&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(2ii)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(0.82 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;n&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(2.45 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;em&gt;50%&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(3)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;D&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(3.6 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;p&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(14.7 MeV)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(4)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;T&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;T&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;n&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+ 11.3 MeV&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(5)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;p&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+ 12.9 MeV&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(6i)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;T&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;p&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;n&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+ 12.1 MeV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;em&gt;51%&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(6ii)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(4.8 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;D&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(9.5 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;em&gt;43%&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(6iii)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(0.5 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;n&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(1.9 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;p&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(11.9 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;em&gt;6%&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(7)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;D&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+ 22.4 MeV&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(8)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;p&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(1.7 MeV)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(2.3 MeV)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(9)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;p&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+ 16.9 MeV&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(10)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;p&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;11&lt;/sup&gt;B&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+ 8.7 MeV&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(11)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;p&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;7&lt;/sup&gt;Li&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+ 17.3 MeV&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;em&gt;p (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protium" title="Protium"&gt;protium&lt;/a&gt;),  D (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Deuterium" title="Deuterium"&gt;deuterium&lt;/a&gt;),  dan T (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tritium" title="Tritium"&gt;tritium&lt;/a&gt;)  adalah sebutan untuk isotop-isotop hidrogen.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan/ pendukung kepada reaksi fusi utama (yang  diinginkan), beberapa reaksi fusi berikut yang mana diikutsertakan/  disebabkan oleh neutron dan deuterium adalah penting. Dimana reaksi ini  menghasilkan tritium dan lebih banyak neutron, dalam bomb nuklir dan  reaktor nuklir:&lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="50"&gt;(12)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;n&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;T&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+ 4.7 MeV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(13)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;n&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;7&lt;/sup&gt;Li&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;T&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+ n – 2.47 MeV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(14)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;n&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;9&lt;/sup&gt;Be&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;8&lt;/sup&gt;Be&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2n&lt;/td&gt; &lt;td&gt;- 1.67 MeV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;(15)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;D&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;9&lt;/sup&gt;Be&lt;/td&gt; &lt;td&gt;→&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;8&lt;/sup&gt;Be&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;T&lt;/td&gt; &lt;td&gt;+ 4.53 MeV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;(energi yang diserap jauh terlalu kecil, neutron-neutron tetap  bergerak pada level energi yang tinggi)&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Reaksi-reaksi fusi yang lain&lt;/h3&gt;Ada banyak reaksi fusi yang lain. Pada umumnya, reaksi fusi antara  dua inti atom yang lebih ringan daripada besi dan nikel, melepaskan  energi. Sedangkan, reaksi fusi antara dua inti atom yang lebih berat  daripada besi dan nikel, menyerap energi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki&lt;/strong&gt; adalah  serangan nuklir selama Perang Dunia II terhadap kekaisaran Jepang oleh  Amerika Serikat atas perintah Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman.  Setelah enam bulan pengeboman 67 kota di Jepang lainnya, senjata nuklir  “Little Boy” dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945,  diikuti dengan pada tanggal 9 Agustus 1945, dijatuhkan bom nuklir “Fat  Man” di atas Nagasaki. Kedua tanggal tersebut adalah satu-satunya  serangan nuklir yang pernah terjadi.&lt;br /&gt;Bom atom ini membunuh sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000  di Nagasaki pada akhir tahun 1945.&lt;sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_bom_atom_di_Hiroshima_dan_Nagasaki#cite_note-rerf-deaths-0"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Sejak itu, ribuan telah tewas akibat luka atau sakit yang berhubungan  dengan radiasi yang dikeluarkan oleh bom.&lt;sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_bom_atom_di_Hiroshima_dan_Nagasaki#cite_note-DOE-HIRO-1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Pada kedua kota, mayoritas yang tewas adalah penduduk.&lt;br /&gt;Enam hari setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, pada 15  Agustus, Jepang mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada  Sekutu, menandatangani instrumen menyerah pada tanggal 2 September, yang  secara resmi mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II. (Jerman  sudah menandatangani menyerah pada tanggal 7 Mei 1945, mengakhiri teater  Eropa.) Pengeboman ini membuat Jepang sesudah perang mengadopsi &lt;em&gt;Three  Non-Nuclear Principles&lt;/em&gt;, melarang negara itu memiliki senjata  nuklir&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;strong&gt;Perang Dingin Nuklir&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dunia bakal terancam nklir lagi  ketika PM Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden China Jiang Zemin  di Beijing tahun lalu, yang keduanya mengecam sikap Presiden George W  Bush yang berniat mengembangkan senjata penangkis misil strategis untuk  melindungi AS dan Eropa Barat dari serangan lawan. Putin mengancam, jika  AS tetap melanjutkan niatnya, berarti perang dingin dimulai lagi. Apa  artinya? Lonceng perlombaan senjata antara blok Timur dan Barat kembali  berdentang. Itu artinya: 12.070 peluru kendali (rudal) nuklir AS, 28.240  Rusia, 400 Inggris, 510 Prancis, 425 China disiap-siagakan kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, India dan Pakistan yang keduanya punya senjata nuklir,  sulit sekali didamaikan. Keduanya rela — pinjam istilah mantan Presiden  Pakistan, almarhum Ziaul Haq — makan rumput asal memiliki senjata  nuklir. India mengetes ledakan bom atom “perdamaian”nya Mei 1974. Sedang  Pakistan tahun 1998. India punya 250 buah rudal bermoncong senjata  nuklir. Pakistan baru 150 buah. Tapi jumlah moncong nuklir kedua negara  itu sudah cukup untuk meluluh-lantakkan mereka berdua.&lt;br /&gt;Kini, kedua negara bertetangga dan satu etnis itu, seperti minyak dan  air. Sewaktu-waktu, bukan tidak mungkin, bola api raksasa berbentuk  jamur itu muncul di sana. Bila itu terjadi, niscaya ratusan bahkan  jutaan manusia akan tewas seketika. Lebih dari jumlah korban di  Hiroshima dan Nagasaki. Belum lagi jika Isreal yang punya 100 rudal  nuklir ikut menghancurkan Timur Tengah atas nama menjaga perdamaian.  Jika perang nuklir itu terjadi, tamatlah riwayat bumi.&lt;br /&gt;Melihat banyaknya simpanan “senjata perdamaian” itu, nasib bumi  memang sangat mencemaskan. Tapi ironisnya sampai hari ini, pakta Non  Proliferation Treaty (NPT) Tanpa Batas yang pernah dibahas di New York,  17 April-12 Mei 1995, tetap buntu. Gagasan AS tentang NPT Tanpa Batas  untuk menutup akses seluruh negara di dunia terhadap kepemilikan dan  pengembangan senjata nuklir — kecuali yang sudah punya (AS, Inggris,  Prancis, Rusia, dan China) — mendapat perlawanan hebat, terutama dari  Pakistan dan India. Kini, nasib NPT itu pun merana justru karena  ketidak-konsistenan negara-negara yang sudah punya senjata nuklr  sendiri. Yang tersisa: memanasnya hubungan India-Pakistan yang keduanya  punya senjata nuklir.&lt;br /&gt;Kedua negara bertetangga ini sudah tiga kali berperang. Sedang kontak  senjata di perbatasan antara kedua negara — terutama di wilayah  perbatasan Kashmir yang diklaim India maupun Pakistan — sudah seringkali  terjadi. Hasilnya: Asia Selatan adalah wilayah yang paling mungkin  menjadi “ajang” perang nuklir di abad 21. Sampai-sampai Menteri  Pertahanan AS, Donald Rumsfeld dalam sebuah konferensi pers menyatakan  bahwa Pakistan dan India kini harus belajar hidup dalam lingkungan  ancaman senjata nuklir. Tapi, kata Rumsfeld, meski hidup dalam suasana  tegang, jangan sekali-kali memakai senjata nuklir. Mungkinkah keduanya  bisa bertahan hidup dalam suasana terancam jika “syahwat” kekuasaannya  begitu tinggi? Itulah yang jadi kekhawatiran dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Korea Siapkan Bom Nuklir Masal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Korea Utara (Korut) bertekad menciptakan lebih banyak bom nuklir  dan memulai pengayaan uranium untuk program persenjataan atom baru.  Ancaman tersebut muncul untuk menyambut sanksi baru yang dikeluarkan  Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Ancaman Korut untuk  memperbanyak persenjataan nuklirnya itu dikeluarkan beberapa saat  setelah Sekjen PBB Ban Ki-moon membacakan sanksi baru yang dijatuhkan  terhadap Korut terkait uji coba nuklir dan rudal terbaru. Sanksi yang  didukung 15 negara anggota DK PBB itu disambut positif beberapa negara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Korea Selatan (Korsel) dan China, yang terkenal sebagai sahabat  dekat Korut, menyambut hangat pemberlakuan sanksi baru tersebut. Beijing  malah mengatakan, resolusi tersebut sebagai sesuatu yang bisa diterima  dan adil. Meski demikian, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB  Susan Rice mengingatkan bahaya reaksi keras Korut. “Berdasar pengalaman  masa lampau dan kebiasaan Korut, tidak mengagetkan jika nanti Korut  melakukan reaksi keras atas sanksi ini dalam upaya menunjukkan sikap  provokasi lainnya,” kata Susan dari Washington. Peringatan Susan menjadi  kenyataan. Hanya selang beberapa saat setelah sanksi dijatuhkan,  Pyongyang melakukan langkah provokasi dengan menyatakan bakal melakukan  pengembangan program senjata nuklir dalam jumlah massal. Pejabat  intelijen AS yakin Korut akan merespons sanksi DK PBB itu dengan  melakukan tes bom atom ketiga. Perkiraan ini berdasarkan beberapa sumber  yang dikutip jaringan American TV. Kementerian Luar Negeri Korut dalam  pernyataannya kepada kantor berita resmi setempat mengatakan bahwa  seluruh plutonium kini telah dikembangkan dan siap untuk dibuat senjata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selain itu, sumber kementerian luar negeri setempat juga  menyampaikan, satu dari tiga sumber bahan bakar nuklir dari reaktor  Yongbon telah diproses kembali untuk dijadikan persenjataan nuklir.  “Yang kedua, kami juga telah memulai proses pengayaan uranium,” sumber  tersebut berbicara, sembari menambahkan Korut telah sukses mengembangkan  teknologi yang dibutuhkan untuk pengayaan uranium setelah diputuskan  membangun sumber bahan baku reaktor sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fakta bahwa Korut melakukan pengayaan uranium sekaligus juga  menunjukkan mereka telah memberikan keterangan tak semestinya pada 2002.  Pada 2002, Korut membantah klaim AS bahwa mereka menjalankan program  pengayaan uranium secara rahasia. Rencana produksi plutonium secara  tidak langsung melanggar perjanjian pelucutan senjata yang telah  disepakati dalam forum enam pihak. Meski begitu, Korut mengaku, mereka  kembali melakukan program pengayaan setelah DK PBB mengecam uji coba  rudal jarak jauh pada April lalu. “Sepertinya akan menjadi sebuah opsi  yang tidak mungkin bagi DPRK (Korut) untuk berpikir menyerah dalam  program nuklir,” tegas Korut yang kembali mengetatkan blokade perbatasan  dan siap menggelar operasi militer.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Korut kembali meningkatkan pengembangan senjata nuklir karena  merasa sanksi yang dijatuhkan seolah untuk menekan Pyongyang secara  ekonomi agar mau tunduk dengan ideologi dan sistem pihak lain. Korut  juga mengatakan, mereka sangat siap melawan siapapun, terutama AS yang  telah mensponsori keluarnya sanksi baru. “Tak peduli betapa berat  menghadapi aksi isolasi dan blokade yang dipimpin AS. DPRK bangga dengan  kekuatan nuklir dan tak akan mundur,” tegas Pyongyang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain seruan isolasi terhadap Korut, beberapa sanksi berat yang  dijatuhkan kepadanya juga berupa pemeriksaan ketat setiap kapal kargo  yang diduga berisi persenjataan terlarang dan bendabenda terkait  pengembangan rudal dan senjata nuklir. Sanksi juga berupa embargo  persenjataan dan pembekuan aset ekonomi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara itu, AS mendesak Korut mengakhiri aksi-aksi “provokatif”  dan segera kembali dalam perundingan enam pihak. “Korut harus meredam  aksi provokatif dan retorikanya serta kembali dalam proses perundingan  enam pihak tanpa syarat apapun,” papar pejabat Departemen Luar Negeri  AS. Korut pada 25 Mei silam melakukan tes nuklir kedua.Setelah itu  mereka meluncurkan beberapa rudal jarak pendek. Tindakan Korut itu  menggairahkan kembali perlombaan senjata di semenanjung Korea. Korsel  telah mengirimkan 600 marinir tambahan di perbatasan kedua negara.  “Pemerintah bersama komunitas internasional akan menghalangi program  pengayaan uranium Korut serta plutoniumnya,” papar Kementerian Luar  Negeri Korsel kemarin&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sumber : http://korananakindonesia.wordpress.com/ &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-4811279377531433527?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/4811279377531433527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/senjata-nuklir-kemajuan-teknologi-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/4811279377531433527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/4811279377531433527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/senjata-nuklir-kemajuan-teknologi-yang.html' title='Senjata Nuklir, Kemajuan Teknologi Yang membawa Petaka Manusia'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-1906476183330850496</id><published>2010-07-19T16:18:00.002+07:00</published><updated>2010-07-20T03:39:43.353+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Electricity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Nuklir'/><title type='text'>Energi Nuklir dan Pemanfaatannya</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;img alt="" height="227" src="http://www.tehrantimes.com/News/10770/10_UAE.jpg" width="379" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #003366; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: #003300; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Kebutuhan  energi di Indonesia dari tahun ke tahun terus menerus meningkat bahkan  pada saat kita mengalami krisis ekonomi tahun 1998. Pertumbuhan  kebutuhan energi masih cukup tinggi seiring dengan kenaikan jumlah  penduduk, perubahan pola hidup, tingkat kemakmuran masyarakat dan  perubahan pada beberapa aspek kehidupan yang lain. Di lain sisi sejak  krisis ekonomi, penyediaan energi tidak dapat meningkat untuk mengikuti  tingkat kebutuhannya.&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;span style="color: #003366; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Cadangan  energi fosil yang tidak terbarukan tetap tidak bertambah, bahkan  menyusut karena ekplorasi yang harus dilakukan, sedangkan pemanfaatan  energi terbarukan belum banyak berkembang karena berbagai macam hal yang  menjadi kendala. Untuk itu diversifikasi energi nasional dengan  penggunaan energy mix yang optimal perlu segera direalisasikan sesuai  dengan kebijakan dan peraturan perundangan di bidang energi yang sudah  ada saat ini maupun yang akan diterbitkan di masa mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Energi  Nuklir merupakan sumber energi alternatif yang layak untuk  dipertimbangkan dalam Perencanaan Energi Jangka Panjang bagi Indonesia  guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masalah energi merupakan salah satu isu penting yang sedang hangat  dibicarakan. Semakin berkurangnya sumber energi, penemuan sumber energi  baru, pengembangan energi-energi alternatif, dan dampak penggunaan  energi minyak bumi terhadap lingkungan hidup menjadi tema-tema yang  menarik dan banyak didiskusikan. Pemanasan global yang diyakini sedang  terjadi dan akan memasuki tahap yang mengkhawatirkan disebut-sebut juga  merupakan dampak penggunaan energi minyak bumi yang merupakan sumber  energi utama saat ini.&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="184" src="http://www.policy-net.org/download-nocache/gallery/mbondypers/nuclearexp?data=large" width="269" /&gt;&lt;br /&gt;Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi  memaksa kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah  satu alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi  nuklir. Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat  dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber  energi yang layak diperhitungkan.Isu energi nuklir yang berkembang saat  ini memang berkisar tentang penggunaan energi nuklir dalam bentuk bom  nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya reaktor nuklir di  Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan menakutkan  tentang nuklir dan pengembangannya. Padahal, pemanfaatan yang bijaksana,  bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan  taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fisi Nuklir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam  mekanisme, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan  beberapa inti melalui reaksi fusi. Di sini akan dibahas salah satu  mekanisme produksi energi nuklir, yaitu reaksi fisi nuklir.Sebuah inti  berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah  menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme  semacam ini disebut pembelahan inti atau fisi nuklir.&lt;br /&gt;Contoh reaksi fisi adalah uranium yang ditumbuk (atau menyerap)  neutron lambat.Reaksi fisi uranium seperti di atas menghasilkan neutron  selain dua buah inti atom yang lebih ringan. Neutron ini dapat menumbuk  (diserap) kembali oleh inti uranium untuk membentuk reaksi fisi  berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang sangat cepat  membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, terjadi pelepasan  energi yang besar dalam waktu singkat. Mekanisme ini yang terjadi di  dalam bom nuklir yang menghasilkan ledakan yang dahsyat. Jadi, reaksi  fisi dapat membentuk reaksi berantai tak terkendali yang memiliki  potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat dibuat dalam bentuk bom  nuklir. reaksi fisi berantai (sumber: &lt;a href="http://www.scienceclarified.com/"&gt;www.scienceclarified.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;img alt="reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)" height="233" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/scienceclarified-com-300x233.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;reaksi fisi berantai (sumber: &lt;a href="http://www.scienceclarified.com/"&gt;www.scienceclarified.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang  dihasilkan melalui reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang  lebih berguna. Untuk itu, reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi  harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini bisa dilakukan di dalam sebuah  reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung  di dalam reaktor yang terjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan  dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk  penelitian dan untuk membangkitkan listrik. reaksi fisi berantai  terkendali (sumber: &lt;a href="http://www.atomicarchive.com/"&gt;www.atomicarchive.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;img alt="reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)" height="170" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/atomicarchive-com-300x170.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)&lt;br /&gt;Di dalam reaksi fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi  sehingga hanya satu neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti  berikutnya. Dengan mekanisme ini, diperoleh reaksi berantai terkendali  yang energi yang dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang  berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Reaktor Nuklir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan  untuk keperluan yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus berlangsung  secara terkendali di dalam sebuah reaktor nuklir. Sebuah reaktor nuklir  paling tidak memiliki empat komponen dasar, yaitu elemen bahan bakar,  moderator neutron, batang kendali, dan perisai beton.skema reaktor  nuklir (sumber: &lt;a href="http://personales.alc.upv.es/"&gt;http://personales.alc.upv.es&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;img alt="skema reaktor nuklir (sumber: http://personales.alc.upv.es" height="247" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/personales-alc-upv-es-pwr-cycle-300x146.gif" width="471" /&gt;&lt;br /&gt;skema reaktor nuklir (sumber: &lt;a href="http://personales.alc.upv.es/"&gt;http://personales.alc.upv.es&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Elemen bahan bakar menyediakan sumber inti atom yang akan mengalami  fusi nuklir. Bahan yang biasa digunakan sebagai bahan bakar adalah  uranium U. elemen bahan bakar dapat berbentuk batang yang ditempatkan di  dalam teras reaktor.Neutron-neutron yang dihasilkan dalam fisi uranium  berada dalam kelajuan yang cukup tinggi. Adapun, neutron yang  memungkinkan terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat sehingga  diperlukan material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi  ini dijalankan oleh moderator neutron yang umumnya berupa air. Jadi, di  dalam teras reaktor terdapat air sebagai moderator yang berfungsi  memperlambat kelajuan neutron karena neutron akan kehilangan sebagian  energinya saat bertumbukan dengan molekul-molekul air.Fungsi  pengendalian jumlah neutron yang dapat menghasilkan fisi nuklir dalam  reaksi berantai dilakukan oleh batang-batang kendali. Agar reaksi  berantai yang terjadi terkendali dimana hanya satu neutron saja yang  diserap untuk memicu fisi nuklir berikutnya, digunakan bahan yang dapat  menyerap neutron-neutron di dalam teras reaktor. Bahan seperti boron  atau kadmium sering digunakan sebagai batang kendali karena efektif  dalam menyerap neutron.&lt;br /&gt;Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara otomatis dapat  keluar-masuk teras reaktor. Jika jumlah neutron di dalam teras reaktor  melebihi jumlah yang diizinkan (kondisi kritis), maka batang kendali  dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk menyerap sebagian neutron agar  tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan dikeluarkan dari teras  reaktor jika jumlah neutron di bawah kondisi kritis (kekurangan  neutron), untuk mengembalikan kondisi ke kondisi kritis yang  diizinkan.Radiasi yang dihasilkan dalam proses pembelahan inti atom atau  fisi nuklir dapat membahayakan lingkungan di sekitar reaktor.  Diperlukan sebuah pelindung di sekeliling reaktor nuklir agar radiasi  dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar ke lingkungan di  sekitar reaktor. Fungsi ini dilakukan oleh perisai beton yang dibuat  mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui sangat efektif menyerap  sinar hasil radiasi zat radioaktif sehingga digunakan sebagai bahan  perisai.&lt;br /&gt;&lt;img alt="" height="459" src="http://seedmagazine.com/media/cribsheets/crib5_nuclear.gif" width="378" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;&lt;b&gt;embangkit Listrik Tenaga Nuklir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="139" src="http://eo.ucar.edu/staff/dward/sao/fit/images/electr16.gif" width="268" /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali di dalam  reaktor nuklir dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Instalasi  pembangkitan energi listrik semacam ini dikenal sebagai pembangkit  listrik tenaga nuklir (PLTN).&lt;br /&gt;skema pembangkit listrik tenaga nuklir (sumber: &lt;a href="http://reactor.engr.wisc.edu/"&gt;http://reactor.engr.wisc.edu&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Salah satu bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (&lt;i&gt;pressurized  water reactor/&lt;/i&gt;PWR) yang skemanya ditunjukkan dalam gambar. Energi  yang dihasilkan di dalam reaktor nuklir berupa kalor atau panas yang  dihasilkan oleh batang-batang bahan bakar. Kalor atau panas dialirkan  keluar dari teras reaktor bersama air menuju alat penukar panas (heat  exchanger). Di sini uap panas dipisahkan dari air dan dialirkan menuju  turbin untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik, sedangkan air  didinginkan dan dipompa kembali menuju reaktor. Uap air dingin yang  mengalir keluar setelah melewati turbin dipompa kembali ke dalam  reaktor.Untuk menjaga agar air di dalam reaktor (yang berada pada suhu  300&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C) tidak mendidih (air mendidih pada suhu 100&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C  dan tekanan 1 atm), air dijaga dalam tekanan tinggi sebesar 160 atm.  Tidak heran jika reaktor ini dinamakan reaktor air bertekanan.&lt;br /&gt;&lt;img alt="reactor-engr-wisc-edu1" height="157" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/reactor-engr-wisc-edu1-300x157.gif" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;skema pembangkit listrik tenaga nuklir (sumber:  http://reactor.engr.wisc.edu)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Reaksi nuklir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam fisika nuklir, sebuah &lt;b&gt;reaksi nuklir&lt;/b&gt; adalah  sebuah proses di mana dua nuklei atau partikel nuklir bertubrukan, untuk  memproduksi hasil yang berbeda dari produk awal. Pada prinsipnya sebuah  reaksi dapat melibatkan lebih dari dua partikel yang bertubrukan,  tetapi kejadian tersebut sangat jarang. Bila partikel-partikel tersebut  bertabrakan dan berpisah tanpa berubah (kecuali mungkin dalam level  energi), proses ini disebut tabrakan dan bukan sebuah reaksi.&lt;br /&gt;Dikenal dua reaksi nuklir, yaitu reaksi fusi nuklir dan reaksi fisi  nuklir. Reaksi fusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti  atom menjadi atom baru dan menghasilkan energi, juga dikenal sebagai  reaksi yang bersih. Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti  atom akibat tubrukan inti atom lainnya, dan menghasilkan energi dan atom  baru yang bermassa lebih kecil, serta radiasi elektromagnetik. Reaksi  fusi juga menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma yang sagat  berbahaya bagi manusia.&lt;br /&gt;Contoh reaksi fusi nuklir adalah reaksi yang terjadi di hampir semua  inti bintang di alam semesta. Senjata bom hidrogen juga memanfaatkan  prinsip reaksi fusi tak terkendali. Contoh reaksi fisi adalah ledakan  senjata nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir.&lt;br /&gt;Unsur yang sering digunakan dalam reaksi fisi nuklir adalah Plutonium  dan Uranium (terutama Plutonium-239, Uranium-235), sedangkan dalam  reaksi fusi nuklir adalah Lithium dan Hidrogen (terutama Lithium-6,  Deuterium, Tritium).&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Representasi &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Persamaan reaksi nuklir ditulis serupa seperti persamaan dalam reaksi  kimia. Setiap isotop ditulis dalam bentuk: simbol kimianya dan nomor  massa. Partikel neutron dan elektron, masing-masing ditulis dalam simbol  &lt;b&gt;n&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;e&lt;/b&gt;. Partikel proton atau protium  (sebagai inti atom hidrogen) ditulis dalam simbol &lt;b&gt;p&lt;/b&gt;.  Partikel deuterium dan tritium, masing-masing ditulis dalam simbol &lt;b&gt;D&lt;/b&gt;  dan &lt;b&gt;T&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Contohnya:&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;b&gt;Lithium-6 + Deuterium -&amp;gt; Helium-4 + Helium-4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;b&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li   +   D       -&amp;gt;    &lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He   +   &lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;b&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li   +   D       -&amp;gt;  2 &lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/b&gt;&lt;/pre&gt;isotop helium-4, disebut juga partikel alfa, bisa ditulis dalam  simbol &lt;b&gt;α&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bisa juga ditulis:&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;b&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li   +   D       -&amp;gt;     α    +    α&lt;/b&gt;&lt;/pre&gt;atau:&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;b&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li(D,α)α&lt;/b&gt;     (bentuk yang dipadatkan)&lt;/pre&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Energi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Untuk menghitung energi yang dihasilkan, perubahan massa isotop  sebelum dan sesudah reaksi nuklir diperhitungkan. Jumlah massa yang  hilang, dikalikan dengan kuadrat kecepatan cahaya; hasilnya sama dengan  energi yang dilepaskan dalam reaksi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; massa isotop &lt;b&gt;Lithium-6&lt;/b&gt; : 6,015122795&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; massa isotop &lt;b&gt;Deuterium&lt;/b&gt; : 2,0141017778&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; massa isotop &lt;b&gt;Helium-4&lt;/b&gt;&amp;nbsp; : 4,00260325415&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Lithium-6&amp;nbsp; +&amp;nbsp;&amp;nbsp; Deuterium&amp;nbsp; -&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Helium-4&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; +&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Helium-4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;6,015122795 + 2,0141017778 -&amp;gt; 4,00260325415&amp;nbsp; +&amp;nbsp;  4,00260325415&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;8,0292245728&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 8,0052065083&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Massa yang hilang: 8,0292245728 – 8,0052065083 = 0,0240180645 u&amp;nbsp;&amp;nbsp; (&lt;b&gt;0,3&lt;/b&gt;%)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  (dibulatkan)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;E = mc&lt;i&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; E = mc&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&amp;nbsp; =&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan_massa_atom" title="Satuan massa atom"&gt;u&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  x&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 1,660538782×10&lt;sup&gt;−27&lt;/sup&gt; kg x (299.792.458 m/s)&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 149241782981582746,248171448×10&lt;sup&gt;−27&lt;/sup&gt; Kg m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/s&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 149241782981582746,248171448×10&lt;sup&gt;−27&lt;/sup&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Joule" title="Joule"&gt;J&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 931494003,23310656815183435498209 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektronvolt" title="Elektronvolt"&gt;ev&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 931,49 Mev&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (dibulatkan)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jadi, massa 1u = 931,49 Mev&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; E = mc&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&amp;nbsp; =&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1 Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; x&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; =&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1 kg&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; x (299.792.458 m/s)&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 89875517873681764 Kg m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;/s&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 89875517873681764 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Joule" title="Joule"&gt;J&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 89,875 PJ&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (dibulatkan)&lt;br /&gt;Jadi, massa 1 Kg = 89,875 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awalan_SI" title="Awalan SI"&gt;P&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Joule" title="Joule"&gt;J&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Jadi energi yang dapat dihasilkan = 89,875 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awalan_SI" title="Awalan SI"&gt;P&lt;/a&gt;J/kg&amp;nbsp; =&amp;nbsp; 21,48 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Mt TNT&lt;/a&gt;/kg&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; =149,3&amp;nbsp;&amp;nbsp; pJ/&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan_massa_atom" title="Satuan massa atom"&gt;u&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; =  931,49 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awalan_SI" title="Awalan SI"&gt;M&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektronvolt" title="Elektronvolt"&gt;eV&lt;/a&gt;/u&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; E = 0,0240180645 u&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; x&amp;nbsp;&amp;nbsp; 931,49 MeV&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; E = 22,372586901105 MeV&amp;nbsp; (dengan &lt;b&gt;keakuratan 1&lt;/b&gt;%)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;E = 22,4 Mev&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (dibulatkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, persamaan reaksinya:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li + D -&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;11.2  MeV&lt;/b&gt;)&amp;nbsp;&amp;nbsp; +&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;11.2 MeV&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;Li + D -&amp;gt; 2 &lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;He&lt;/b&gt;&amp;nbsp; +&amp;nbsp; &lt;b&gt;22,4  MeV&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;massanya hilang sebanyak &lt;b&gt;0,3&lt;/b&gt; % (dibulatkan dari &lt;i&gt;0,2991330517938  %&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 0,3 %&amp;nbsp; x&amp;nbsp; 21,48 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Mt TNT&lt;/a&gt;/kg&amp;nbsp; =&amp;nbsp; &lt;b&gt;64&lt;/b&gt;  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Kt&lt;/a&gt;/kg&amp;nbsp;  (dibulatkan)&lt;br /&gt;jadi, Jumlah energi yang bisa dihasilkan (dengan &lt;b&gt;100 %  efisien&lt;/b&gt; )&lt;br /&gt;melalui reaksi fusi nuklir berbahan materi:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Lithium-6 + Deuterium&amp;nbsp; =&amp;nbsp; 64&lt;/b&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Kt&lt;/a&gt;/kg&amp;nbsp;  (dibulatkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Rata-rata kandungan energi  nuklir&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Berikut adalah jumlah energi nuklir yang bisa dihasilkan per kg  materi:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fisi nuklir&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;Uranium-233: 17,8 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Kt&lt;/a&gt;/kg  =  17800 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Ton TNT&lt;/a&gt;/kg&lt;br /&gt;   Uranium-235: 17,6 Kt/kg  =  17600 Ton TNT/kg&lt;br /&gt; Plutonium-239: 17,3 Kt/kg  =  17300 Ton TNT/kg&lt;/pre&gt;&lt;b&gt;Fusi nuklir&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;Deuterium + Deuterium: 82,2 Kt/kg  =  82200 Ton TNT/kg&lt;br /&gt; Tritium   + Deuterium: 80,4 Kt/kg  =  80400 Ton TNT/kg&lt;br /&gt; Lithium-6 + Deuterium: 64,0 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ton#Satuan_Energi" title="Ton"&gt;Kt&lt;/a&gt;/kg  =  64000 Ton TNT/kg&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Reaktor Nuklir&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;b&gt;Reaktor nuklir&lt;/b&gt; adalah tempat/perangkat dimana reaksi  nuklir berantai dibuat, diatur dan dijaga kesinambungannya pada laju  yang tetap (berlawanan dengan bom nuklir, dimana reaksi berantai terjadi  pada orde pecahan detik, reaksi ini tidak terkontrol). Reaktor nuklir  digunakan untuk banyak tujuan. Saat ini, reaktor nuklir paling banyak  digunakan untuk membangkitkan listrik. Reaktor penelitian digunakan  untuk pembuatan radioisotop (isotop radioaktif) dan untuk penelitian.  Awalnya, reaktor nuklir pertama digunakan untuk memproduksi plutonium  sebagai bahan senjata nuklir.&lt;br /&gt;Saat ini, semua reaktor nuklir komersial berbasis pada reaksi fissi  nuklir, dan sering dipertimbangkan masalah risiko keselamatannya.  Sebaliknya, beberapa kalangan menyatakan PLTN merupakan cara yang aman  dan bebas polusi untuk membangkitkan listrik. Daya fusi merupakan  teknologi ekperimental yang berbasi pada reaksi fusi nuklir. Ada  beberapa piranti lain untuk mengendalikan reaksi nuklir, termasuk di  dalamnya pembangkit thermoelektrik radioisotop dan baterai atom, yang  membangkitkan panas dan daya dengan cara memanfaatkan peluruhan  radioaktif pasif, seperti halnya Farnsworth-Hirsch fusor, dimana reaksi  fusi nuklir terkendali digunakan untuk menghasilkan radiasi neutron.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Aplikasi &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daya_nuklir" title="Daya nuklir"&gt;Daya nuklir&lt;/a&gt;: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Panas untuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik" title="Pembangkit listrik"&gt;pembangkit  listrik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panas untuk perumahan dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Pemanas (halaman belum tersedia)"&gt;pemanas&lt;/a&gt;  industri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Desalinasi" title="Desalinasi"&gt;Desalinasi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Propulsi_nuklir&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Propulsi nuklir (halaman belum tersedia)"&gt;Propulsi  nuklir&lt;/a&gt;: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Propulsi_nuklir_kelautan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Propulsi nuklir kelautan (halaman belum tersedia)"&gt;Propulsi  nuklir kelautan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usulan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Roket_panas_nuklir&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Roket panas nuklir (halaman belum tersedia)"&gt;roket  panas nuklir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transmutasi" title="Transmutasi"&gt;Transmutasi&lt;/a&gt; unsur: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Produksi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plutonium" title="Plutonium"&gt;plutonium&lt;/a&gt;, yang biasa  digunakan dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_nuklir" title="Senjata nuklir"&gt;senjata nuklir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Produksi beragam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isotop" title="Isotop"&gt;isotop&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi" title="Radiasi"&gt;radioaktif&lt;/a&gt;, seperti  americium yang digunakan dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Detektor_asap&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Detektor asap (halaman belum tersedia)"&gt;detektor  asap&lt;/a&gt;, dan cobalt-60, molybdenum-99 dan lainnya yang digunakn untuk  pencitraan dan perawatan medis&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aplikasi penelitian&amp;nbsp;: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penyediaan sumber &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radiasi_neutron&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Radiasi neutron (halaman belum tersedia)"&gt;neutron&lt;/a&gt;  dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radiasi_positron&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Radiasi positron (halaman belum tersedia)"&gt;radiasi  positron&lt;/a&gt; (misalnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis_Aktivasi_Neutron&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Analisis Aktivasi Neutron (halaman belum tersedia)"&gt;Analisis  Aktivasi Neutron&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penanggalan_potassium-argon&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Penanggalan potassium-argon (halaman belum tersedia)"&gt;Penanggalan  potassium-argon&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengembangan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir" title="Teknologi nuklir"&gt;teknologi nuklir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sejarah&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Fermi-Szilard_Neutronic_Reactor_-_Figure_38.png"&gt;&lt;img alt="" height="316" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c3/Fermi-Szilard_Neutronic_Reactor_-_Figure_38.png/200px-Fermi-Szilard_Neutronic_Reactor_-_Figure_38.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gambar dari paten “reaktor neutron” Fermi-Szilárd.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Meskipun umat manusia telah menguasai daya nuklir baru-baru ini,  reaktor nuklir yang pertama muncul dikendalikan oleh alam. Lima belas  reaktor fissi nuklir alami telah ditemukan di tambang Oklo, Gabon, West  Africa. Pertama ditemukan pada tahun 1972 oleh ahli fisika Perancis  Francis Perrin. Reaktor alami ini dikenal dengan sebutan Reaktor Fossil  Oklo. Reaktor-reaktor ini diperkirakan aktif selama 150 juta tahun,  dengan daya keluaran rerata 100 kW. Bintang-bintang juga mengandalkan  fusi nuklir guna membangkitkan panas, cahaya dan radiasi lainnya. Konsep  reaktor nuklir alami diajukan pertama kali oleh Paul Kuroda pada tahun  1956 saat di Universitas Arkansas.&lt;br /&gt;Enrico Fermi dan Leó Szilárd, pertama kali membangun reaktor nuklir  Chicago Pile-1 saat mereka di Universitas Chicago pada 2 Desember,  1942.&lt;br /&gt;Reaktor nuklir generasi pertama digunakan untuk menghasilkan  plutonium sebagai bahan senjata nuklir. Selain itu, reaktor nuklir juga  digunakan oleh angkatan laut Amerika (lihat Reaktor Angkatan Laut  Amerika Serikat) untuk menggerakkan kapal selam dan kapal pengangkut  pesawat udara. Pada pertengahan 1950-an, baik Uni Sovyet maupun  negara-negara barat meningkatkan penelitian nuklirnya termasuk  penggunaan atom di luar militer. Tetapi, sebagaimana program militer,  penelitian atom di bidang non-militer juga dilakukan dengan rahasia.&lt;br /&gt;Pada 20 Desember 1951, listrik dari generator yang digerakkan oleh  tenaga nuklir pertama kali dihasilkan oleh Experimental Breeder  Reactor-I (EBR-1) yang berlokasi di Arco, Idaho. Pada 26 Juni 1954,  pukul 5:30 pagi, PLTN pertama dunia utnuk pertama kalinya mulai  beroperasi di Obninsk, Kaluga Oblast, USSR. PLTN ini menghasilkan 5  megawatt, cukup untuk melayani daya 2,000 rumah. .&lt;br /&gt;PLTN skala komersial pertama dunia adalah Calder Hall, yang mulai  beroperasi pada 17 Oktober 1956. Reaktor generasi pertama lainnya adalah  Shippingport Reactor yang berada di Pennsylvania (1957).&lt;br /&gt;Sebelum kecelakaan Three Mile Island pada 1979, sebenarnya permintaan  akan PLTN baru di Amerika Serikat sudah menurun karena alasan ekonomi.  Dari tahun 1978 sampai dengan 2004, tidak ada permintaan PLTN baru di  Amerikat Serikat, meskipun hal itu mungkin akan berubah pada tahun 2010&lt;br /&gt;Tidak seperti halnya kecelakaan Three Mile Island, kecelakaan  Chernobyl pada tahun 1986 tidak berpengaruh pada peningkatan standar  reaktor nuklir negara barat. Hal ini dikarenakan memang reaktor  Chernobyl dikenal mempunyai desain yang tidak aman , menggunakan reaktor  jenis RBMK, tanpa kubah pengaman (containment building) dan  dioperasikan dengan tidak aman, dan pihak barat memetik pelajaran dari  hal ini .&lt;br /&gt;Pada tahun 1992 topan Andrew menghamtam Turkey Point Nuclear  Generating Station. Lebih dari US$90 juta kerugian yang diderita,  sebagian besar menimpa tangki penampungan air dan cerobong asap  pembangkit listrik berbahan bakar fossil (minyak/batubara) yang ada  dilokasi, tapi containment building tidak mengalami kerusakan&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Masa depan industri nuklir&lt;/h2&gt;Hingga tahun 2006, Watts Bar 1, yang akan beroperasi pada tahun 1997  &amp;nbsp;adalah PLTN komersial Amerika Serikat terakhir yang akan beroperasi.  Hal ini biasanya dijadikan bukti berhasilnya kampanye anti PLTN/nuklir  dunia. Tetapi, penolakan politis akan nuklir hanya berhasil terjadi di  sebagian Eropa, Selandia Baru, Filipina dan USA. Bahkan di USA dan  seluruh Eropa, investasi pada penelitian daur bahan bakar nuklir terus  berlanjut, dan dengan prediksi beberapa ahli akan kelangkaan listrik ,  peningkatan harga bahan bakar fossil dan perhatian akan emisi gas rumah  kaca akan memperbarui kebutuhan PLTN.&lt;br /&gt;Banyak negara yang tetap aktif mengembangkan energi nuklirnya  termasuk diantaranya Jepang, China dan India, kesemuanya aktif  mengembangkan teknolgi reaktor thermal dan reaktor cepat. Korea Selatan  dan USA hanya mengembangkan teknolgi reaktor thermasSouth, Afrika  Selatan dan China mengembangkan versi baru Pebble Bed Modular Reactor  (PBMR). Finlandia dan Perancis aktif mengembangkan energi nuklir;  Finladia mempunyai European Pressurized Reactor yang sedang dibangun  oleh Areva. Jepang membangun unit yang beroperasi pada tahun 2005. Pada  22 September 2005 telah diumumkan dua lokasi baru di USA yang telah  dipilih sebagai lokasi PLTN.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Komponen dasar reaktor nuklir&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Komponen dasar dari reaktor nuklir adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bahan bakar nuklir, berbentuk batang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam" title="Logam"&gt;logam&lt;/a&gt; berisi bahan  radioaktif yang berbentuk pelat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Moderator, berfungsi menyerap energi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutron" title="Neutron"&gt;neutron&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Reflektor, berfungsi memantulkan kembali neutron&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendingin, berupa bahan gas atau logam cair untuk mengurangi energi  panas dalam reaktor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batang kendali, berfungsi menyerap neutron untuk mengatur reaksi  fisi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perisai, merupakan pelindung dari proses reaksi fisi yang berbahaya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h2&gt;Tipe-tipe reaktor&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pulstar2.jpg"&gt;&lt;img alt="" height="240" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0f/Pulstar2.jpg/180px-Pulstar2.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Reaktor PULSTAR yang dimiliki oleh universitas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=North_Carolina_State_University&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="North Carolina State University (halaman belum tersedia)"&gt;NC  State&lt;/a&gt; adalah reaktor penelitian jenis kolam daya 1 MW dengan  pengkayaan uranium 4%, bahan bakar pin yang terdiri dari pellet &lt;b&gt;UO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;/b&gt;  dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cladding&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Cladding (halaman belum tersedia)"&gt;cladding&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zircaloy&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Zircaloy (halaman belum tersedia)"&gt;zircaloy&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Sejumlah teknologi reaktor telah dikembangkan. Reaktor fissi secara  umum dapat dikelompokkan berdasarkan jenis energi neutron yang digunakan  dalam reaksi berantainya.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaktor_thermal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Reaktor thermal (halaman belum tersedia)"&gt;Reaktor  thermal (lambat)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; menggunakan neutron lambat atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neutron_thermal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Neutron thermal (halaman belum tersedia)"&gt;neutron  thermal&lt;/a&gt;. Reaktor ini bercirikan mempunyai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Moderator_neutron&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Moderator neutron (halaman belum tersedia)"&gt;material  pelambat&lt;/a&gt; yang ditujukan untuk melambatkan neutron sampai mempunyai  energi kinetik rerata partikel yang ada disekitarnya, dengan kata lain,  sampai mereka “dithermalkan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;img alt="" height="283" src="http://www.exponent.com/files/Uploads/Images/Energy/nuclear%20plant.jpg" width="424" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" height="443" src="http://www.idph.state.il.us/timeline/1980nuclear.jpg" width="488" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://korananakindonesia.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-1906476183330850496?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/1906476183330850496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/energi-nuklir-dan-pemanfaatannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/1906476183330850496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/1906476183330850496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/energi-nuklir-dan-pemanfaatannya.html' title='Energi Nuklir dan Pemanfaatannya'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-8365860366098964734</id><published>2010-07-19T16:13:00.000+07:00</published><updated>2010-07-19T16:13:47.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Nuklir'/><title type='text'>NASA Kembangkan Tenaga Nuklir Di Bulan</title><content type='html'>Badan Antariksa AS, NASA, melangkah maju dengan menciptakan reaktor  nuklir seukuran keranjang sampah yang dapat digunakan sebagai sumber  tenaga bagi pos di bulan atau di Mars.&amp;nbsp; Tiga uji coba berbeda, yang  dilaksanakan di laboratorium NASA dan laboratorium nasional AS, berhasil  menunjukkan penggunaan teknologi fisi nuklir ringkas yang bisa dipakai  astronot bila mereka berada di planet lain. “Keberhasilan pengembangan  teknologi ini menunjukkan bahwa proyek tenaga fisi berada pada jalur  yang tepat,” kata Don Palac, Manajer Penelitian Fisi Nuklir, di Glenn  Research Center, Cleveland, Ohio, pada Rabu (6/8).&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tenaga di  Bulan&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Rencana eksplorasi ruang angkasa NASA saat ini dititikberatkan pada  pengiriman kembali astronot ke Bulan pada tahun 2020. Misi akan  dilanjutkan dengan membangun pos di Bulan untuk meneliti permukaannya  dan menguji coba teknologi yang kelak akan digunakan dalam misi ke  Planet Mars.&lt;br /&gt;Badan antariksa itu telah melakukan studi kelayakan untuk menggunakan  sumber tenaga nuklir guna mendukung pos di Bulan. Para insinyur NASA  dan Departemen Energi melakukan serangkaian uji coba untuk mewujudkan  proyek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kerja tenaga fisi nuklir yaitu dengan cara memisahkan inti atom  dalam reaksi terkendali dan berkesinambungan yang menghasilkan panas.  Panas tersebut akan disalurkan melalui konverter tenaga dan diubah  menjadi listrik yang bisa digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah reaktor nuklir kecil apabila digabungkan dengan mesin dapat  menghasilkan 40 kilowatt energi, cukup untuk menyuplai pangkalan di  Bulan atau Mars. “Energi itu dapat disamakan dengan kebutuhan listrik  delapan rumah dibumi,” kata salah seorang staf di NASA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan, empat panel surya raksasa yang dipasang di  Stasiun Antariksa Internasional (ISS) mampu menghasilkan sekitar 120  kilowatt tenaga, yang bisa memberi tenaga pada 42 rumah berukuran  sedang. Namun, panel itu sangat besar—hampir sepanjang lapangan bola—dan  membuat ISS dapat dilihat dengan mudah dari Bumi menggunakan mata  telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengujian &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiga uji coba terakhir, tim peneliti menguji prototipe panel  radiator ringan dalam ruang hampa udara layaknya kondisi luar angkasa  yang suhunya bisa mencapai -125 derajat celsius. Panel radiator ini  nantinya digunakan untuk menjaga suhu reaktor fisi tetap dingin.&lt;br /&gt;Uji coba kedua dilakukan dengan memompa cairan logam melalui mesin  Stirling (mesin yang digerakkan energi panas) untuk menyimulasikan  bagaimana suhu panas dari reaktor nuklir bisa diubah sebagai sumber  energi. Tes dilakukan di Marshall Space Flight Center yang berlokasi di  Huntsville, Alabama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji coba ketiga adalah membombardir mesin Stirling dengan radiasi 20  kali lipat dosis yang diizinkan untuk sumber energi fisi nuklir di Bumi.  Ini untuk melihat seberapa kuat mesin Stirling tersebut. Uji ketahanan  dilakukan selama 26 jam di Sandia National Laboratory yang berlokasi di  Albuquerque, NM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya yang akan dilakukan NASA adalah menggabungkan  radiator, mesin, dan alternator menjadi sebuah pembangkit tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Sumber : http://korananakindonesia.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7975957179633590971-8365860366098964734?l=bumi-rafflesia01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/feeds/8365860366098964734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/nasa-kembangkan-tenaga-nuklir-di-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/8365860366098964734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7975957179633590971/posts/default/8365860366098964734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bumi-rafflesia01.blogspot.com/2010/07/nasa-kembangkan-tenaga-nuklir-di-bulan.html' title='NASA Kembangkan Tenaga Nuklir Di Bulan'/><author><name>gusvan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pudfl9i9isI/TFTAr__uMhI/AAAAAAAAAFo/2gvWa_4NCIk/S220/9628_1125101295437_1464287821_30297249_4214639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7975957179633590971.post-7502905200549798484</id><published>2010-07-19T16:12:00
